The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 119 "Hutangku Sudah Lunas"



Aku pun tertunduk lemas,dan tak menjawab dengan sepatah kata pun,karena perasaanku hari ini campur aduk,seperti alat penggilingan padi.


Dunia ini memang selalu memberi kejutan yang tak terduga,dengan segala keadaan


tindakan,harapan,kemampuan,keunggulan,


keinginan yang akan terus menghantui dan mereka menjalin aliansi dengan waktu.


Walaupun sebelum aku mengambil tindakan dan keputusan tersebut,aku harus terluka dahulu,kemudian keadaan baru memberikan jawabannya padaku.


Namun saat aku berfikir hanya akulah orang yang paling bersedih, namun aku rasa sudah salah besar, ternyata semua orang merasakan hal yang sama denganku, namun rupa mereka bentuknya tak sama , mereka itu mempunyai porsinya masing-masing dalam tiap wujud perjalanan para manusia yang hidup di muka bumi ini.


"Hei,apakah kau melamun?"Tanya dari Rion kepadaku dengan lirih dan menatap wajahku.


"Tidak aku hanya sedikit terkejut."Jawabku kepada Rion.


"Aku harap kau bisa memikirkannya dengan tenang,kau akan tahu apa yang aku maksud." Kata Mama Rion kepadaku.


"Trimakasih aku pasti akan memikirkannya." Jawabku kepada Mama Rion.


Tiba-tiba di ruang ini sangat sunyi,Rion,Aku,


dan Mamanya pun diam sejenak.


Kami bertiga seperti mengheningkan cipta.


Beberapa detik kemudian Rion angkat bicara.


"Hei,kau bermalam disini saja aku akan pergi ke rumah Bibimu untuk memberitahunya"Kata Rion kepadaku sambil menatapku.


"Tapi aku tidak boleh bermalam di rumah pria lagi."Jawabku pada Rion sambil tertegun.


"Kau pernah menginap di rumah Andromeda sebelumnya?"Tanya Rion kepadaku dengan terkejut.


Aku pun mengangguk tanda mengiyakan.


"Tapi kulihat kau terluka parah lihatlah dirimu." Kata Rion kepadaku sambil menatapku.


"Aku tidak apa-apa,hanya saja butuh istirahat hanya semalam tubuhku akan pulih."Jawabku kepadanya sambil menatap wajahnya yang sumringah.


"Hei,kau kan Ketua OSIS,apakah ada yang bisa menggantikanmu besok?"Tanya Rion kepadaku dengan penasaran.


"Ckkk,tentu saja tidak ada."Jawabku kepada Rion.


"Ahhhh,it's complicated."Kataku sambil memanyunkan bibirku karena semakin pelik.


"Sudah jangan khawatir aku akan masuk besok menggantikanmu bagaimana?"Usul Rion kepadaku sambil menatap wajahku.


"Haaaa,benarkah apa kau bisa?"Aku pun terkejut berandal ini mau menggantikanku agar aku bisa beristirahat.


"Tentu saja,tanyakan pada Andromeda aku di Sekolahan Elite menjabat sebagai apa?"Kata Rion kepadaku sambil tersenyum tipis dan lembut.


"Ehmm..apakah kau Ketua OSIS?"Tanyaku kepadanya dengan penasaran.


Dia pun mengangguk dan tersenyum lagi.


"Wahhhhh bagus sekali."Aku pun terkejut.


"Apakah kau terkejut,gadis kecil?"Tanya Mama Rion dan tersenyum kepadaku.


"Tentu saja,Rion ini sangatlah pendiam di Sekolah jarang berbicara."Jawabku kepada Mama Rion.


"Memang anak ini pendiam dan penurut dari dulu,berbeda dengan kembaranya."Ucap dari Mama Rion kepadaku sambil tersenyum.


"Aku rasa kau dan kembaran Rion sangat mirip dia seperti pria,putriku yang sudah tiada."Ucap Mama Rion kepadaku sambil tertunduk.


"Mohon maaf Nyonya."Aku pun meminta maaf.


"Tidak apa-apa."Jawab Mama Rion.


"Oh ya apakah kau tempo hari menyuruh Rion untuk membeli pembalutmu?"Tanya Mama Rion kepadaku sambil menatapku.


Aku pun menelan selivaku kenapa Mama Rion bisa tahu.


"Apakah gadis ini Rion?"Tanya Mama Rion.


"Maafkan saya ya Nyonya saya tidak akan mengulanginya lagi."Jawabku kepada Mama Rion.


"Ma,semua teman pria Putih selalu di suruh membeli pembalut olehnya."Kata Rion ke Mamanya dengan polos.


"Dasar berandal tengik ini kenapa mengadu."


Membatin sambil menggelengkan kepala.


"Benarkah?"Tanya Mama Rion.


"Seorang wanita yang elegan dan berkelas tidak boleh melakukan hal seperti itu,ingat!" Mama Rion memperingatkanku.


"Ya sudah aku akan menyiapkan makanan dulu."Kata Mama Rion sambil berpamitan.


"Iya Nyonya."Jawabku dan tertunduk lemas rasanya ingin menghajar Rion yang mengadu ke Mamanya.


"Apa yang kau katakan,mau ku hajar!"Kataku kepada Rion sambil mengepalkan tanganku kepadanya.


"Kau kan menyuruh Anggara,dan Daniel juga iya kan?"Kata Rion kepadaku dengan polosnya.


"Iya,tapi apakah harus curhat dulu kepada Mamamu,dasar bodoh!"Kataku pada Rion sambil menatapanya tajam.


"Aku tidak mengadu,dia itu melihat sendiri pembalutmu ada di tasku."Jawab Rion serius dan menatapku tajam.


"Hei,anggap saja kita impas kau menolongku membelikan itu dan aku sekarang membantu Mamamu ok."Kataku kepada Rion.


"Haa..kau ini."Kata Rion kepadaku sambil menghela nafas.


"Kan aku sudah bilang suatu hari nanti aku akan membalasmu."Kataku kepada Rion bahwa hutang budiku sudah lunas sekarang.


"Kenapa kau tadi bisa bertemu para preman itu?"Tanya Rion kepadaku dengan penasaran.


"Aku dan Andromeda pulang dari bermain golf di dekat rumahmu ini."Kataku kepada Rion.


"Benarkah,kenapa bisa kebetulan sekali."Kata Rion kepadaku sambil berfikir.


"Kenapa seorang jambret tas membawa gerombolan para preman?"Tanyaku pada Rion.


"Iya,biasanya jambret hanya beberapa orang saja tak sebanyak itu."Jawab Rion kepadaku.


"Sudahlah aku akan menyelidikinya"Ucap Rion kepadaku sambil tersenyum.


"Apakah kau ini sering melawan banyak preman?"Tanya Rion penasaran kepadaku.


"Apakah kau tidak takut sama sekali?"Tanya Rion kepadaku.


"Hemmm, bukan begitu Rion."Jawabku kepada Rion.


"Dengarkan,lebih baik kau berhati-hati jagalah dirimu sendiri,daripada ikut campur masalah orang lain."Kata Rion.


"Lagi pula sangat seru dan mendebarkan." Kataku kepada Rion dengan ekspresi penuh tantangan.


"Kalau di dunia game kita melawan makhluk tidak nyata,iya kan?"Ujarku kepada Rion dengan antusias.


"Kalau melawan preman dan berandal,serasa game nyata bagiku,sangat seru!"Ujarku lagi kepada Rion dan jantungku terasa membuncah.


"Dasar gadis gila!"Kata Rion kepadaku.


"Apakah?,kau sudah baikan kulihat kau sudah banyak luka."Tanya Rion padaku.


"Aku sudah bilang kalau aku mempunyai kekebalan tubuh yang sangat baik."Kataku kepada Rion dengan serius.


"Aku sejak bayi jarang sekali sakit."Kataku kepada Rion sambil menjelaskannya.


"Ayahku sampai heran kenapa aku jarang sakit seperti bayi yang lain?"ceritaku pada Rion bahwa sejak kecil aku jarang sakit .


"Benarkah,aku baru tahu ada seorang gadis yang jarang sakit seperti kau."Kataku Rion kepadaku sambil tersenyum kepadaku.


"Sebaiknya, kita makan makanan yang sehat agar fikiran menjadi bersih."


Bersambung...