The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 66 "Bertemu Papanya"



Keesokan harinya setelah aku pulang dari Sekolah,aku pun berencana akan menjenguk Chelsea di Rumah Sakit,karena aku sangat khawatir denganya,akupun naik taksi menuju Rumah Sakit.


Beberapa saat akupun sudah sampai,berada di samping Rumah Sakit tersebut,kemudian aku masuk melalui pintu belakang, melewati taman,ternyata ada seseorang yang naik kursi roda,sedang berusaha mengambil ponselnya yang terjatuh.Akupun menghampirinya dan mengambil ponselnya,lalu ku berikan kepada orang tersebut.


Saat aku menyerahkan ponsel itu,ternyata dia adalah Papa Andromeda.


"Selamat siang tuan!"Kataku menyapa.


"Ehm,nona kecil apa kabar?"Ujar dari Papanya kepadaku dengan sopan dan tersenyum.


"Baik,tuan!"jawabku sambil membungkukkan badanku.


"Kenapa,kau bisa datang ke Rumah Sakit?"


Tanya Papanya padaku sambil memasukkan ponselnya dalam saku bajunya.


"Saya menjenguk teman saya yang sedang sakit!"Kataku kepada Papanya dengan gugup karena,aku terkejut kenapa ada Papanya di sini.


"Oh begitu,sebelum kau menjenguk temanmu itu maukah berjalan-jalan dengan pria yang memakai kursi roda ini?"Ujar dari Papanya kepadaku sambil tersenyum .


"Baiklah, saya akan mendorong kursi roda tuan,dan menemani anda berkeliling!"Kataku dengan lirih pada Papa Andromeda.


Aku segera mendorong kursi rodanya sambil melihat sekeliling taman yang ada air mancur serta kolam ikan yang sangat luas.


Di samping kolam ada sangkar burung yang besar berisi macam-macam burung.


Ada burung murai batu, love bird, kolibri, dan kacer, jalak bali,dan juga cendrawasih.


Aku menghentikannya agar Papa Andromeda bisa menikmati pemandangan yang indah itu sejenak, mendengar kicauan burung tersebut.


Akupun duduk sampingnya.


"Ehm,aku mau tanya kepadamu nona kecil?"


Tanya Papa Andromeda kepadaku sambil melihat sekeliling taman yang indah itu.


"Apa kau sangat kewalahan dengan Putraku?"


Tanya dari Papa Andromeda kepadaku dan menatap wajahku.


Akupun tak berani menatapnya menundukkan wajahku.


"Ehm.... sebenarnya."Kataku lirih tidak tahu harus menjawab apa.


"Aku,kira kau memang sangat kuwalahan jika berhubungan dengan putraku,dia adalah anak yang keras kepala,tidak mau mengalah,selalu ingin menang sendiri,egois,bertindak sesuka hatinya,namun satu hal yang harus nona kecil ingat,dia sangat serius denganmu!"Kata Papa Andromeda sambil menatapku.


Akupun sangat gugup karena,aku tidak tahu harus menjawab apa.


"Dia itu mempunyai perangai yang kasar dan tidak heran dia tak mempunyai banyak teman


setelah mengenalmu dia berubah lebih baik pada semua orang!" Ujar Papanya kepadaku sambil melihat ikan-ikan yang berenang di kolam ikan tersebut.


"Katakanlah sesuatu,aku tak akan marah, aku tadi malam badanku terasa kurang sehat jadi


aku dilarikan ke Rumah Sakit!" Kata lirih Papa Andromeda menjelaskan kepadaku.


"Iya Tuan,ada yang ingin ku bicarakan kepada Tuan!"Kataku kepada Papa Andromeda.


"Silahkan aku akan mendengarkannya!"Kata Papa Andromeda kepadaku.


"Tempo hari Andromeda pun pingsan dua kali kalau dia sakit saya rasa ada baiknya di rawat oleh Dokter agar sakitnya segera pulih!Kataku kepada Papa Andromeda.


"Anak itu , sudah tahu jika dirinya mengidap Hemophobia setelah mengalami kecelakaan sekitar dua tahun yang lalu,dia juga menjalani beberapa pengobatan dan terapi,namun tidak ada hasilnya,menjalani hidup seperti biasa!"


Kata Papa Andromeda kepadaku.


"Tapi saat dia pingsan, tubuhnya itu penuh keringat dingin nafasnya pendek dan pingsan lebih dari satu jam lamanya!"Kataku kepada Papa Andromeda sambil menjelaskannya.


"Kau menghawatirkannya?" Tanya dari Papa Andromeda kepadaku.


"Tentu saja tuan!,saya hampir saja menelepon tuan untuk membawanya berobat,karena saya di suruh merahasiakan,bingung harus berbuat apa?" Kataku kepada Papanya .


"Anak itu, memang sangat sulit Papanya saja


kewalahan tidak bisa membujuknya lagi,sama sekali!"Kata Papa Andromeda kepadaku.


"Bagaimana kau merawat Putraku,aku rasa Papanya tidak bisa terus mengawasinya dia juga tak pernah mau pulang ke Manhattan,dia lebih suka berada disini!" Ujar dari Papanya padaku sambil tersenyum dengan tatapan lembut.


"Ehm ,Saya kan hanya murid SMA, bisakah merawat orang sakit?,dan juga minim sekali pengetahuan tentang kedokteran!" Ujarku pada Papa Andromeda sambil menundukkan badanku.


"Minimal dia sangat percaya, itu sudah luar biasa,selebihnya aku mohon padamu untuk mau merawat putraku yang bandel itu ya!"


Kata Papa Andromeda memohon kepadaku agar aku mau merawat Andromeda.


"Baiklah,tuan saya akan merawat semampu saya!"Kataku kepada Papa Andromeda.


Beberapa saat suasana di taman sangat riuh kicauan burung-burung kecil ini pun,memecah keheningan setiap sudut taman Rumah Sakit.


Riak gelombang kolam ikan,menandakan bahwa ikan-ikan bermain dengan gesit.


"Aku mendengar dari Ketua Komite,jika dia menutup Sekolah selama satu hari,apakah benar hanya untuk membawa nona kecil ke dalam gedung Sekolahan Hahaha!"Kata Papa Andromeda kepadaku sambil tertawa lepas.


Akupun semakin bingung, kenapa Papanya tertawa karena melihat tingkah anaknya yang tidak mengerti tata tertib Sekolahan sama sekali.


"Benar tempo hari dia mengajak saya bermain ice skating!"Kataku kepada Papa Andromeda sambil menahan malu,karena tindakan anaknya tersebut.


"Berarti dia ingin menunjukkan,kepeduliannya kepadamu,lagi pula dia sangat antusias jika ada hal yang berhubungan denganmu,setiap aku pulang maka yang di ceritakan hanyalah kamu nona kecil!"Kata Papa Andromeda kepadaku sambil menikmati pemandangan taman di belakang Rumah Sakit.


Akupun terkejut mendengar perkataan Papa Andromeda yang sangat peduli dan sangat menyayangi Putra tunggalnya tersebut.


Walaupun Aku masih kesal dengan segala ucapan dan tindakannya itu kepadaku.


Setidaknya Aku ingin dia sedikit memahami perasaan orang lain, tidak semaunya sendiri.


"Oh ,ya apakah nona kecil tertarik masuk ke gedubg ,sekelas dengan putraku,aku rasa dia jinak kau menjadi teman sekelasnya?"Kata Papa Andromeda kepadaku.


"Mohon maaf tuan,saya bukannya menolak tawaran tuan,saya lebih suka sekolahan saya yang sekarang!" Jawabku pada Papanya itu, sambil membenahi selimutnya yang akan terjatuh terkena angin.


"Terimakasih,kalau tertarik besok aku akan mengajak nona kecil berkeliling Sekolahan Elite,aku akan menyuruh sekertarisku untuk menjemputmu!" Ujar dari Papa Andromeda kepadaku sambil menatapku penuh perasan dan tersenyum hangat.


Siang ini sangat terasa panas sekali,namun angin yang sepoi-sepoi menerpa tiap helaian rambutku,membuat aku tak kepanasan sama sekali.


Aku duduk dengan seorang yang bijaksana dan berwibawa hal ini seakan mimpi yang sangat indah.


Namun lain halnya jika bertemu dengan putra seakan menjadi mimpi yang buruk.


Bersambung...


Bacalah dengan bijaksana serta ambil sisi positifnya, pelajari sisi negatifnya salam dari author semoga selalu bersemangat 🤗💪