The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 116 "Kencan Romantis ala Putih 2"



Ternyata preman ini tidak jerah,mereka masih ingin menghajarku,aku kira jika hanya seorang jambret kelas rendahan,tidak mungkin sekali membawa begitu banyak preman.


"Apakah ini sebuah konspirasi?"


Salah seorang preman maju mendekatiku dan berusaha menghajarku dengan membabi buta,Aku berusaha menghindar semampuku.


Dia semakin mendekatiku,dan hampir saja aku terkena pukulannya yang membabi buta itu.


Aku pun dengan sigap dan cepat memegang satu tangan preman itu.Jika aku ini terkena pukulannya mungkin aku pasti akan langsung pingsan dan jatuh di atas tanah seketika.


Aku mulai menendang kedua pahanya,sambil menahan tanganya kekar itu, beberapa kali aku menendang pahanya secara bergantian dari kanan kekiri,dari kanan kekiri,dari kanan kekiri.


Dengan mengerahkan semua tenagaku,


ternyata preman ini sangat kuat dan masih bisa juga melayangkan tendanganya ke tubuhku.


Aku pun terkena tendangannya,dan terpental di atas tanah.


"Sreeet debuk,"


"Wah,lumayan juga kau."Kata Putih sambil menyeringai dan tersenyum sinis,dan berdiri lagi sambil memegang perutnya yang terkena tendangan.


"Gadis tengiiik!,kau akan mampus hari ini!Hiyaaaaaaa!"Teriakan preman itu sambil lari maju mendekatiku.


Dia berbadan besar,kakinya juga sangat jenjang kepalanya botak aku kira tatonya bergambar ular naga terbang,ternyata aku salah.


"Astaga preman botak pandai juga melawak," Batin Putih dalam hati sambil tersenyum.


Diapun sudah ada hadapanku sekarang,


sambil melayangkan tinjunya yang kelas kakap itu,aku juga mengerahkan segala kekuatanku dan menahan tangannya.


Aku menarik lenganya dan kukunci dengan kekuatan penuh,dan kutarik lenganya itu ke belakang badanya yang tinggi tegap .


Dia pun mengerang kesakitan.


"Aarghhhhhh...!"Erangannya.


Aku mematahkan tanganya "Kreteeeekkkkk"


Dia pun mengerang semakin keras.


"Aaaarghhhh!"Erangannya,namun malah mengundang beberapa preman mengitariku.


Aku pun menendang preman ini kemudian mematahkan juga lehernya,karena aku takut dia masih bisa menyerangku lagi,


"Kreteeekk"


"Arggghhhh"Dia pun pingsan.


"Hei kalian mau mengeroyokku?" Ujarnya pada beberapa preman yang mengitarinya.


Aku sambil mengamati keadaan sekeliling apakah ada yang bisa di jadikan senjata untuk melawan beberapa preman ini.


Ternyata aku menemukan beberapa buah,ada pepaya hijau yang masih mentah ranum,dan ada juga buah labu,yang satu lagi ada senjata ampuh lainya yaitu buah durian,sangat cocok untuk kartu As.


Aku pun berlari mendekati buah-buahan tadi. dan benar saja para preman ini mengejarku.


Aku mengambil pepaya ku lemparakan ke salah satu preman dengan kencang,dia pun masih bisa menghindarinya.pepaya itu pun terjatuh.


"Buuuk."Namun di ambilnya buah pepaya itu dan di lemparkannya padaku,dia menyerang balik.


Aku menghindarinya dan menunduk,pepaya tadi terkena wajah salah satu preman lainnya.


Aku pun sangat senang sekali karena mereka berdua seperti anak kecil yang sedang main bola racun,


"Hahahhaha!"Aku tertawa terbahak-bahak.


"Apakah seru bermain bola racunnya?"


Tanyaku pada kedua preman itu.


"Kurang ajar cuih!"Kata Preman itu sambil meludah di atas tanah.


Waktu pun kembali berjalan dan para preman ini masih mau,beradegan romantis denganku.


Akupun tersengal-sengal,sambil mengatur nafasku.


"Ha...ha...ha.."Suara nafasku yang kelelahan melawan banyak preman tadi,sebenarnya dengan keadaaku seperti ini,aku akan kalah karena aku mulai kehabisan energiku.


Mereka mendekatiku akan mengeroyokku, aku pun merunduk kebawah,lalu berdiri lagi dan menendang buah pepaya ke preman tersebut, dengan semua sisa kekuatan yang aku punya, ku kerahkan seperti tendangan kapten tsubatsa lalu mengatur nafasku.


"Hemmm ahhhh."


Ternyata pepaya muda tersebut sangat tepat sasaran mengenai kelemahannya para lelaki sejagad raya ini, padahal aku ini tak berniat sama sekali menendang ka arah tersebut.


Ternyata bisa pas juga.


"Bahkan buah pepaya ini berpihak kepadaku,"


Sambil menggelengkan kepala beberapa kali.


"Arghhh." Kesakitan .


Preman lain menghampiriku dengan sigap aku mulai kehabisan tenaga,serta kakiku juga mulai kesemutan.Aku hanya menghindar dan mendekati buah labu di dekatku,ku ambil dan kuhantamkan ke kepala preman tersebut,


"Braaaaakkkk!"Labu pun pecah,preman pun pingsan seketika.


Ada dua preman lagi mulai dengan sigapnya mereka melayangkan tinjunya, aku merunduk dan menjegal kakinya,setelah itu aku berputar berdiri dan menendang dengan kaki kanan ku dengan sudut 120° Ke arah dada preman satu nya lagi.


Aku melihat masih banyak lagi preman mulai menghajarku, dia pun mengerahkan kekuatan agar aku bisa tumbang, dia mencengkram kerah bajuku, diangkatnya dan di lempar jauh karena tubuhku yang ringan di banding lawan.


"Buakkk."


"Siaalaaaaannnnn." Umpatan pun keluar dari mulutku, sambil memegang pinggang yang sakit.


"Aish, kenapa badanya besar sekali, apa yang dia makan?" Batin dalam hati kecilku.


Tubuh preman ini sangat tegap besar dan juga punya wajah yang menyeramkan, ada goresan luka di pipinya, menambah kesan yang angker. Tidak itu saja kulitnya sangat gelap lebih gelap dari pemadaman lampu .


Dia pun maju dan meninjuku dengan kuat, namun aku hanya memegang tangannya yang kekar dan kuat itu, tentu tubuhku ini sampai bergetar menahan pukulannya.


"Sial,kenapa sangat kuat orang ini." Ujarnya lirih dan tetap menahan pukulanny.


Aku pun menginjak kakinya, dengan sekuat tenagaku, aku pelintir tanngannya kebelakang tubuhnya, kemudian aku mulai menendang belakang kakinya dengan sekuat tenaga, agar dia bertekuk lutut, seketika dia pun berlutut.


"Argghhh, "


Lalu kuputar kepalanya, sampai berbunyi lagi.


"Kreteeekkk." Dia pun pingsan karena terkena pelintiran maut.


"Gedebuukk." Tubuhnya jatuh dia atas tanah.


Dan seketika para debu-debu berterbangan, dan itu semua sangat kotor.


Akhirnya aku harap tidak ada lagi preman yang hadir,karena aku sudah tidak kuat lagi.


Jika masih ada sisanya aku rasa tubuhku sudah mulai kelelahan,apalagi di tambah pria yang bersandar di dinding Andromeda ini, maka kelelahanku makin bertambah.


Dia yang sedang pingsan entah apa yang harus aku lakukan,aku pun duduk di atas meja karena kelelahan.Sambil mengatur nafasku.


"Hei apakah kau lelah ?,tamatlah riwayatmu gadis tengik!"Kata preman itu,ternyata masih ada 3 preman lagi.


"Ya Tuhan,apakah ini sebuah game untuk menaikkan level,kenapa bertubi-tubi?" Tanya Putih sambil tersenyum kecut dan mengatur nafasnya.


"Sialan ,masih ada ternyata, baiklah mari kita hadapi lagi pula tak ada salahnya berolahraga iya kan." Gumamnya namun lirih .


"Aku lihat kau sudah nampak lemah, mari kita akhiri, dan aku yakin kali ini kau akan...." Ujar dari preman itu sambil menyeringai, dan ada aura membunuh muncul dari wajahnya.


"Baiklah, mari kita selesaikan." Jawabku.


Bersambung...