
"Benar oh ya,kalau orang yang sangat suka bintang-bintang apa namanya?"Tanyaku pada Andromeda menatap kedua bola matanya yang indah itu.
"Astrophile,benarkan?"Jawab Andromeda padaku sambil memiringkan badanya dan memandang kedua bola mataku.
"Benar kau lumayan juga ternyata,kalau orang yang sangat menyukai malam dan kegelapan apa namanya?"Tanyaku kepada Andromeda dan menatapnya dengan lembut serta penuh perasaan.
Namun,entah kenapa jantungku hari ini mulai berdegup,melihat wajah Andromeda yang saat ini sedang menatapku dari samping.
"Em,tentu saja Nictophile."Tukas Andromeda dan melayangkan senyumannya yang manis dan bisa melelehkan es kutub utara ini.
"Bagus kenapa kau pandai sekali?Tanyaku sambil menahan degup jantungku saat ini.
"Ya Tuhan aku harap jantungku,bisa tenang aku takut jika makhluk serampangan yang manis ini mendengarnya."Ucapku namun di dalam hati.
"Aku memang tidak suka membaca buku aku mudah bosan,namun aku masih punya cara lain untuk belajar,aku biasa observasi pasar saham,mendengar berita serta melakukan riset pasar."Kata Andromeda padaku,namun aku tidak mengerti apapun yang ia katakan kepadaku saat ini,aku pun menahan nafasku beberapa saat agar tidak ketahuan olehnya.
Aku mencoba mengalihkan dengan bertanya kepadanya.
"Kalau orang yang mencintai matahari, saat sedang tenggelam apa namanya?"Tanyaku padanya aku berharap dia tak bisa menjawab pertanyaanku, agar terbebas olehnya.
"Jika menjawabnya,maukah mengabulkan
satu permintaanku?"Tanyanya lagi padaku dengan lirih dan terdengar sangat merdu di telinga.
"Baik aku akan mengabulkannya,"jawabku dengan menatap wajahnya yang tampan serta sambil menahan nafasku,dan detak jantungku yang semakin tidak karuan.
"Jawabannya adalah Opacarophile."Kata Tuan Andromeda ini sambil menarik pinggangku mendekat ke tubuh kekarnya sambil menatap dengan intens.
Pandangan bertemu saling menatap dan bisa melihat kedua bola matanya yang indah dan nafasnya, terasa hangat.
"Ayolah aku sudah bisa menjawab semua pertanyaanmu itu,sekarang kau harus patuh padaku,sebentar saja."Ucap Andromeda lagi penuh perasaan dan menatap kedua bola mataku seolah aku tersihir oleh mantra dari penulis kesayanganku J.K.Rowling itu.
Dia pun mendaratkan bibirnya yang seksi itu,di bibir kecilku sambil me*****tinya, dia me***** dengan lembut bibirku dengan penuh perasaan.
Dia menutup matanya yang indah itu sambil merasakan sensasi hangat,****** antara sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta.
Dengan perasaan yang mendalam,ada berapa arus tegangan listrik yang saat ini mengalir di antara kami.
Serta aku sudah tidak kuat dengan serangan yang secara tiba-tiba ini,dia melu*** dengan pelan namun dengan penuh perasaan,dan aku hanya bisa diam ,tidak berkutik sama sekali.
Hidungnya yang panjang ini sesekali terlihat sangat menonjol.
Aku pun mengikutinya,melu*** bibirnya yang merah seksi dan indah itu, rasanya itu sangat mirip begitu lembut seperti cream blackforest yang sangat manis.Namun aroma nafasnya sangat harum seperti daun mint. Secara tak sadar kami berdua sudah berciu***.
Beberapa saat kami terlena dengan suasana itu dan terjadi kehilafan lagi,dan Andromeda tak mau melepaskan tanganya melingkar di pinggangku sambil men***mi bibirku dengan lembut.
"Ayolah aku tidak akan melukaimu,berikan aku konpensasi ok."bisik lembut sang tuan muda dan meneruskan kegiatannya.
"Tok...tok...tok..."Suara ketukan pintu dari kamar memecah suasana yang hening itu terdengar nyaring.
"Sialan berani menggangguku!"Andromeda mengumpat karena suara ketukan tadi jadi dia menghentikan kegiatan belajar mengajar
antara bibir satu dengan bibir lainnya.
"Siapa?"Tanya Andromeda pada seseorang yang mengetuk pintu itu.
"Saya Tuan muda ada kiriman dari Manhattan seekor Elang Emas."Kata Hendrik kepada tuan Andromeda dari balik pintu kamarnya.
Akupun bangkit tubuhku yang panas dingin aku tak kuat menahan rasanya,serta kenapa aku bisa-bisanya sangat patuh pada berandal tengik ini"Sialaaaan"umpatku dalam hati ini.
"Biarkan saja,taruh saja di situ nanti aku pasti akan mengambilnya!"Seru Andromeda pada pelayannya tersebut.
Dan ia memandangiku kenapa aku sudah beranjak dari kamarnya itu.
"Sudahlah ayo kita keluar,kenapa jika bersama kamu,aku tak bisa berfikir jernih sama sekali." Ucapku kepada Andromeda karena bingung kenapa aku harus mematuhinya.
Kenapa juga aku bisa tidak berkutik dengan kalimat yang dia lontarkan padaku.Lalu aku menggaruk-garuk rambutku.
"Astaga!,huuuu..."Aku menghela nafasku lalu menuju pintu kamarnya dan membuka pintu kamarnya.
"Ceklek"
Putih keluar kamar Andromeda karena sangat bingung,dengan keadaanya yang tak bisa di nalar ataupun di jelaskan dengan satu rumus matematika sekalipun,karena dia pun terbiasa menyelesaikan permasalahannya yang ada hanya dengan rumus yang sangat ia sukai itu,barulah benar-benar terpecahkan dalam mengambil suatu tindakan.
"Apa yang kuperbuat?,ckk aku selalu kacau bila sedang berdua dengan makhluk itu,tapi kenapa aku menurutinya?"Kataku dalam hati sambil bergumam.
"Astaga kacau balau."Ujar Putih sambil berlalu pergi ke ruang tamu melihat Elang Emas Andromeda yang sudah datang.
"Wah sangat gagah perkasa,serta tampan seperti pemiliknya."Ujarku pada burung Elang ini yang diam menatapku dengan penuh rasa penasaran dan terkejut.
Andromeda turun dari tangga mendekatiku
"Duk...duk..duk..."Suara langkah kakinya.
"Ternyata sudah datang ayo kita ke taman."
Ajak Andromeda kepadaku sambil menarik lengan dan membawa sangkar burung Elang yang baru saja datang itu.
Beberapa saat kami sudah sampai di taman Andromeda yang sangat luas dan indah ini.
Kami berdua mengamati burung Elang Emas ini
"Kita beri nama siapa ini?"Tanya Andromeda kepadaku.
"Siapa ya enaknya ya?"Aku berfikir sejenak.
"Bagaimana thanos?"Ujarku pada Andromeda
"Hei,ini betina bukan jantan,aku ingin elang ini seperti dirimu,aku akan membawa kemana- mana."Ujarnya kepadaku sambil menatapku penuh perasaan.
"Apa dia betina,kenapa tidak jantan saja?" Tanyaku padanya dengan sangat penasaran.
"Dengarkan,kau memang sangat mengetahui semua hal,namun perlu ingat bahwa elang betina lebih hebat, pandai jika berburu!" Ucap Andromeda padaku sambil tersenyum tipis.
"Mereka bisa mengalahkan para elang jantan sekalipun,kau tak mengetahuinya ya?"Tanya Andromeda padaku sambil melirik, menatap burung elangnya yang sangat elegan.
"Apa yang di bicarakan berandal ini,betina?" Tanyaku dalam hati dengan rasa penasaran kenapa memilih jenis betina.
"Hai,apakah kau lelah?,aku akan memberimu makanan yang kau sukai saja." Andromeda berbisik lembut kepada burung elangnya yang berjenis kelamin betina.
"Hendriiiik!"Seru Andromeda pada Hendrik pelayannya,sambil menatap burung elangnya.
"Ya Tuan muda."Jawab Hendrik.
"Bawakan makanan untuk burung elangku." Ucap Andromeda kepada Hendrik pelayannya itu.
"Baik Tuan muda."Jawab Hendrik dan ia pun berlalu meninggalkan kami untuk mengambil makanan.
"Wah,lumayan juga langsung bisa mempunyai ikatan batin dengan hewan peliharaanya ini."
Ucap ku padanya dengan lirih sekali dia tidak mendengarnya,dia pun asyik dengan hewan peliharaanya yang baru.
Bersambung...