
"Kau ini Ketua OSIS jangan bilang begitu,nanti kalau dia kalah bagaimana?"Tanya dari Shinta padaku dengan penasaran.
"Hahhahahhahahahha."Tawaku.
"Dia kalah atau tidak, tidak akan masalah karena namanya orang suka tak di ukur oleh kemenangan ataupun hal lainnya." Ucapku pada Aline dan Shinta agar dia paham arti suka dan cinta pada dunia seni lainnya bukankah seharusnya demikian.
"Memang kalau dia nanti kecewa bagaimana, dan kalau kalah?" Tanya Aline dan dia masih saja penasaran kenapa aku berbohong.
"Sudahlah, walau dia tak menang tak apa-apa aku rasa dia itu setidaknya sudah berusaha." Jawabku kepada Aline yang terlihat sangat penasaran. Namun aku rasa jawabanku tidak menghentikan rasa penasarannya , dia tetap tak paham namun tak bertanya lagi.
Walaupun menyukai sesuatu lebih baik tidak berlebihan sewajarnya saja, juga menyelami sesuatu dunia yang kita idam-idamkan itu harus realistis dan tak beraharap banyak juga tidak terjerumus serta terjebak dengan yang namanya kata-kata.
"Ayo kita lanjutkan."Seruku kepada Aline dan Shinta sambil berjalan maju menyisir jalan pada semua tenda murid baru.
"Hei,adik kelas kau memasak apa kakak mau lihat?"Tanyaku pada ketua regu dan melihat sorot matanya,nampak bingung karena dia mungkin belum mempersiapkannya.
Dia gugup karena kedatangan kami bertiga, dan dia berdiri sambil mengamati kami .
"Maaf kak,aku hanya bikin sambel saja, dan
apakah boleh masuk hitungan?"Tanya ketua regu itu kepadaku dengan raut wajah muram.
Dia gadis cantik yang sedih karena kecewa tidak bisa di andalkan dalam kelompoknya.
Namun karena dia masih mau berusaha, aku rasa dia perlu di hargai saja, bukankah jika hal seperti ini terjadi pada diri kita sendiri maka kita juga tak mau di remehkan, dan di beri umpatan atau kata-kata kasar membuat akan lebih mematikan karakter kita, dan sedikit usaha yang tidak di beri apresiasi membuat dia akan berfikir tak usah berusaha daripada mendapat caci dan makian.
Serta ada sedikit kekecewaan karena dia itu sebagai ketua regu seharusnya lebih tangkas,
dan siap untuk semua kegiatan MOS hari ini.
"Hahahahah,"akupun tertawa terbahak-bahak.
"Ya gak papalah,sambel itu kan juga termasuk makanan,apa kata dunia jika tak ada sambel?
"Jawabku tegas pada ketua regu tersebut dan tersenyum supaya dia tak malu dengan hasil memasaknya hari ini.
"Baiklah aku akan membawanya kak makasih ya." Ucap gadis tersebut sambil membawa sambel.
"Wau,ini fantastis kesukaan Shinta dan Aline ya ya kan?"Tanyaku pada Shinta dan Aline.
"Benar sekali,ini mantul mana nasinya?"Tanya Aline dan Shinta sambil menahan air liurnya yang hampir menetes.
"Aku ambilkan kak."Ucap gadis itu pada kami dan mengambil satu piring nasi yang hangat di sajikan di meja setelahnya.
"Wah,aku makan ya."Ucap Aline dan Shinta pun ikutan nimbrung memakan nasi hangat sama sambel teri pete.
Mereka berdua makan dengan lahap padahal ini hanyalah penilaian,yang seharusnya hanya mencicipi sedikit saja, sudah cukup walaupun demikian aku melihat mereka makan dengan lahap duduk di samping mereka. Aline dan Shinta sedang lupa daratan jadi mereka tak sadar kalau sedang menjadi juri.
"Hei,yang benar saja kalian ini,menikmati dan menghayati sambel teri buatan adik kelas!" Ucapku pada Aline dan Shinta menggeleng- gelengkan kepalaku beberapa kali.
Namun mereka pun mengabaikannku,mereka hanya sibuk mencocol mengunyah sambil teri pete bikinan adik kelas.
"Hei..Aku menunggu berandal ini yang sedang kuliner,aissshhh ckkk."Ucapku apa boleh buat.
Setelah Shinta dan Aline kenyang lalu mereka menghabiskan dua piring nasi,satu mangkok sambel teri juga mereka pun kekenyangan.
"Apakah enak,kalian sudah kenyang?"Tanyaku pada Aline dan Shinta karena sudah melahap semua sembel teri beserta nasi hangatnya.
"Ayo Ketua OSIS kita melanjutkan,ke regu yang lainnya."Tukas Shinta sambil menarik lenganku.
Kami pun sudah berhenti di regu selanjutnya, juga siap menilai masakan berikutnya yang pasti akan lebih bewarna,dan semangat untuk mencicipinya.
"Ayo tunjukkan masakan kalian,adik kelas." Kataku pada ketua regunya sangat penasaran makanan apakah yang akan kami bertiga ini temui selanjutnya.
"Ini kak kami masak gado-gado cobalah."Ucap dari ketua regu tersebut sambil membawa satu piring gado-gado.
Dengan toping bumbu kacang lembut berasa gurih, dan lezat di taburi kerupuk tak lupa bawang gorengnya.
Ini adalah gambar gado-gado yang di masak regu ini.Hampir mirip pecel namun bedanya ini sayurannya ada wortel,kentang, serta terlur rebusnya,miriplah yah cumak beda toping dan sayur aja,sama di beri saus kacang.
Karena Shinta dan Aline kekenyangan aku pun yang mecicipinya,jika tidak siapa yang mencobanya. Hanya mencicipi sedikit saja ternyata rasanya sangat mirip dengan orang yang berjualan di pinggir jalan.
"Hemmm enak adik kelas,makasih ya atas kerja kerasnya,semoga sukses." Ucapku padanya dan tersenyum melihat ekspresi wajahnya yang berseri-seri.
Dia terlihat sangat senang atas pujianku, dan bahagia juga ada sedikit kebanggan tersendiri atas hasil kerja kerasnya, walau hanya satu piring masakan yang aku cicipi tadi, karena hasil usaha diri sendiri membuat kita merasa ada perasaan waah jika berhasil. Puas dan lega terlihat jelas pada wajah ketua regu ini.
"Iya kak terimakasih,"jawab adik kelas dan aku pun pergi meninggalkan regu ini dan menuju regu lainnya.
"Hallo apa yang kalian masak hari ini?"
Tanyaku pada ketua regu ini sambil melihat ekspresi wajah mereka.
Yang sangat sumringah aku rasa masakan mereka juga sesumringah senyum mereka.
"Ini kakak aku bikin rujak manis."Ucapnya dan dia membawa rujak manis itu ke hadapan kami.
"Wah Shinta,Aline,kita menemukan harta karun gimana seger nggak?"Tanyaku pada Shinta dan Aline sambil melihatnya saja.
"Wah..harta karun Jack Sparrow nich mari kita hancurkan."Seru Shinta kepada Aline mereka lupa kalau sudah melahap nasi dua piring beserta sambel terinya itu.
"Gomawo saranghae."Ucap Aline pada adik kelas sambil menikmatinya.
Setelah beberapa menit kemudian ludes di babat habis oleh makhluk bernama Aline dan Shinta ini,aku hanya menggelengkan kepala tanda takjub juga heran,badan mereka kecil dan ramping namun cacing di dalam perut
mereka lebih besar,makanan apa saja sudah di lahap Aline dan Shinta.
"Sambil menyelam minum air nich"
Kami pun duduk beristirahat karena kelelahan, sudah jadi juri serta berkeliling tenda melihat masakan para adik kelas kami semua yang enak-enak dan super kreatif.
Bersambung...