The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 46 "I'm Invincible"



🎶I put my armor on,show you how strong how I am,I put my armor on,I'll show you that I am ,l'm unstoppable,I'm a Porsche with no brakes ,l'm Invicible,Yeah,I win every single game🎶


Akupun melanjutkan putaran berikutnya saat aku berada di tikungan,akupun bisa menikung dengan sempurna,dengan menahan tikungan dengan kaki yang agak di turunkan.


Badanku mengikuti gerakan bianco dengan kemiringan tertentu berguna untuk menahan gaya lateral dan akselerasi atau perubahan saat menikung dengan cepat.


Nguung..... bunyi bising bianco kuda mesin bewarna putih milikku ini yang gagah berani. Dan aku mendapatkan putaran terahir saat ini, aku lihat hujan sudah berhenti membasahi ibu pertiwi. Aku akan tetap fokus sampai garis finish.


Kurang sedikit lagi aku mendapatkan garis finish dengan kemenangan telak.


Karena Diego masih dalam putaran ke duanya sedangkan aku sudah hampir menyelesaikan putaran terahir.


Ahirnya aku sampai di garis finish lebih awal daripada Diego, dan Daniel melihatku dengan tersenyum penuh kebanggaan kepadaku.


"Daniel, aku rasa mereka akan merebut hak kita, mari kita bersiap siaga!"Kataku kepada Daniel untuk bersiap.


Aku tetap menaiki bianco tidak turun darinya sambil menghetikannya di samping Daniel.


Akhirnya Diego sampai di garis finish dengan raut wajah yang sangat marah, karena dia dikalahkan seorang gadis kecil,yang menaiki kuda mesin bewarna putih didepannya.


"Baiklah,kau sudah tahu sekarang mana tas itu?"Kataku kepada Diego untuk memberikan uang tersebut karena aku menang dalam taruhan.


Diego pun melempar tas berisi uang tersebut,


aku memeriksanya dengan seksama,setelah


kupastikan semua,aku berpamitan denganya.


"Baiklah,jangan ganggu kami lagi aku sudah menang ,ingat janji kita itu bermain dengan sportive tanpa kecurangan apapun!"Kataku kepada Diego sambil menyeringai.


Kulihat ekspresi wajahnya menunjukan dia tidak terima dengan kekalahannya tersebut


kemudian dia memberi tanda kepada para anak buahnya untuk menyerang kami.


Aku dan Daniel bersiaga setelah mengambil surat dan kunci bianco yang kupertaruhkan.


Aku dan Daniel mengendarai motor kami dengan cepat,saat disisi lain ternyata ada anak buah Diego memblokade pintu keluar kami agar tidak bisa meloloskan diri darinya.


"Daniel giring mereka ikuti aku ,disana ada gudang botol bekas kau akan tahu, kejutan apa yang kusiapkan untuk para anak buah Diego!" Kataku kepada Daniel tersenyum penuh intrik.


Daniel pun mengangguk paham akan rencana yang sudah aku siapkan .


"Lihat anak buahnya itu sangat banyak sekali apakah kita berdua bisa mengalahkan mereka semua?"Kata Daniel kepadaku .


"Sudah biarkan saja walaupun banyak mereka hanya makhluk bodoh !"Seruku kepada Daniel. sambil menuju gudang botol bekas di dekat situ.


Kami memarkir motor di belakang gudang dan dari depan tidak terlihat oleh siapa-siapa,


namun setelah beberapa menit anak buah Diego menyerbu kami .


Aku rasa jumlahnya kurang lebih 15 orang.


Mereka membawa senjata.


Ada yang membawa tongkat basseball,ada juga yang membawa pisau, ada juga tanpa senjata namun berbadan tegap dan besar.


Namun nyaliku saat itu tidak menciut sama sekali ,Kami pun mengambil ancang-ancang untuk siap beromansa,dengan anak buah Diego.


"Ayolah Daniel ,bersiaplah!" Seruku kepada Daniel.


"Tentu saja !"Kata Daniel sambil tersenyum dan mengambil ancang-ancang.


Akhirnya kami pun saling baku hantam,aku melakukan gerakan salto 180° saat kepalaku itu berada di bawah dengan tumpuan kedua tanganku.


Aku mengunci leher preman dengan kedua kakiku menghempaskanya saat aku kembali berdiri,dan ia pun terpelanting dan tersungkur.


Beberapa preman mengitariku sekitar 4 orang dan aku menendang tembok pada gudang botol tersebut sebagai tumpuannya,untuk menendang dengan sudut sekitar 90°, dan kutendang mereka secara bersamaan dengan sekuat tenaga.


Aku lihat Daniel sibuk menghajar para preman tersebut , salah seorang dari mereka akan memukul tongkat basseball ke arah kepala Daniel .


Aku pun melayangkan tinjuku tepat beberapa kali ke kepala preman tersebut.


"Hei ,tidakkah kau lelah?"Daniel mengeluh padaku.


"Tentu saja lelah aku hanya manusia bukan robot, mari kita bersenang-senang!"Kataku kepada Daniel.


Aku mengambil tas yang berisi kelereng,yang sudah kupersiapkan jauh-jauh hari kemudian


dan menghamburkan di atas lantai gudang botol bekas tersebut.


Dan para preman yang bodoh itupun semua jatuh karena kehilangan keseimbangan.


"Hahahhaha."Aku tertawa dengan lega aku menonton mereka tumbang satu-persatu karena kehilangan keseimbangannya.


Buk....buk...buk... dan para preman merintih kesakitan karena jatuh beberapa kali karena terpeleset kelereng yang berserakan di lantai.


"Argggh,sialan...!"


Ternyata salah satu preman yang otaknya sedikit pintar menyisihkan kelereng dengan papan kayu, kelereng-kelerengku pun menepi semua,dan para preman itu menghampiriku.


"Hei,aku kan sudah menang kenapa masih mengejarku?,kalau kalian memaksa maka aku akan bertindak lebih gila dari tuanmu!"Kataku kepada mereka sambil menyeringai.


"Gadis tengik ini kurang ajar,kau kira kami takut dengan gertakanmu!"Kata para preman tersebut dan maju memukuli kami.


Aku dan Daniel menghindari setiap pukulan yang mereka layangkan kepada kami.


Aku menjauh dari preman tersebut kemudian menumpahkan beberapa cairan, bernama bensin ke semua sudut gudang tersebut .


Dan botol beserta sisa bensin itu ku lempar kekerumunan preman tersebut.


"Hei apa yang kau lakukan gadis gila?"Kata preman tersebut sambil menciumi aroma cairan yang kutumpahkan di atas kepalanya.


"Hem,aku cuma ingin membuat barbequelah!"


Kataku sambil melemparkan korek di ke atas bensin yang kutumpahkan...


Bluuup...


Terjadilah kebakaran,membuat para preman seperti serangga yang berhamburan terkena semprotan gas anti serangga.


Aku duduk mengamati mereka seperti melihat opera.


"Hahahahahahah."Aku pun tertawa lepas dan duduk di sudut gudang.


Sambil menikmati ketakutan dan kesakitan para preman karena tubuh mereka terbakar api yang menyala tersebut.


Daniel yang memandangiku,tampak tertegun karena aku bisa memikirkan hal sejauh ini,dia heran sekali juga merasa takjub karena ideku yang sangat cemerlang.


"Hei ,apakah kita tidak keterlaluan,apa kau tidak takut mereka akan mati?" Kata Daniel penasaran.


Sambil ketakutan jika aku sampai membunuh seseorang hanya demi uang .


"Tenang saja ,aku hanya akan bermain-main menyingkirlah kau!"Kataku kepada Daniel


Sambil menyingkirkan tubuh Daniel dari pandanganku karena aku ingin melihat preman itu kebingungan.


"Aku sudah membawa alat APAR itu untuk berjaga-jaga!"Kataku kepada Daniel sambil menunjukkan arah APAR tersebut.


Para preman pun keluar dari gudang secara acak-acakan sangat lucu mereka melarikan diri dariku.


"Hahahhahahahah!"Aku tertawa sangat puas hari ini sambil mengambil APAR yang sudah aku siapkan .


APAR adalah alat pemadam api kebakaran kecil, yang terdiri dari bahan kimia berbentuk busa , busa yang keluar dari APAR menutupi bahan yang terbakar sehingga oksigen tidak dapat masuk,dan api pun padam.


Cara menggunakan APAR, dengan cara tarik pengaman(safety pin APPAR),arahkan Nozzle atau pangkal selang ke sumber api(area kebakaran).


Kemudian tekan pemicu untuk menyemprot ayunkan keseluruh sumber api kebakaran dan


selesai api pun padam.


"Kau lupa Ayahku pemadam kebakaran aku belajar banyak darinya,untuk menghadapi situasi yang tergenting sekalipun!." Kataku kepada Daniel sambil tersenyum dengan penuh kemenangan.


Daniel tak berbicara sama sekali , dia hanya mengelus rambutku dan tersenyum bangga kepadaku.


Bersambung....