The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 53 "Mencari Celah"




Sebagai kendaraan yang super mewah, maka


mobil ini di lengkapi dengan banyak teknologi canggih,fasilitas mewah, yang memanjakan penumpangnya.


Varian mobil ini sangat mudah di bedakan karena memiliki bentuk yang sangat amat mencolok,dengan ukuran bodi yang sangat panjang dan memiliki lebih dari empat pintu.


Pintu mobil itu pun mulai terbuka kulihat ada seseorang yang keluar, dari balik mobil hitam tersebut. Dan melangkahkan kakinya secara pelan namun pasti .


kletok... kletok mendekatiku,Akupun amat penasaran kenapa ada seorang pengendara mobil mewah berhenti di toko kecilku,"apakah orang ini mau syuting Drama Korea?"Kataku sambil mengamati dari kejauhan.


Seseorang pun turun ,dia memakai jaket kulit hitam,dan memakai kaca mata hitam yang sangat tebal ,serta tingginya kira-kira 190 cm.


Pria yang kekar badan tegap juga maskulin, dan aku rasa dia seorang model, yang hendak promo baju, sepatu, kaca mata, mobil yang ia kendarai, dengan berjalan dengan percaya diri amat tinggi, derap langkahnya terdengar jelas di telingaku, dan kacamata hitam tebalnya itu menutupi kedua matanya.


Maka aku tak bisa melihat dengan jelas siapa orang tersebut, dengan penampilan seperti itu


Hanya bisa mengamati dari kejauhan siapa pria yang bertubuh tinggi, berjalan dengan santai dan seperti seorang model pria, dari sebuah majalah yang mau mampir ke sebuah toko kecil ini .Dia pun mulai mendekat lagi dengan kaki jenjangnya itu .


Semakin mendekatiku,dan membuka kaca mata hitamnya. Lalu ia pun berdiri di samping dan mulai buka suara, dengan tersenyum .


"Hi...,Putih how are you today,are you fine?"


Kata Diego sambil menundukan badanya yang tinggi itu.


"Aku kira itu Kim Woo Bin,eh ternyata kau?"


Kataku kepada Diego sambil melanjutkan menyapu terasku. Aku pun tak penasaran lagi setelah ia membuka kaca matanya yang tebal Dan mengetahui identitasnya .


"Hei,gadis tengik,siapa Kim Woo Bin itu?"Kata Diego kepadaku dengan sangat penasaran.


"Kau tak akan pernah tahu, dia adalah pria yang sangat jantan dan maskulin dia juga idolaku,tak sepadan denganmu itu!"Kataku kepada Diego sambil menyapu teras tokoku.


"Hei, gadis tengik maukah kau jalan-jalan dan juga menikmati cuaca yang sangat cerah?"


Kata Diego padaku bertujuan merayuku.


"Aku,sedang sibuk,lagipula kenapa kau sok akrab denganku,pergi sana urusan kita sudah selesai!"Kataku kepada Diego supaya pergi meninggalkanku karena aku berencana untuk menyapu semua bagian teras depan tokoku.


"Ayolah,aku minta maaf tempo hari tak akan kuulangi lagi,seperti kejadian malam itu dan kepada bibimu juga aku akan meminta maaf!"


Kataku pada Diego kepadaku sambil merogoh sakunya dan menyalakan rok** cerutunya itu.


Dan tiba-tiba Andromeda melihat Putih, yang sedang berbincang-bincang dengan Diego pun merasa geram dan sebal.


Karena dia terbakar api cemburu, Andromeda merasa cemburu kepada Putih yang sedang asyik mengobrol dengan Pria lain kemudian dia pun segera menghampirinya.


"Hei,kau....!kenapa kau ada disini?"Tanya Andromeda kepada Diego sangat terkejut


dan Andromeda mengenal Diego.


"Apakah kau mengenalnya?"Kata Putih kepada Andromeda dengan penasaran.


"Tentu saja,dia ini anak seorang mafia besar di Manhattan,tapi kenapa ada di sini?"Tanya Andromeda dengan sangat penasaran.


"Ayolah, waktu itu aku hanyalah bermain-main janganlah kau anggap serius ok." Ujar Diego dengan entengnya sambil menyeringai .


"Hei,Putih apakah Kau mengenal Andromeda ini?" Tanya Diego pada Putih sambil menatap tajam Andromeda.


Andromeda pun geram dan menarik lengan Putih di belakang badannya yang tegap itu.


"Of course Diego,she is my girlfriend,is there any problem with you?"Tukas dari tuan muda Andromeda dan memperkenalkannya kepada Diego dan sambil menyeringai.


"Are you serious he's your boyfriend?" Diego bertanya kepada Putih ,dan Dia pun memakai kaca mata hitam tebalnya lagi .


Putih yang berada di belakang Andromeda pun mendekati Diego seraya berkata.


"Hei , dengar bukan urusanmu , jangan sok akrab denganku , aku ingin membersihkan teras ini , shut your mouth and get out from here!"Kata Putih mengusir Diego dari teras toko Putih,karena sebal sudah sok dekat,dan sok keren.


"Oh, kau mau mengusirku dasar gadis tengik ! kau tak tahu aku ini siapa?" Protes dari Diego dan tak terima.


"Aish, bukankah urusan kita sudah selesai,aku harap pergi bawa mobilmu yang keren itu ok." Sambil meneruskan menyapunya , dan tak menghiraukan agar dia cepat pergi dari teras tersebut .


Diego nampak seperti pria yang tak mau tahu dan setelah semua yang ia perbuat, membuat Bibi berhutang banyak dan memberi bunga sangat tinggi .


Seperti tidak ada kejadian apa-apa setelah menipu bibinya, sampai bibinya berlutut di hadapan Diego.


Diego pun mulai kesal di usir akhirnya,masuk kedalam mobilnya,kemudian sopir Diego pun memutar kemudi ke arah berlawanan.


"Aku kira, kau ini hanya seorang gadis yang polos ternyata kau mengenal Diego?" Tanya dari si Andromeda dan dengan ekspresi amat serius.karena merasa kesal, cemburu .


"Aku ini tidak mengenalnya , dia hanya tanya jalan, aku juga tidak tahu jalan yang dia di tanyakan?"Kataku kepada Andromeda sambil meneruskan menyapu teras.


"Apakah benar hanya tanya jalan saja?Jalan mana yang di tanyakan olehnya?"Tanya abang Andromeda dengan penasaran.


"Jalan menuju neraka!"Jawabku kepadanya sambil menahan tawaku.


"Gadis gila,aku sangat sebal denganmu!"Kata Andromeda merajuk kepada Putih karena dia merasa di bohongi dan pergi masuk kedalam gudang.


"Kenapa,para lelaki ini sangat merepotkanku, apa otak mereka sudah rusak?"Kata Putih bergumam sendirian.


Setelah teras toko bersih,Putih pun masuk kedalam toko dan bersiap-siap,karena jam segini biasanya banyak pelanggan yang datang untuk membeli keperluannya.


Ternyata baru aku membuka toko sudah ada banyak pengunjung berdatangan,ada ibu-ibu yang membawa 2 orang anaknya,serta ada pria yang membawa keranjang, beberapa anak kecil mau membeli camilan.


Ada lima gadis berseragam sekolah masuk juga kedalam toko dan melihat Andromeda yang berdiri di depan pintu gudang ,mereka pun menghampirinya.


"Wah, Oppa keren siapa namamu ?, hai oppa kenalkan ya namaku Cindy!"Ujar dari gadis beranama Cindy itu kepada Andromeda.


Mereka tidak mengetahui kalau Andromeda sedang merajuk kepada pacarnya yang sedang berjualan di toko itu .


Cindy tetap berdiri melihat wajah Andromeda yang sedang marah, dan merajuk seperti anak kecil yang tak di beri uang jajan dan permen oleh Mamanya .


Maka dia pun merajuk dan akan tetap berdiri menunggu perasaanya agak membaik.


Bersambung....