
Setelah tuan Andromeda pergi meninggalkan kami. Aku dan Daniel pulang menuju rumahku yang tak jauh dari taman itu.
"Hei,maafkan aku ya, aku sudah memperkeruh masalahmu dengan Andromeda!"Kata Daniel kepadaku sambil menahan rasa sakit badanya.
"Kenapa kau meminta maaf seharusnya aku yang meminta maaf kepadamu,karena kau menjadi babak belur!"Kataku kepada Daniel.
"Apakah benar kau tak pernah memberi kabar sejak kau menerimanya menjadi pacarmu?"
Tanya Daniel kepadaku sambil memegangi luka di wajahnya.
"Tidak, untuk apa? dia kan selalu menempel seperti permen karet, dia juga melakukan hal sesuka hatinya dan tak pernah menanyakan pendapatku?"Kataku kepada Daniel sebal.
"Hahahaha , pantas saja dia marah?, dasar bodoh!"Kata Daniel kepadaku lagi sambil tertawa lepas.
"Kenapa kau tertawa, dan membelanya , kau temanku apa bukan?"Tanyaku kepada Daniel.
"Tentu saja mana ada berhubungan seperti kau, setidaknya beri dia kabarmu kau keluar denganku,maka dia tidak akan semarah itu."
Kata Daniel dengan sangat bijaksana padaku.
"Tidak mau , biarkan saja aku sangat senang sekali, maka hari ini dia tidak akan datang juga pergi ke Sekolahan dengan seenaknya!"
Kataku kepada Daniel dengan sangat sebal.
"Lebih baik seperti ini saja untuk sementara waktu!"Kataku sebal sambil menyeringai dan kemudian menggelengkan kepalaku.
"Lihat kenapa kakimu di perban?"Tanya Daniel kepadaku sambil mengamati kakiku.
"Ini kemarin jatuh,dari sepeda saat bermain di taman rumah Andromeda!" Kataku kepada Daniel.
"Kau sudah pernah pergi kerumahnya?"Kata Daniel lagi.
"Sudah dua kali,tempo hari saat minum teh bersama Papanya,dan kemarin bermain sepeda di taman rumahnya."Kataku kepada Daniel sambil tersenyum tipis dan masam.
"Haahhahahahha."Daniel pun tertawa lepas. terbahak-bahak.
"Hei, kau sangat senang aku sebal,kenapa kau tertawa apa kau sudah gila?"Kataku kepada Daniel sambil menarik satu sisi bibirku dan mengernyitkan alisku.
"Hemmm ahhh..."Daniel mengambil nafas.
"Dengarkan gadis bodoh, jika seorang pria mengenalkan gadisnya ke orang tuanya itu pertanda dia serius denganmu?,apa kau tak mengetahuinya gadis bodoh?"Kata Daniel kepadaku sambil tersenyum manis, seperti madu raja strawberry.
"Haaah terserah kau saja,aku bingung kenapa pria selalu ingin menjadikanku seekor hewan peliharaanya, di suruh patuh untuk memberi kabar, terserah aku!"Kataku kepada Daniel.
"Wajar saja,suatu hari nanti kau akan tahu penyebabnya kenapa pria seperti itu,hanya kau gadis bodoh yang tak paham akan hal itu,hahahahahh..."Kata Daniel sambil tertawa dan menggelengkan kepalanya.
Beberapa saat kemudian aku pergi menuju kulkasku ternyata hanya ada minuman kaleng saja,tidak ada makanan atau camilan apapun.
"Hei apa kau lapar Daniel?"Kataku kepadanya sambil memberi minuman kaleng.
Daniel hanya tersenyum kepadaku dan tak menjawab, seperti dia mode diam membisu.
"Kompres lukamu dengan itu, dan biar tidak menjadi lebam."Kataku kepada Daniel.
Dia pun seperti biasa mode diam dan tenang.
"Sini aku obati lukamu."Kataku kepada Daniel sambil mengolesi obat dan memberi plester di mukannya.
"Aku akan memesan makanan siap antar untuk kita,tunggu sebentar."Kataku kepada Daniel sambil memesan makanan di ponsel milikku.
🍁🍁🍁🍁🍁
Dan disisi lainnya ada tuan Andromeda yang sedang marah besar, dan kembali menuju rumahnya.
Dia pun menyetir mobilnya dengan mengebut dan ugal-ugalan.Hampir saja menabrak mobil pengendara lainnya,selang beberapa saat dia tiba di rumah mewahnya yang seperti Negeri dongeng antah brantah.
Dengan meluapkan kekesalanya,dia pun pergi berenang di kolam mewah miliknya.
tiga jam pun sudah berlalu namun ia tetap tidak mau keluar dari kolamnya itu, sambil merendam tubuhnya yang penuh amarah agar bisa menghilangkannya.
Sambil mengingat-ngingat kata-kata yang ia lontarkan kepada kekasihnya tersebut.
"Sialan, kenapa gadis itu bisa membuatku semarah ini ,tidak bisakah ia menjadi gadis penurut,dan tak keluar dengan sembarang lelaki!"Kata Andromeda dengan bergumam.
"Apa,ia tak sadar sedang mempermainkanku" Gerutu Adromeda terlihat wajahnya sangat seram menyeringai menatap penuh intrik.
!"Seru tuan muda Andromeda ini, dan dia juga mengumpat.
"Kau akan tahu siapa aku yang sebenarnya?"
Kata Andromeda kepada dirinya sendiri dengan mata merah menyala bak serigala yang akan menerkam mangsanya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Dan kembali di rumah Putih, Daniel dan Putih pun asyik sedang makan makanan siap antarnya.
Ini adalalah gambar pizza yang mereka pesan
"Hmmm enaknya,pizza ini kenapa terasa enak sekali?"Kataku kepada Daniel sambil mengunyah pizza ini.
"Sudah hubungilah dia, bilang kau minta maaf atas kejadian tadi, dia akan memaafkanmu percayalah padaku."Kata Daniel kepadaku sambil tersenyum.
Kata-kata Daniel itu terdengar amat sangat bijaksana dan lemah lembut di telingaku.
"Hemmm biarkan saja,dia hanya seorang pria yang sangat lemah sekali dan manja!"Kataku kepada Daniel.
"Dengar aku rasa dia lebih baik daripada Erick pukulanya lumayan juga!"Kata Daniel padaku sambil memakan pizzanya.
"Sudahlah Daniel cukup, kita membahas yang lainnya saja ya ok?"Kataku kepada Daniel dengan amat sangat serius.
"Kurasa sudah aku perbaiki, kucoba beberapa kali, namun masalahnya jika saat balapan itu mereka meminta lebih dari 5 laps."
"Apakah kau mempunyai cadangan motornya untuk bisa berganti?"Tanya Daniel padaku sambil mengamati ekspresi wajahku.
"Masalahnya mereka akan berusaha dengan sangat keras serta akan lebih menyulitkanmu lagi."Ujar Daniel kepadaku untuk memberi masukan kepadaku.
"Aku lihat kau bisa mengendarai semua tipe motor sport namun,bisakah kau mengendarai motor selain bianco?"Tanya Daniel kepadaku.
"Benar juga, kenapa tak terpikir olehku ya Daniel?, jangan lupa kita harus mengitari jalan, bisa saja mereka berbuat curang agar kita kalah!"Kataku lagi kepada Daniel.
"Tentu saja,itu bisa kau serahkan kepadaku." Kata Daniel kepadaku dan tersenyum penuh makna.
Kami pun mengahabiskan Pizza tanpa tersisa sedikitpun dan mengisi penuh perut kami.
"Hhhhaaaaiiik...kenyangnya!"Aku bersendawa dengan bebas dan lepas.
"Apa sudah tidak ada hal lain lagi yang ingin kau tanyakan kepadaku?"Tanya Daniel padaku dengan serius.
"Sudah,apa kau ingin pulang?"Kataku kepada Daniel.
"Iya ada banyak hal yang harus aku kerjakan." Kata Daniel sembari menuju pintu kemudian berpamitan kepadaku.
"Aku pulang dulu,sudahlah hubungi dia saja setelah mendengar suaramu itu dia takkan marah kepadamu?"Kata Daniel menggodaku, dan pergi pulang menuju rumahnya.
"Aigooo , siapa yang akan minta maaf, aku haaa jangan harap?"Kataku namun dalam hati karena sangat sebal.
Dan setelah itu aku menuju kerumah bibiku untuk membantunya berjualan di supermarket kecil kami.
"Apa kau sudah makan siang?"Tanya Bibiku.
"Tentu saja sudah aku tadi habis makan pizza Bi, aku sudah kenyang, hari ini Bibi istirahat aku akan menjaga tokonya."Kataku kepada Bibi dengan nada lemah lembut.
"Apakah kau tak lelah?,aku lihat kau selalu bersemangat,namun bibi sedikit khawatir tentangmu?"Kata Bibiku dan mengamatiku ekspresi wajahku.
"Aku baik-baik saja,kenapa Bi?, biar yang muda yang bekerja keras."Kataku kepada Bibiku lagi.
"Apakah kakimu masih sakit,kenapa anak muda yang biasa menjemputmu itu tidak terlihat mengantarmu pulang?"Tanya Bibi dengan sangat amat penasaran.
"Kemarin kau menginap di rumah seorang pria,Bibi sangat khawatir,besok-besok jangan menginap lagi di rumah seorang pria."Kata Bibiku memperingatkanku dengan nada lemah lembut.
"Iya aku tak akan menginap lagi kerumah pria itu,aku janji Bi,aku pergi dulu ke toko."Kataku kepada bibi sambil berjalan menuju tokoku.
Beberapa saat aku sudah sampai toko dan ternyata Willy sudah menungguku di sana.
Bersambung....