
Akhirnya Andromeda yang keras kepala itu,
harus berfikir dengan keras untuk membuat para berandal pemalas terpacu untuk belajar lebih giat supaya dia bisa mengajukan satu permintaan kepada Putih.
"Aku sudah tahu kelemahan Anggara,namun untuk Daniel apa?,tak bisa di ajak negoisasi sama sekali,dia hanya patuh dengan Putih,
apa yang harus aku lakukan mempercepat lari kudaku mencapai garis finish?" Andromeda bergumam di dalam hatinya,dan berfikir keras supaya waktu yang sangat terbatas itu tidak terbuang sia-sia.
Jika kuda yang ditunggangi pemalas,maka pemiliknya harus bisa mengambil inisiatif untuk memperlaju lari kuda tersebut.
Beberapa menit kemudian Andromeda pun
berjalan mondar-mandir di samping Daniel dan Anggara,dan itu membuat mereka heran apa gerangan yang di lakukan Andromeda tersebut.
Dan Andromeda duduk sambil menatap satu titik,dia menatap pohon di sebelahnya sambil mengajaknya mengobrol namun kata-katanya hanya terdengar olehnya .
"Hei pohon,apa yang harus aku lakukan untuk membuat para kudaku berlari lebih kencang dan mencapai finish lebih cepat ,ayo katakan kepadaku?"Kata Andromeda di dalam hatinya itu ,kemudian terbersit ingatan, percakapan Daniel dan Andromeda di mobilnya .
Seperti mendapat sebuah ilham dari yang Maha Kuasa Andromeda pun memahami kelemahan Daniel itu.
"Bingo!" Ujar Andromeda dengan lantang dan tersenyum penuh intrik.
Beberapa saat kemudian dia pun menepuk pundak Daniel dan memberi tanda , untuk mengikutinya, mengajak mengobrol berdua denganya.
Daniel yang polos itu pun mengikuti ajakan Andromeda, duduk menjauhi Anggara
Mereka pun mengobrol dan lebih tepatnya mengadakan negosiasi yang ke dua.
"Hei,langsung saja pada intinya!" Andromeda membuka suara pada Daniel menatapnya tajam.
Namun sebelum ia menerangkan apa yang ingin dia katakan,ternyata Daniel lebih dulu memotong pembicaraanya.
"Dengar aku tidak tertarik dengan negosiasi aku yakin sekali kau akan ,membujukku untuk yang ke dua ,dan aku tidak berambisi sama sekali ,untuk dapat mobil sportmu ataupun menjadi rangking 10 besar!" Ujar Daniel tegas pada Andromeda dan memalingkan wajahnya
"Terserah kau , aku akan menghubungi Putih dan bilang kau sangat menyukainya,lebih dari seorang sahabat,aku yakin pasti akan terkejut mendengar perkataanku, akhirnya dia akan meninggalkanmu!" Ujar Adromeda sambil menatap Daniel tajam ,dan tersirat kalimat mengancam yang tidak main-main.
Mendengar itu Daniel panik,dan tak berkutik sama sekali.Daniel pun diam sejenak selama 20 menit. Andromeda menuggu dan memberi waktu untuknya berfikir.Namun setelah itu dia pun mulai membuka suara.
"Tak kusangka ,kau membalikkan kata-kataku, aku yang bermaksud membantumu,dan kau jadikan bahan ancaman padaku,aku kira kau pria jantan!" Ujar Daniel terlihat marah sekali kepada Andromeda dengan matanya yang merah menyala.
"Hei ,kau kan aku ajak bernegosiasi dengan benar,namun kau menolaknya apa boleh buat, aku harus melakukan tindakan yang lebih gila agar kau menurut padaku,ayo pilihan ada di tanganmu!" Kata Andromeda kepada Daniel dengan tenang , tegas sambil menyilangkan tanganya.
"Baik aku akan bekerja keras mendapatkan nilai peringkat 10 besar!" Kata Daniel sambil berlalu meninggalkan Andromeda amat sebal,
Terlihat dia langsung fokus sekali dengan pelajaran yang sedang diterangkan mentor Andromeda melalui laptopnya.
Sekarang waktunya Andromeda ,mengajak bernegoisasi dengan Anggara,karena sudah hafal watak Anggara, maka Andromeda pun tersenyum penuh kemenangan,menandakan hasil akhir sukses besar,untuk para kudanya tersebut.
Ia pun mulai berjalan mendekati Anggara dan mengajaknya menjauhi Daniel.Mereka berdua pun,pergi menjauh dari Daniel yang sedang fokus dengan mata pelajarannya.
Kata Andromeda kepada Anggara sambil menatapnya tajam,dengan suara lantang
"Apa kakak ipar bilang?,ayolah kak kenapa kakak ipar antusias sekali,aku hanya ingin naik kelas saja!" Kata Anggara memelas agar Andromeda mengendurkan perintahnya itu.
"Hemmm,apa kau bilang?"Kata Andromeda kepada Anggara sambil menatapnya penuh intrik.
"Aku ,selama hidupku memang selalu juara pertama kakak ipar, namun dari belakang ya hihihi !" Kata Anggara kepada Andromeda sambil memanyunkan mulutnya, dan tertawa setelahnya.
"Jangan tertawa aku sangat serius,aku akan selalu totalitas dengan semua hal yang ingin kulakukan,paham!".Kata Andromeda kepada Anggara agar dia merasa lebih serius lagi dalam belajar.
"Tapi ,kakak ipar aku selama ini hanya pergi kesekolah agar mendapat uang saku dari ayah dan ibuku,aku tak berambisi untuk lebih pintar apalagi masuk jajaran 10 besar di kelasku,ayolah kakak ipar kenapa kau sangat serius sekali dalam mengajar kami?" Kata Anggara sambil memohon ampun kepada Andromeda karena menurutnya itu mustahil terjadi,bahkan dunia akan kiamat jika Anggara berubah menjadi siswa yang berprestasi.
"Baiklah kembalikan kunci bumblebee saat ini juga!".Kata Andromeda dengan singkat, padat
dan jelas.
"Apa kau meminta kunci bumblebee, tidak akan aku berikan sampai kapanpun ,ayolah kakak ipar aku mohon sekali ini saja , hanya perlu naik kelas saja tidak berharap lebih!"
Kata Anggara kepada Andromeda sambil berlutut takut kehilangan harta, nyawa , dan
sekaligus bahan untuk pamer, untuk para gadis-gadis yang akan dia ajak berkencan.
Andromeda tidak menjawab kata-kata Anggara sama sekali dan menengadahkan telapak tanganya di hadapan Anggara.
Anggara pun yang tahu langsung berlari seperti kuda yang gila karena tuanya,dan langsung menatap laptop dengan fokus dan antusias.
Dan mereka berdua mendengarkan pelajaran sangat antusias karena dengan alasan yang mereka milikki masing-masing.
Andromeda yang tahu akan itu mengamati dan menyilangkan tanganya serta menekuk alisnya yang tebal,sambil tersenyum penuh kemenangan,tinggal eksekusi melihat hasil akhir dari para kudanya tersebut,atau hasil rapot yang mereka terima akhir semester ini.
"Akhirnya aku pun bisa mengendalikan kalian berdua,selamat menikmati jangan sampai patah semangat!" Kata Andromeda di dalam hatinya sambil tersenyum penuh percaya diri dan penuh kemenangan besar, seolah kaisar china yang sudah menakhlukkan musuhnya hanya dalam satu tebasan pedang saja.
Hal yang perlu kita ingat adalah bahwasanya manusia itu mengikuti naluri ,insting, feeling
dan alasanya masing-masing, memecahkan masalah,baik dalam masalah yang besar maupun yang kecil.
Dan sebenarnya tidak ada kata tidak mampu untuk melakukan hal yang lebih besar namun kita membutuhkan tombol pemicu untuk itu.
Maka dari itu bukan untuk menyalahgunakan atau memanfaatkan keadaan, terlebih untuk mereka supaya memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya. Karena waktu yang kita lalui tak akan pernah bisa terputar kembali lagi dalam hidup ini .
" Waktu bagaikan pedang, jika kamu tidak memotongnya(memanfaatkanya),maka dia yang akan memotongmu."
~Imam Asy Syafi'i~
Bersambung ...