The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 140 "There is Problem"



"Huuu...hiks...hiks..hiks..."Suara rintihan kecil tangisku saat alunan itu terdengar di kedua telingaku ini,merasuk kedalam relung-relung hati dan sanubariku.


Bergetar membuatku sedih sedikit gembira dan juga ada perasaan haru. Aku juga sangat bingung dengan perasaanku saat ini.


Aku menangis,tapi tangisku adalah tangis kesedihan,hanya sedikit kebahagiaan dalam dunia ini,memang dalam dunia drama atau imajinasi selalu perempuan,atau seorang putri akan berahir bahagia,layaknya memang hanya ada di negeri dongeng semata.


Dokter Andrea dan juga Dokter Sharon itu pun memandangi kami.


Karena Andromeda berandal ini walaupun dengan segala tingkah abstraknya itu bisa mau bertindak seperti pria jantan,di depan seorang gadis yang ia cintai,namun berbeda dengan pasangan para Dokter ini.


Dokter Andrea hanya diam memilih untuk tidak melakukan apa-apa.


"Lihatlah berandal ini,mulutnya tak terkendali namun dia mampu menunjukan sikap gentle agar kekasihnya paham akan perasaannya!" Kata Dokter Sharon sambil menundukan wajah cantiknya yang seperti rembulan di malam hari itu.


Dia berkata demikian karena merasa iri dan kenapa mantan kekasihnya ini,tak mau sedikit saja berusaha untuk mempertahankan cinta yang dulu pernah mereka rasakan.Walaupun sudah berahir dengan pahit.


"Lantas maksudmu?aku tidak gentle?"Tanya Dokter Andrea kepada Dokter Sharon sambil menatap wajahnya yang seperti rembulan di malam hari.Cantik sekali.


"Tentu saja,ayo contohlah berandal di depan kita ,aku rasa bukan mulutnya yang besar!" Tukas Dokter Sharon kepada Dokter Andrea sambil tersenyum sinis tipis,serta menatap tajam Papa Willy ini.


"Hmm begitu,dia itu kan berbeda sekali kau bandingkan denganku,yang benar saja."Ucap Dokter Andrea kepada Dokter Sharon saat ini sambil tersimpul senyuman kekecewaan di bibir Dokter Andrea.


"Dasar lelaki brengsek!,kau tahu aku ini selalu menunggumu walaupun kau sudah menikah." Ucap Dokter Sharon sambil menyeringai.


"Tapi lihatlah dirimu selalu seperti itu,apakah es kutub selatanmu masih tetap membeku?"


Dokter Sharon wajahnya yang cantik berubah menjadi gadis yang arogan.


Karena pria di depannya tak mengerti sama sekali dengan perasaanya,yang setia sampai kapanpun juga.


"He..kau tak akan paham kenapa aku seperti ini,lebih baik kita tidak usah membahasnya!" Ucap Dokter Andrea kepada Dokter Sharon yang cantik jelita itu.


Di sisi lain Putih yang menangis,membuat tuan Andromeda ini sangat khawatir.


Kenapa seharusnya ini hal membahagiakan


akan tetapi kenapa malah menangis sangat sedih.


"Hei,kenapa menangis?sudah diamlah."Tukas Andromeda pada kekasihnya tersebut,sambil mengusap pipinya yang basah karena air mata.


"Hei,hentikan lagunya pergilah kalian!"Seru tuan Andromeda pada penyanyi pembawa musik itu.


Mereka pun pergi meninggalkan kami berdua.


Andromeda kira gadis ini menangis karena terharu pada lagu Angel Baby oleh Troye Sivan.


Tapi dia salah gadis merasa adalah hal yang tak nyata,dia merasa akan segera terbangun dalam mimpi ini jika sudah waktunya tiba.


Setelah beberapa menit gadis ini pun berhenti menangisnya.Dan Andromeda sangat sedih.


"Kenapa kau malah menangis?seharusnya kau senang."Tanya Andromeda sangat penasaran.


"Aku mau ke toilet dulu."Jawabnya sambil pergi ke toilet.


Andromeda memandangi kekasihnya itu dari belakang punggungnya, dia sangat bingung sekali kenapa dia malah menangis bukannya seharusnya sangat bahagia.


Dalam toilet terdengar suara pertengkaran dari luar.


"Plaaak..."Suara tamparan.


"Kenapa kau menamparku?"Tanya seorang wanita kepada seseorang yang menamparnya.


"Kau kira aku tidak tahu?,kau sudah selingkuh dan selalu membawa kabur uang dari brankas jangan kira aku pria bodoh!"Seru seorang pria tersebut dari depan toilet sambil melotot dan menyeringai pada wanita di depannya.


Tanpa basa-basi lalu pria itu pun menendang dan memukuli wanita dengan membabi buta.


"Bukkk gedebuk...buak...gedebuk... buakk!"


"Ah... toloooong!"Teriak wanita itu meminta tolong kepada siapapun.


Putih pun keluar dari toilet,langsung menekuk tangan pria tersebut memelintir agar tidak memukuli wanita dengan sembarangan.


"Kreteeeekk.."


"Arghhhh."Erangan dari pria tersebut.


"Berjanjilah kau berhenti memukuli wanita ini, jika tidak aku pastikan aku mematahkanmu!"


Tukas pada pria tersebut memelintir tanganya agar dia jerah dengan tindakkannya itu.


"Baiklah...baiklah lepaskan sakit sekali." Kata Pria ini,dan Putih melepaskan tanganya.


Namun dengan sangat cepat ternyata pria ini mengeluarkan pisau belati, menghunuskan ke arah Putih tanpa berfikir panjang.Dia menatap seperti seorang psikopat yang sangat gila akan membunuh korbannya.


"Jlep...jlep...jlep...jlep..jlep" Suara pisau yang menghunus seseorang, dalam dan sakit, serta mengerikan.


Namun gadis itu tak merasakan sakit, pada badannya dia merasa ada yang aneh, karena dia memejamkam matanya. Saat membuka matanya ternyata yang tertusuk bukanlah dia.


Ternyata yang di tusuk Andromeda,karena tahu kekasihnya sangat lama maka dia pun menghampirinya,pas tahu kalau kekasihnya dalam keadaan bahaya.


Dan Andromeda langsung memeluknya agar tak terkena tusukan pisau tersebut.


Karena tusukannya beberapa kali membuat Andromeda pingsan seketika dan tumbang.


"Braaakk..." Jatuh tersungkur bersimbah darah


Dan banyak darah tercecer di lantai, berbau anyir dan gadis itu pun masih sangat terkejut.


"Tidaaaaakkkkkkkk!"Teriakan menggema di semua sudut restoran,semua orang datang menghampirinya.


"Hei,kenapa Andromeda berdarah?"Suara Dokter Sharon terdengar di tengah-tengah kerumunan itu.


Namun Putih sangat bingung kacau karena Andromeda takut dengan darah,Putih pun saat itu menangis sekencang-kencangnya.


"Huaa....hua...hua..."Tangisan kencang Putih memecah kerumunan.


Andromeda di bopong oleh beberapa pria termasuk Dokter andrea.


Mereka membawa ke Jupiter Hospital Rumah Sakit milik keluarga Andromeda.


Tampak Putih sangat gugup bingung sekali karena Andromeda phobia darah,dan juga tidak ada yang boleh mengetahuinya.


"Apa yang harus aku lakukan Tuhan?"Ucap Putih dalam hatinya,sambil menatap Ruang Operasi yang masih merawat dan melakukan tindakan penyelamatan kepada Andromeda.


Tatapannya sekarang sangat sedih,bingung, dan ia tak tahu harus berbuat apa lagi,karena dengan keadaanya yang sekarang itu apakah Andromeda bisa bertahan hidup.


"Ya Tuhan,semoga operasinya lancar."Ucap Putih lirih dengan berurai air mata di pipinya.


Dia tertunduk lemas tak berdaya,karena yang tertusuk kenapa bukan dirinya saja,Putih itu adalah gadis kuat maka ia berfikir jika ia yang tertusuk tidak akan apa-apa,berbeda dengan fikiran tuan Andromeda karena baginya Putih adalah nyawa nya sendiri.


Dalam ruang operasi saat ini Andromeda pun yang terkena tusukan , wajahnya itu memucat dan terbujur kaku, tak sadarkan diri hanya ada beberapa Dokter saja dan juga perawat yang sedang berkerumun, untuk segera melakukan tindakan


Bersambung...