
Siang itu aku sangat kelelahan merebahkan tubuhku di atas boneka besar beruangku.
Kemudian memeluknya dan tengkurap dan melihat layar televisi.
Kemudian akupun menyalakannya, saat mataku menatap layar televisi,kedua kelopak mataku mulai terasa lengket satu sama lainnya,sampai aku terlelap di buai mimpi.
Andromeda asyik mengobrol dengan Bibiku
sampai lupa waktu dan tak segera pulang.
"Hei,Bibi belum tahu siapa namamu?"Tanya Bibiku dengan pensaran kepada Andromeda.
"Namaku Andromeda,Bi!"Jawab Andromeda memperkenalkan kepada bibinya Putih.
"Apakah kau teman satu sekolah Putih?"Kata Bibiku meamastikan apakah dia temanku, kepada Andromeda dengan penasaran.
"Tidak Bi kami berbeda Sekolahan,namun Sekolahan kami sangat dekat,bersebrangan mungkin berjarak sekitar 200 meter saja!"Kata Andromeda menjelaskan kepada Bibinya Putih.
"Apa kau sudah makan?"Tanya Bibi lagi kepada Andromeda.
"Belum Bi,apakah bibi memasak sesuatu yang enak?"Tanya Andromeda sambil memegangi perutnya tanda ia sangat lapar.
"Bibi tadi memasak kare ayam,dan sate telur puyuh,apakah kau mau makan siang disini?"Kata bibiku kepada Andromeda.
"Dengan senang hati ,kebetulan aku sangat lapar hari ini!"Jawab Andromeda kepada Bibiku karena dia sangat senang bisa makan bisa berlama-lama di rumah kekasihnya.
"Sebentar,Bibi akan siapkan dulu kau boleh menunggu,sambil bermain dengan Putih kemana dia kenapa tak muncul-muncul?"Kata Bibiku kepada Andromeda sambil melihat sekeliling rumah.
Dan Andromeda melihat sekeliling ternyata Putih sudah tidur dengan pulas di atas boneka beruang besar seukuran dengannya.
Kemudian Andromeda menghampirinya,dan mengamati dia dengan begitu dekat.
Karena Putih tidur dengan posisi tengkurap dengan memeluk bonekanya itu, Andromeda merebahkan tubuhnya di samping Putih sambil melihat wajahnya yang berseri-seri ketika tidur.
"Anak ini,sangat cepat tidurnya kenapa bisa begitu,bahkan suara tv yang menyala itu tak mengganggunya sama sekali?" Andromeda heran namun kata itu terucap dalam hatinya.
"Lihatlah ,bahkan tidurmu pun terlihat manis kenapa bisa semanis ini,apa yang sedang kau impikan hmm?"Kata Andromeda kepada Putih namun dalam hatinya.
"I know you're strong but you have limits,take a break,take a bed, and you are great person!"
Ujar Andromeda namun dalam hatinya sambil memandangi Putih, yang sedang tidur terlelap seperti bayi .
Beberapa menit kemudian Bibi Putih sudah selesai mempersiapkan makan siang untuk Andromeda,di atas meja makannya,dan juga menghidangkan beberapa camilan,serta ada potongan buah melon,beserta beberapa apel untuk pencuci nulut.
"Sini, Bibi sudah menyiapkan makan siang
apakah dia ketiduran?"Kata Bibiku kepada Andromeda.
"Iya Bi,terimakasih aku akan menyantapnya!"
Kata Andromeda dan berdiri menghampiri Bibi Putih yang duduk di dekat meja makan.
"Bibi akan membangunkannya,sebentar ya!"
Kata Bibiku kepada Andromeda.
Namun tangan Andromeda memegangi tangan Bibiku dan menghalangi jalan bibiku.
"Oh,ya Bi mohon maafkan, saya memegang tangan Bibi, biarkan dia tidur dan saya akan pulang setelah makan!"Ucap dari Andromeda sopan meyakinkan Bibinya Putih kemudian terus memakan makan siangnya.
"Baiklah kalau begitu,makan yang banyak."
Kata Bibiku kepada Andromeda.
Bibiku mengamati Andromeda,karena dia merasa heran,selama ini Putih hanya main dengan Daniel saja, dan nampak sekarang mempunyai teman baru yang lebih baik, dan
sopan, santun lemah lembut.
Tanya Bibi Putih kepada Andromeda dengan penasaran.
"Tidak Bi,aku malah suka dengan sifatnya itu, pemikirannya sederhana,mandiri,tidak pernah merasa takut dan,selalu melakukan tindakan sesuai keinginannya saja!" Kata Andromeda tersenyum manis sambil mengingat-ingat kejadian apa saja yang sudah di lalui mereka, dan mengunyah makan siangnya.
"Ayahnya dulu tak pernah memarahi ataupun memukul Putih , jika ia membuat salah maka Ayahnya akan menangis di hadapan Putih,dan Putih yang nakal pun sedikit mereda karena melihat ayahnya menangis!" Ujar dari bibiku sambil meneteskan air mata.
"Apakah ia bandel?,karena Ayah Putih selalu memanjakannya harap maklum ya nak!"Kata Bibiku kepada Andromeda sambil berkaca-kaca dan menyeka air mata di pipinya.
"Tidak juga,malahan dia yang membuat aku sadar dan berubah,menjadi pria yang lebih baik!"Kata Andromeda sambil menghabiskan makanan.
"Bi,aku pamit dulu trimakasih untuk makanan rasanya enak sekali."Kata Andromeda sambil berpamitan pada Bibiku dan membungkukkan badan sembari keluar rumah.
"Iya hati-hati lain kali mainlah kesini,bibi akan memasakkan sesuatu yang enak untukmu"
Ujar Bibiku sambil melambaikan tanganya kepada Andromeda.
Setelah itu beberapa jam berlalu akupun terbangun dari tidurku,ku lihat jam diding menunjukkan sudah pukul 15.20 wib.
Dan aku segera bangun membersihkan diriku bersiap-siap untuk melihat keadaan bianco di rumah Daniel.
"Hei mau kemana?"Tanya Bibiku kepadaku dengan penasaran.
"Makanlah dulu,kamu belum makan siang,tadi temanmu,sudah kembali setelah dia makan siang disini."Kata Bibi menjelaskan kepadaku.
"Iya aku akan makan dulu,ya nanti aku akan kembali, buka tokonya dulu sisanya aku yang mengerjakannya!"Kataku kepada Bibiku.
"Kau mau kemana?,apa kau mau kerumahnya Daniel?"Tanya bibiku padaku dengan sangat penasaran
"Iya mau ke Daniel,aku mau mengerjakan tugas kelompok denganya!"Kataku kepada Bibiku sambil meyakinkannya.
"Ya sudah makan dulu baru boleh pergi!"Kata bibiku.
Makanan yang ada di meja makan itu, aku makan semua dengan lahap tanpa tersisa sedikitpun,dan segera berpamitan kepada bibiku.
"Aku berangkat dulu Bi!"Kata Putih kepada bibinya.
"Hei ingatlah,anak gadis pulang tidak boleh terlalu malam ya, dan juga hati-hati!"Kata bibiku sambil memperingatkan aku agar tidak pulang malam.
"Beres,da...!"Kataku kepada bibiku dan segera pergi ke rumah Daniel.
🍁🍁🍁🍁🍁
Disisi lain Andromeda yang serampangan itu,di dalam hidupnya yang tak pernah terpikir sama sekali olehnya untuk membuka ataupun bahkan membaca buku sekalipun dalam mimpinya.
Sekarang berada di ruang baca Papanya,dia pun mendadak menjadi kutu buku dan mencari buku yang pernah disebutkan oleh Papanya tersebut.
Dia mengitari ruang baca Papanya itu sambil mengamati satu persatu,buku yang dimaksud oleh Papanya sambil mengingat petunjuknya.
"Ingat ada 3 buku di atas ruang baca,kau akan segera mengetahuinya jika kau melihat buku tersebut,namun jawaban bukan berdasarkan apa yang kau lihat,paham!" Kata Papanya pada Andromeda namun di dalam ingatannya saja.
"Ehm...jadi ada di atas!"Kata Andromeda sambil mendongakkan kepalanya ke atas .
Ternyata benar ada beberapa buku tertata rapi di atas diinding lemari,harus memakai tangga agar bisa mengambilnya.
Beberapa menit kemudian Andromeda sudah mengambil 3 buku tersebut,dan menatanya di atas meja sambil mengamati apa ada yang istimewa dengan buku tersebut.
"Hemmm,inikah buku yang di maksud Papaku?"
Kata Andromeda sambil mengernyitkan alisnya yang tebal itu.
"Apa istimewanya?"Kata Andromeda sambil menatap tajam ke-3 buku tersebut.
Bersambung...
Karya ini hanyalah fiksi dan imajiner author di harap bijaksana dalam membaca ok, dan juga mengambil sisi positifnya terimakasih 🙏