
Waktu terus berlalu terlihat jam menunjukkan pukul 11.00 wib.Dan tanda rapat antara wali murid dan wali kelas, guru masing-masing kelas telah usai.Saat nya kini pembagian raport untuk semua siswa dari SMA itu.
Karena di Sekolahanku terbiasa mengurutkan dengan rangking terbawah untuk pembagian raport,maka orang tua yang keluar dari kelas lebih cepat ,menandakan kalau putra atau putrinya berada di urutan terahir rangking yang ia dapatkan hari ini.
Karena sudah ada beberapa orang tua wali murid yang keluar dari kelas,maka Daniel dan Anggara seperti kebakaran jenggot, semakin gugup dan antusias sambil mondar-mandir sana-sini,aku lihat mereka berdua mengamati setiap orang tua wali murid yang keluar dari kelas menuju gerbang sekolah.
Seperti anggota para Quality Control yang berada di laboraturium,atau Pabrik besar yang bertugas melihat sebuah produk tidak boleh ada yang cacat sedikitpun.Jadi mata mereka sangat teliti mengawasi setiap keluar masuk orang yang lewat di depan mereka.Dan tak ada yang terlewat satupun.
Aku yang melihat mereka nampak aneh dan
merasa geram, sebal apa yang dia lakukan dengan sahabatnya,kenapa sangat antusias dengan penerimaan raport kenaikan kelas tahun ini.
Sampai mereka rela mengamati semua orang yang lewat,dan tak ada satupun terlewat dari pandangan Daniel dan Anggara.
"Hei apa yang kau lakukan dengan mereka berdua?"Tanya Putih kepada kekasihnya tersebut.
"Aku itu ,hanya membuat mereka sedikit bersemangat."Jawab dari Andromeda dengan menyilangakan tanganya dan mencibir Daniel dan Anggara.
"Hei,ayolah kau tak kasihan kepada mereka lihatlah,mereka seperti lampu stopan yang ada di jalan,mengamati semua orang yang berlalu lalang,ayolah apa yang kau lakukan kepada mereka?"Tanyanya sambil menatap wajahnya dengan tatapan sangat tajam.
"Hei...!kenapa kau menatapku seperti itu,kau akan melukaiku!"Jawab Andromeda kepada kekasihnya tersebut.
Dan Andromeda sedikit menggeser pantatnya mendekati kekasihnya tersebut.
"Dengar,jangan lupa janji mu, jika kau akan mengabulkan permintaanku kalau aku bisa membuat mereka menjadi 10 besar."Bisik lembut Andromeda di telinga kekasihnya tersebut.
"Oh,lantas apa yang mereka dapatkan jika mereka gagal dalam masuk 10 besar!,aku sangat penasaran kenapa mereka bisa menerima tawaranmu?,sedangkan mereka hanya tahu bermain olahraga sepak bola dan basket saja selama ini."Kataku sambil melirik tajam kepadanya dan meruncingkan bibirku.
"Oh,kau akan tahu hasilnya bahwa aku tak akan pernah kalah dan gagal,karena kau tahu IQ ku tertinggi di Sekolahan Elite mustahil aku tidak tahu cara untuk membuat mereka maju dan berprestasi."Ucap Andromeda kepada kekasihnya tersebut dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi menjulang seperti langit tingkat ke tujuh.
"Lihat saja dasar gadis lamban,kenapa dia menatapku tajam, seharusnya dia menatapku dengan tatapan penuh terimakasih dan penuh cinta." Ucap Andromeda kepada kekasihnya tersebut namun di dalam hatinya.
Menatap kekasihnya dari samping yang terkena semilir angin,rambut Putih terkena semilir pun berterbangan.
Kemudian Andromeda menyibak rambutnya, lalu menyisihkan di samping telinganya itu sambil menatap penuh perasaan.
Mungkin Andromeda berharap ada adegan romantis yang akan terjadi,bila ia menatap dan menyibak rambut Putih.
"Hei apa yang kau lakukan aku bisa sendiri!" Kata Putih dengan ketus karena kesal dengan perlakuan Andromeda, yang memanfaatkan keadaan para sahabatnya itu.
"Kau ini!"Ucap dari Andromeda kesal sambil meruncingkan bibirnya yang seksi,merah dan menawan hati.
Akhirnya Ibu dari Anggara pun mendatangi aku dan Andromeda.Tanpa mengindahkan Anggara yang sudah menunggunya sedari tadi.
"Ehm, oh iya apakah kau anak yang bernama Andromeda?"Tanya Ibu Anggara menitihkan air mata kebahagiaan,tergurat jelas bahwa raport Anggara mengalami kenaikkan kelas dan mendapat rangking yang baik.
Namun rangkingnya belum di pastikan masuk 10 besar atau tidak.
"Iya benar saya bernama Andromeda kenapa anda menangis?" Tanya Andromeda terlihat ekpsresinya sangat lucu kebingungan,karena kenapa dia membuat menangis seorang ibu.
"Ini ada hadiah untuk kamu nak,walaupun hanya sebuah jaket jeans yang tak mahal,ini sebagai rasa terimakasihku,karena sudah mau membantu putraku yang pemalas untuk naik kelas dan berprestasi."Kata Ibu Anggara sambil memberikan bingkisan itu kepada Andromeda berupa jaket jeans untuknya.
Akupun menarik lengan Andromeda sambil berbisik kepadanya,karena ia nampaknya bingung apa yang di maksud Ibu Anggara.
"Dengar,kau hanya perlu bilang terimakasih kembali,aku hanya membantu temanku ini sebisa mungkin."Bisiknya kepada Andromeda agar bisa menjawab dengan sopan kepada Ibu Anggara.
Andromeda mendekati Ibu Anggara dan mulai angkat bicara.
"Baik terimakasih atas bingkisannya,saya menerima ini dan selalu menyimpannya,aku harap Anggara bisa menjadi pria yang lebih berprestasi."Ucap Andromeda dengan sopan, bijaksana,sambil membungkukkan badanya.
Dan menerima bingkisan dari Ibu Anggara.
"Emmha...kenapa sok-sokan menjadi pria paling sopan."Putih menghela nafas dan heran kepada tingkah laku Andromeda,yang berubah drastis dari kekanakan menjadi dewasa dan bijaksana serta sangat sopan.
"Ibu kembali dulu kalau main jangan terlalu sore pulangnya."Ucap Ibu Anggara kepada Anggara Putranya dan berpamitan kepada kami.
"Iya Bu."Jawab Anggara kepada Ibunya.
"Aku pamit dulu ya Putih, Andromeda." Pamit dari Ibu Anggara Kepada kami.
"Iya silahkan,Bibi."Jawabku kepada Ibu Anggara.
Ibu Anggara pergi meninggalkan kami menuju gerbang Sekolah kami.
Setelah selang 30 menit Bibiku pun sudah keluar dari kelas dan mendekat,kemudian menghampiriku sambil membawa dua buah raport.
Akupun tanpa basa-basi lansung ku ambil dan membuka raport milik Daniel,aku sangat penasaran dengan hasil dari perjuangannya
selama ujian akhir semester ini.
"Bibi pulang dulu ya,kurasa kau masih ada urusan di Sekolahan."Kata Bibiku berpamitan kepada kami.
"Iya hati-hati Bi."Jawabku kepada Bibiku.
Kulihat Bibiku pergi pulang melewati gerbang Sekolahan.Akupun segera membuka raport Daniel.
Aku tercengang karena ternyata Daniel yang pemalas ini,mendapat rangking 10 dalam satu kelas yang terdiri dari 40 siswa.
"Wah.... daebak.... luar biasaaaa kau rangking 10 Daniel!"Teriakku sambil memeluk Daniel dengan erat,ku lihat pipi Daniel memerah karena aku memelukknya.
Andromeda langsung menarikku ke belakang badannya agar aku berhenti memeluk Daniel. Ku rasa dia cemburu kepada Daniel,padahal aku sudah menganggap Daniel sebagai kakak kandungku sendiri.
Aku sangat bahagia karena Daniel mendapat rangking 10,dengan kurun waktu yang sangat singkat.Aku akui Andromeda memang tidak bermulut besar saja namun memang benar bisa di andalkan.Sebagai mentor dadakan.
"Hei,kenapa kau kegirangan tahanlah dirimu,
jika kau terus begini membuat darahku ini mendidih."Ujar Andromeda kepadaku sambil melotot.
Andromeda merampas raport dari tangan Anggara dan melihat hasilnya,kulihat raut wajah Anggara sedikit kecewa,karena dia mungkin hasilnya kurang dan tidak sesuai harapannya.
"Hei...,dasar berandal kau rangking 11 yang benar saja!"Teriak Andromeda menendang kaki Anggara dengan sebal.
"Aduh, sakit sekali." Rintih Anggara.
Karena Andromeda mengharapkan Anggara rangking 9 atau 8 dalam satu kelas.Jadi dia akan menang taruhan sepenuhnya.
Andromeda tidak sepenuhnya menang dalam taruhan ini, melawan Putih.Karena harusnya dalam taruhan Daniel dan Anggara harusnya masuk dalam rangking 10 besar , dan tidak boleh lebih dari itu .
Namun perlu di ketahui menurutku Anggara sudah berusaha semaksimal mungkin.
Bahwa Anggara mungkin adalah anak yang sangat pemalas,tak pernah sekalipun dalam hidupnya dia memikirkan untuk menjadi murid teladan ataupun berprestasi.
Baginya ia bersekolah hanya untuk menerima uang saku dari orang tuanya. Menurutku itu adalah sebuah mukjizat walaupun dia tidak memasuki rangking 10 besar.
Dia mendapat rangking 11,memang sangat rasional mana ada rangking 10 ada 2 orang dalam satu kelas,jadi Bu Wardah memberinya rangking 11,jika ia lebih unggul dari Daniel aku rasa dia seharusnya rangking 9.
Siang ini Rion nampak mengamati gerak-gerik kami,aku dan Andromeda dari kejauhan.Dan dia sangat terkejut kepada reaksi Andromeda saat menerima hadiah dari Ibu Anggara.
Dia sangat terkejut dengan apa yang ia lihat saat ini,kenapa sahabat yang ia kenal selama ini.Dengan perangainya yang brutal itu, dan keras kepala dan emosinya yang tak bisa di kontrol, bisa membungkukkan badan di hadapan orang lain.
Selama ini Rion yang mengenal Andromeda, dengan perangainya, jangankan dia untuk membungkukkan badan meminta maaf saja ia tidak pernah sama sekali dalam hidupnya.
Bersambung...
Pesan moral: Sebenarnya semua murid itu mempunyai kelebihan masing-masing jadi daripada mencaci, bisa kita rubah memberi apresiasi mungkin dia itu akan belajar dan berusaha lebih baik lagi 🤗.