The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 146 PERSAMI 3 "Mendirikan Tenda"



"Apakah memang benar tidak tahu,apa kau berpura-tidak tahu?"Tanya dari Riko padaku sambil mendekat padaku mengamati tubuhku yang masih ada sisa luka memar.


"Memang benar aku tidak tahu kalau itu sudah basi,lagi pula menurutku rasanya enak."Ujarku polos pada mereka semua yang menatap lekat.


Erick dan Deni pun kemudian menyingkirkan makanan dari atas meja,setelah itu mereka membuangnya di tempat sampah.


Aku lihat Deni dan Erick menjalin aliansi agar aku tak melanjutkan makan,makanan basi itu.


"Sudah-sudah mari kita fokus untuk acara hari ini."Ujar Erick menyela percakapanku dengan Riko sembari duduk di sampingku.


"Apakah lukamu sudah sembuh?"Tanyaku pada Erick sambil mengamati wajahnya


ternyata dia sudah sembuh hanya tinggal beberapa luka,aku rasa tidak masalah.


"Ku lihat,kau mempunyai luka,siapa yang berani memukulimu?"Tanya Erick sangat penasaran dia mengira mungkin aku dipukuli Andromeda.


"Ckk..ayolah tidak apa-apa,kita lanjutkan acara hari ini saja."Ucapku dengan serius pada Erick biar tidak kepo denganku.


"Baiklah maafkan aku,kemarin badanku tidak enak,jadi untuk menebusnya kita harus fokus untuk kegiatan PERSAMI ini agar lancar!" Ujarku pada semua anggota OSIS yang duduk melingkar disini saat ini.


"Baik Ketua OSIS!"Jawab mereka kompak dan ku lihat Rion masuk kedalam ruangan namun tetap diam,dan mendengarkan percakapanku dengan semua anggota OSIS disini.


"Sekarang aku,Aline,dan Shinta akan melihat semua kelompok siswi putri!"Ujarku dengan tegas kepada semua anggota.


"Lalu Kakak kelas,Deni,Riko,Leo,dan Deni akan melihat semua kelompok para pria,pastikan tenda mereka bisa bediri dengan baik!"Ujarku pada semua anggota OSIS yang hadir dalam rapat hari ini.


"Siap!"Jawab mereka dengan kompak dan bubar.


Mereka melakukan tugasnya masing-masing karena tanpa mereka,aku adalah Ketua OSIS yang tak berdaya,seperti cangkang kosong .


Bagiku tidak ada jabatan tinggi atau rendah, hanya saja kami semua disini melakukan apa yang sudah menjadi tugas kami, bersatu padu untuk melaksanakan acara PERSAMI tahunan


Dan kami selalu menghargai semua pendapat para anggota OSIS lainnya, jika kami masih menemukan masalah maka kami mevoting suara terbanyak diantara kami, sampai semua perbedaan dan masalah mendapatkan satu solusi yang pas, dan bisa memecahkannya.


Maka dari itu pemimpin juga harus bisa jadi sahabat mereka,akan terjalin hubungan yang baik dan lancar dalam berorganisasi,dan juga terkadang orang yang kita anggap rendah derajatnya bisa saja dia lebih berwawasan


Aku pun sudah ada di dalam lapangan saat ini.Aline dan Shinta juga membantuku.


Rion masih saja berada di belakangku,tak mau bergabung dengan Erick,Leo,Deni,dan Riko.


"Hei,kau kenapa mengikutiku?,ikut Erick saja." Ucapku pada Rion agar tak membuntutiku.


"Aku merasa tugas yang lebih berat adalah wanita, kalau memasang tenda prialah yang lebih jago!"Ucap Rion dengan sangat tegas sambil mengambil alih pekerjaanku,dan menyimpul serta memasang pasak untuk adik kelas yang tendanya belum berdiri tegak.


Rion sangat cepat, tenda itu berdiri dengan tegak dalam kurun waktu 15 menit saja.


Aline dan Shinta menatap Rion dengan sangat takjub.


"Wah...kau menemukan dimana pria seperti ini?"Tanya Aline sambil memandang wajah Rion yang sedang berkeringat. Berpeluh dan nampak sangat seksi, tidak itu saja beberapa kali dia mengusap beberapa tetes keringat di wajahnya, Aline dan juga Shinta memandang sangat fokus ke arah Rion tanpa berkedip.


"Wah hebat sekali,kenalkan namaku Shinta." Ucap Shinta pada Rion sambil mengulurkan tanganya.Berharap Rion mau berkenalan dan bersalaman.


Namun Rion tetap cuek bebek,dan seperti biasa dia meng kacangkan,para gadis yang sedang terpesona oleh ketampanan pria ini.


"Aish kita keliling lagi,mencari adik kelas yang belum bisa mendirikan tendanya." Ucapku lagi dengan tegas pada Aline dan Shinta agar cepat selesai.


Setelah satu jam berlalu semua tenda sudah berdiri semua dengan tegak,tentu saja hal ini sangat meringankan pekerjaanku hari ini.


Dengan adanya Rion yang membantu semua kegiatan ini,kulihat dia berpeluh tidak seperti bisanya,dia juga membiarkan keringatnya menetes jatuh dan badanya kotor.


Jika mysophobianya membaik berarti Rion telah berhasil mengalahkan,egonya sendiri dan berubah menjadi pria normal seperti pria-pria lainnya.


"Apakah,kau tak lelah?"Tanyaku pada Rion dan mengamati ekspresi wajahnya penuh dengan keringat itu.


"Tidak."Jawab Rion dengan singkat padat dan jelas.


Beberapa menit pun aku mengingat pria yang sedang bermain basket dengan banyak tetes keringat di sekujur tubuhnya, lalu ia mengibas ngibaskan baju seragamnya, juga membuka kancing atasnya dua biji, maka aku berusaha fokus, membuyarkan imajinasiku.


"Hah,sudahlah mungkin aku sedang pusing." Kataku namun di dalam hatiku saja.


Setelah semua tenda para kelompok siswa pria berdiri semua,kami pun beristirahat di dalam sebuah ruangan kosong,dan meminun es jus jeruk kesukaanku.


Erick membelinya di depan gerbang sekolah.


Mungkin dia tahu kalau aku sangat suka jus jeruk,maka dia membelikan semua anggota OSIS agar aku tidak curiga.



"Hah..lelahnya."Gerutu Riko sambil meminum es jus kiwinya. Dan dia mengibas-ngibaskan seragamnya karena kegerahan


"Benarkah,bukankah sangat menyenangkan." Ucap Deni dari menimpali gerutu Riko lalu menyeruput jus jambu yang segar manis dan kental di tangan kananya.


"Benar sangat menyenangkan."Ucap Aline sambil menatap wajah Rion yang berpeluh dan menyeruput jus mangga kuning yang menggoda selera.


"Aku rasa sangat menyenangkan karena kita ada tambahan anggota ekstra yang sangat hot."Ujar Shinta sambil mengamati Rion yang duduk di sebelahku,sambil menyeruput es jus degan yang manis segar dan kaya akan ion pengganti cairan tubuh.


"Sruuuut...sruuuttt"


Aku melihat Shinta dan Aline masih menatap wajah Rion tersenyum,Rion lumayan juga bisa membuat para gadis meliriknya. Karena Rion biasanya hanya menjadi pria pendiam tidak mau berbaur dengan teman yang lainnya saja


Tak itu saja dia memilih menyendiri, lalu dia akan mengamati teman-temannya sedang bergurau dari kejuhan, karena mungkin Rion bukan tak mau, namun hanya merasa dirinya tidak bisa berbaur takut untuk bersosialisasi.


Padahal dulu dia adalah pria yang suka sekali menyeka tubuhnya dengan tisu basah juga


dia tak mau kotor sama sekali,bahkan jika dia berkeringat sekalipun tak mau.


Aku pun menggelengkan kepalaku,tersenyum setelahnya,bukankah ini lebih baik daripa Rion diam menyendiri dan tak mau beraktivitas.


"Aku juga membawa makanan,makanlah."


Kata Erick membawa beberapa camilan,agar semua anggota OSIS bisa mengobrol santai dan makan camilan di waktu istirahat kami.




Karena hari ini adalah hari sabtu, ada banyak jadwal dan acara yang harus kami kerjakan.


Bersambung...