
Kemarilah Pleidas aku ingin kau menunjukkan tanganmu itu."Ujarku pada Pleidas berandal ini agar mau mengulurkan tangannya padaku
"Ini lihatlah."Jawab Pleidas dan mendekatkan diri padaku seraya membuka kepalan tangan besarnya itu.
Aku pun mengamatinya,ibu jari Pleidas yang sebelah kirinya itu bewarna kuning atau tidak ternyata bewarna kuning ada bekas kunyit di ibu jarinya itu.
Aku pun mengamati ekspresi wajah Pleidas dia ternyata ada perasaan bangga dengan dirinya.
Dan aku yakin sekali dia membohongiku, dan
dengan cara merangkai semua buktinya mulai dapur yang berantakan sampai ibu jarinya yang bewarna kuning itu.
Namun aku sudah paham walaupun demikian aku pun mengurungkan niatku membongkar kebohongannya Pleidas di depan para pria ini karena suatu hal.
Dengan kata lain aku berbohong pada semua orang, karena suatu hal.
"Baiklah Erick,kau tak seharusnya curiga,dia tak berbohong lepaskan dia."Ujarku kepada Erick sambil mendekati Rion.
"Benarkah,tumben kau bilang begitu."Ujar dari Erick tak puas sama sekali dengan apa yang sudah aku ucapkan, namun aku tetap tidak menghiraukannya.
"Hei,Rion kau pulanglah ya untuk hari ini saja ok ada Andromeda di depan kau tahu sendiri kan." Bisikku pada Rion sambil mengamati ekspresi wajahnya kecewa.
Aku paham sekali berarti Rion ini juga sudah tahu bahwa Pleidas berbohong melakukan tindakan kecurangan.
Rion menyeretku menjauh dari anggota OSIS lainnya.
"Ada apa,kau sangat penasaran kenapa aku berbohong?"Tanyaku kepada Rion kemudian tersenyum tipis penuh intrik setelahnya.
"Dia itu penuh tipu muslihat, dan kau harus hati-hati. "Ucap Rion memperingatkanku sambil menatap kedua bola mataku.
"Iya aku paham,sudahlah mengalah saja untuk hari ini kau akan paham nanti."Kataku lirih pada Rion.
"Aku pulang dulu kalau begitu ya,"kata Rion dan berpamitan kepadaku.
"Iya hati-hati."Ucapku kepada Rion kemudian sambil melambaikan tanganku.
Kulihat punggungnya mulai menghilang,dan pergi menjauh menuju rumahnya.
Aku kembali menuju tenda Pleidas,namun Erick masih belum puas,karena tahu Pleidas sedang berbohong pada kami.
Tidak menghargai jerih payah orang lain,yang harusnya sportif.
"Ayolah mengaku saja,kau ini pria tahu kan arti pria jantan,apa mulutmu berjenis betina?" Tanya Erick sambil menyeringai, mengambil ancang-ancang judonya. Erick adalah pria yang tak suka kebohongan, dia amat suka dengan kata kejujuran saja .
Berbeda denganku aku,tidak terpaku oleh kata benar atau salah,karena sejatinya mereka itu satu pasang.
"Hei bukankah sudah bicara menjelaskannya padamu,Ckk dasar bodoh!" Kata Pleidas yang tidak sopan pada Erick sedang marah,karena merasa terhina.
"Aku akan menghajarmu!!!."Ujar Erick marah dan kesal pada Pleidas.
Aku pun datang menengahi mereka karena aku sudah pusing,serta terik matahari yang mulai menyengat ini membuatku tak nyaman.
"Sudahlah kakak kelas,aku mohon istirahatlah aku rasa kelelahan,biar Leo,Riko dan Deni saja yang melanjutkannya."Ujarku kepada Erick dan menarik lengannya untuk menghindari Pleidas.
"Iya aku saja yang melanjutkan."Kata Deni pada Erick agar mengalah.
"Sudah sudah,dramanya kita akhiri,lagipula aku ini muak dengan pria disampingmu itu Ketua." Ucap Leo padaku sambil menyeringai karena aku tidak seperti biasanya.
"Ayolah apa untungnya,kita berdamai saja." Ucapku pada mereka agar menyudahi hal ini.
Mereka pun melanjutkan tugas mereka untuk menilai lomba memasak untuk pria dan pergi ke tenda lainnya.
Aku pun mendekati Pleidas dan mengamati ekspresi wajahnya yang menyebalkan itu,dan dia memang benar pria yang terbiasa dengan kebohongan yang terencana.
"Dengar,aku hari ini memberimu kebebasan bukan tidak ada alasan."Ucapku kepadanya mengamati ekspresi wajahnya.
Dia begitu terlihat sudah terbiasa dengan berbohong.
"Dengarkan lagi,manusia itu akan mendapat balasan tiap dari kata-kata yang keluar dari bibirnya paham."Kataku pada Pleidas agar dia jerah dan tak berbohong lagi.
"Lalu kenapa kau tidak mengungkapkan saja kebohonganku kepada semua pria itu hmm?"
Tanyanya penasaran padaku mengertnyitkan kedua alisnya.
"Hem,agar terpancing maksud besarmu yang mau mengadu domba semua pria."Ucapku pada Pleidas karena aku sangat sebal dengan tindakkannya aku pun hanya tersenyum kecut
"He,ternyata kau tahu ckk dasar gadis ini aku tahu kenapa Andromeda selalu membolos."
Ujar Pleidas sambil menyeringai kemudian tersenyum tipis.
"Hei,jika kau ada masalah jangan lampiaskan pada acara MOS dan sebelum kesabaranku habis!" Memperingatkan Pleidas , membenahi baju seragamnya dan aku pun menatap kedua bola matanya, tersenyum tipis .
"Dasar gadis ini berani kau menantang pria?" Protes Pleidas kepadaku sambil menyeringai.
"Kau tahu,banyak pria brengsek sepertimu yang aku takhlukan ingat!"Ucapku padanya mengingatkannya sambil mengamati wajah yang penuh tanda tanya padaku.
Pleidas pun menyeringai dan mengamatiku tanpa rasa takut,mungkin karena dia terbiasa dalam kebohongan dia tahu aku hanya akan membuatnya jerah.
"Kau kira aku bodoh,aku ini pria cerdas,tanya pada Andromeda?"Pleidas memincingkan matanya, dan meremehkan aku .
Ternyata Andromeda yang tidak sabaran itu sudah ada di dekatku dan melihat kami adu mulut,mulai angkat bicara.
"Aish berandal ini,hei kembalilah kehabitatmu aku rasa para hewan di penangkaran sangat rindu padamu saat ini!"Ujar dari Andromeda sambil melotot dengan serius dia sangatlah membenci pria yang bernama Pleidas ini.
"Dasar brengsek fuc*!"Umpat Pleidas dan menyeringai tak terima ledekan Andromeda kalau dia mirip seekor hewan di penangkaran.
"Kau kira siap berani seenak mulutmu itu, aku ini tidak mengganggumu ." Suara dari Pleidas lirih dan melotot melihat Andromeda marah.
"Kau, kira aku pria yang bodoh, sudahlah pergi saja kau tak akan mendapat apa-apa?" Gertak dari pria ini pada Pleidas.
"Oh, kau ini tak berubah sama sekali dan tetap sombong, dan angkuh." Protes Pleidas dan ia pun tersenyum penuh intrik dia menundukkan wajahnya, sambil melirik ke arah kami.
Kenapa aku berbohong pada para pria kalau Pleidas,benar memasak masakanya sendiri karena aku menghindari baku hantam,serta biar tidak ada keributan,bermaksud untuk memberi peringatan Pleidas agar tidak lagi mengulanginya .
Perbuatan berbohong memanglah tidak baik, namun terkadang berbohong untuk kebaikan masih bisa di toleransi, adakalanya manusia harus berbohong karena semua hal juga tidak bisa di lakukan dengan hal sejujur-jujurnya.
Jika aku tersulut dengan akal busuk Pleidas maka yang terjadi adalah baku hantam para pria ini yang, akan menimbulkan masalah besar paham kan,dan juga berbohong bisa di lakukan siapa saja,siapa melarangnya untuk berbohong, namun janganlah kalian semua menganggap berbohong adalah hal yang mudah diontarkan, karena kebohongan akan membutuhkan kebohongan yang lainnya lagi.
Bersambung....