
Disisi lain ternyata Daniel mau mengantar Violette sampai depan rumahnya,karena jika Putih yang menyuruhnya,maka Daniel tak akan pernah bisa menolaknya.Dan mereka sekarang sedang di depan gerbang rumah Violette.
"Terimakasih Blue."Ucap Violette kepada Daniel sambil menatap wajah Daniel yang cool,dingin datar dan super charming itu.
Namun Daniel tidak menjawabnya,dia hanya berlalu meninggalkan Violette dengan begitu saja.Dan pergi pulang memutar kemudi motor sport nya.
"Mana tahan,dasar pria dingin, aku akan mengejarmu."Ucap Violette sambil masuk gerbang rumahnya.Dan berjalan cepat sambil tersenyum sendiri memasuki rumahnya yang mewah itu.
Dan ternyata Papa Violette sedang berada di rumah.
Albert New adalah Pemilik Perusahaan Otomotif Terbesar di Dunia yang bernama "Bigest".
Papa Violette sangat mencintai putri semata wayangnya , dia adalah sahabat dari Papa Andromeda Jeremy Smith,dan ia menduduki sebagai Wakil Ketua Dewan di SMA Elite.
Dia adalah orang sangat bijaksana sangat menyayangi Putri tunggalnya tersebut.
Tidak mempunyai ambisi apapun juga untuk putrinya. Karena baginya kebahagiaan dari putrinya adalah hal paling utama di dunia ini.
"Aku lihat ada seeorang pria mengantar anak gadis Papa,kenapa ia tak masuk menyapa Papa yang sudah tua ini?"Kata Papa Violette sambil duduk di meja tamu ,dan membenahi kaca matanya yang akan terlepas.
"Papa...Apa Papa barusan pulang?"Tanya Violette putri semata wayangnya itu,dan menghampiri Papanya sambil memeluknya.
"Papa pulang dari tadi pagi,ternyata kau tidak ada di rumah."Kata Papa Violette sambil tersenyum melihat putrinya sudah pulang.
"Tentu saja aku sudah berangkat ke Sekolah Papa,apa Papa akan pulang lama?"Tanya Violette manja kepada Papanya tersebut.
"Papa akan kembali besok pagi, ayo kita makan dulu,Papa menunggumu pulang untuk makan bersama."Ajak Papa Violette kepada Putri semata wayangnya tersebut.
🍁🍁🍁🍁🍁
Lanjut...
Ke cerita Putih dan juga Andromeda,setelah mereka mendiskusikan tentang solusi atau penanganan penyakit hemophobia pangeran Andromeda.
Hingga Andromeda setuju bahwa ia akan memelihara seekor burung Elang Emas yang disarankan kekasihnya tersebut,untuk salah satu terapi agar mental Andromeda segera pulih.
"Hei pinjam ponselmu."Kata Putih sambil menengadahkan tangannya ke Andromeda.
Andromeda tidak banyak tanya langsung memberikanya kepada kekasihnya tersebut.
"Ini."Kata Androemeda sambil menyerahkan ponsel miliknya,dan Putih menerimannya serta menghapus video dari Violette agar tidak membahayakan Andromeda.
"Oh ya aku mau berpamitan pulang dulu, karena aku mau memberi tahu Bibiku, besok ada penerimaan rapot di Sekolahan".Kata Putih sambil mengambil kunci mobil Viollet di lantai.
Namun tangan Andromeda menahanya
sambil menatap wajah kekasihnya tersebut dengan penuh perasaan.Andromeda tidak mau di tinggalkan oleh Putih saat ini.Raut wajahnya seperti Willy yang sedang ingin bermain dengan Putih.
Karena jika Putih pulang maka Andromeda akan sangat kesepian. Dia merasa jika ada Putih di sampingnya dia merasa senang
tenang dan mempunyai tempat bersandar.
"Ayolah,aku harus pulang besok kau bisa menemuiku."Kata Putih kepada kekasihnya tersebut.
"Baiklah,apakah kau tak mau bermalam disini lagi?"Ucap kekasih Putih tersebut tergurat jelas di wajahnya ia tak mau di tinggal sendirian.
"Aku...Tidak boleh ,Bibiku melarangku untuk menginap di rumah pria lagi"Jawab Putih kepada kekasihnya sambil melepaskan tanganya, menuju pintu kamar Andromeda.
"Baiklah ,besok ku jemput."Kata Andromeda.
"Tidak usah, besok jangan kau jemput"Kata Putih kepada Andromeda.
"Oh ya kenapa? kau membawa mobil,mobil siapa?" Tanya Andromeda kepada Putih.
"Mobil Violette aku meminjamnya." Kata Putih berpamitan ke Andromeda dan lari menuju tempat parkir mobil Andromeda.
"Bingoooooo!"Suara teriakkan Andromeda terdengar sampai ruang parkir.
"Dasar."Ucap dari Putih sambil melesakkan mobilnya menuju rumah Putih.
Ternyata ada Daniel yang sedang menunggu Putih sahabatnya kembali,dan memberikan tas nya.
"Terimakasih,kau tak mampir?"Kata Putih kepada Daniel.
"Aku ada urusan da..."Kata Daniel berpamitan kepada sahabatnya tersebut dan pergi meninggalkannya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Keesokkan harinya.Di pagi hari Putih sudah berada di depan gerbang Sekolahnya dan menunggu seseorang untuk bertemu,dan ternyata seseorang tersebut sudah datang.
"Hei ,kau sudah datang ini kunci mobilmu terimakasih ya,oh ya sweatermu masih aku cuci"Kata Putih kepada Violette,namun nampaknya Violette mencari seseorang sambil mengamati sekeliling.
"Hei,apakah kau mencari Daniel?"Kata Putih kepada Violette,sambil memberikan kunci mobilnya kepada Violette.
"Iya dimana dia?"Tanya dari Violette tanpa basa-basi terang-terangan kepada Putih.
"Mungkin belum datang nanti saja dia akan muncul,dia selalu datang agak siang,aku masuk dulu ya."Kata Putih sambil masuk gerbang.
"Ok."Kata Violette kepada Putih dan memutar kemudi mobilnya menuju Sekolahan Elite.
Tak selang berapa lama ternyata, motor sport Daniel tiba akan mulai memasuki gerbang Sekolahan.
Mobil Violette pun berpapasan sejenak di jalan dengan Daniel, namun tidak dengan Daniel tetap tak mengindahkan Violette yang sedang mengawasinya dari balik kaca mobil sportnya.
Beberapa menit kemudian Daniel sudah memasuki gerbang Sekolah dan memarkir motor sportnya, menuju kelas dan bertemu dengan teman-temannya.
"Hei Daniel kenapa jantungku berdetak lebih kencang apakah kita masuk 10 besar?, jika tidak aku akan kehilangan Bumblebee untuk selama-lamanya."Kata Anggara dengan lantang sambil memonyongkan bibirnya itu.
"Tidaaaaak!"Teriak Anggara lagi karena membayangkan jika dia gagal masuk 10 besar.
"Aku yang lebih kuatir,sialan kenapa aku harus menuruti tantangan Andromeda!"Kata Daniel sambil menggaruk kepalanya.
Karena mereka berdua ini sedang bertaruh dengan Pangeran Andromeda.Bahwa jika mereka kalah maka Andromeda pasti akan mengambil Bumblebee serta membongkar rahasia Daniel kepada Putih.
Daniel dan Anggara pun bak seorang calon pegawai negeri yang sedang menunggu hasil tesnya, mereka diterima atau tidak, jantung mereka berpacu dengan sangat cepat.
Dag...dig...dug..Dag...dig...dug...
dengan hitungan 2/4.
Berbeda dengan Putih sekarang dia sedang membantu Bu wardah menata surat edaran dan meja,untuk kehadiran orang tua wali murid yang akan di adakan beberapa jam lagi.
Putih sangat antusias menata karena Bu wardah adalah wali kelasnya saat ini,apalagi Putih menganggapnya sebagai seorang Ibunya sendiri.
Rion yang berada disamping Putih tiba-tiba membantunya agar pekerjaanya lebih ringan.
"Aku akan membantumu agar kau tak kelelahan."Kata Rion kepada Putih sambil menggeser meja dan bangku.
"Ok ,silahkan."Jawab Putih kepada Rion.
Karena hari ini adalah penerimaan raport untuk semua murid dari SMA Negeri jadi murid wajib masuk tidak boleh membolos.
Karena setelah penerimaan raport akan ada libur panjang sekitar 3 pekan lamanya.Dan setelah itu masuk seperti biasa,memasuki tahun ajaran baru.
"Apakah yang akan terjadi dengan Daniel dan Anggara?,bisakah mereka memenangkannya."
Bersambung...
Karya ini hanyalah fiksi dan imaginer author saja harap bijaksana dalam membaca serta menyerap sisi positif dari bacaan Trimakasih