The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 65 "Gadis itu 2"



Tililit...tililit...tililit.... suara ponselku


"Hallo,iya Bi!"Kataku kepada Bibiku.


"Kau lama sekali,apa kau baik-baik saja?"Kata Bibiku kepadaku.


"Baik-baik saja aku masih ada urusan aku pulang agak terlambat!"Kataku kepada Bibiku .


"Ya sudah,hati-hati kalau pulang nya jangan malam-malam!"Kata Bibiku sambil menutup ponselnya.


Akupun melanjutkan percakapanku dengan Dokter Sharon.


"Bagaimana ini Dokter?"Kataku kepada Dokter Sharon penasaran karena kasihan sekali sorang gadis kecil,harus menerima keadaan yang seperti ini.


"Biarkan dia beristirahat dulu,kita beri waktu dia berfikir ,lukanya agar sembuh dulu,setelah itu baru kita akan bertanya kepadanya?"Kata Dokter Sharon kepadaku sambil melihat ada seseorang yang lewat di sampingnya.


Ternyata seseorang yang lewat adalah Dokter Andrea,yang tinggal dekat rumah Bibiku.


"Hei , kita kan sudah lama tidak bertemu ,apa kabar?"Tanya Dokter Sharon kepada Dokter Andrea sambil tersenyum sumringah.


"Hem,kenapa Putih ada disini?"Tanya Dokter Andrea kepadaku sambil tersenyum.


"Iya Dok,saya sedang mengantar teman saya berobat,iyakan Dokter Sharon?"Kataku sambil memegang lengan Dokter Sharon.


Dokter Sharon mengangguk,dan mengobrol dengan Dokter Andrea.


"Hei....Putih, Aku kira kau ini ingin menemui Andromeda?"Tanya Dokter Andrea sambil tersenyum sangat lembut,Akupun terpanah dengan senyuman Dokter Andrea.


"Tidak,Aku tidak mencarinya!"Kataku kepada Dokter Andrea sambil memalingkan wajahku.


"Hei,ada banyak hal yang ingin aku bicarakan denganmu!"Kata Dokter Sharon pada Dokter Andrea sambil memegang lengannya, Dokter Andrea.


Dokter Sharon sangat akrab,mungkin dia sudah lama mengenal Dokter Andrea.


"Kalau begitu saya mohon undur diri dulu!"


Kataku kepada Dokter Andrea dan juga Dokter Sharon dan melangkah pergi.Mereka berdua mengangguk tanda mengiyakan.


Akupun pergi meninggalkan mereka takut untuk mengganggu perbincangan para Dokter dewasa ini,menuju ke ruang gadis yang tadi di pukuli seorang pria.


Akupun duduk di samping kamar Chelsea dan kemudian sambil mengamatinya, dia terlihat sangat pulas , karena mungkin dia sangat kelelahan.


Kulihat tubuhnya kecil ramping , namun di setiap badanya kulihat memar semua , dan terutama diwajahnya banyak luka gores dan lebam bewarna biru keunguan .


Aku rasa dia adalah anak yang amat tangguh,


karena sanggup menahan luka yang sangat banyak di tubuhnya, dan juga aku berfikir bahwa anak ini mengalami hal yang sangat sulit dalam hidupnya.


Sehingga dia memilih untuk menahan beban rasa sakit melebihi luka yang ada di sekujur tubuhnya.


Aku mengingat-ingat kalau,bahwa dia pernah mengobrol dengan pria beranama Diego di malam itu,dan Diego memanggilnya dengan sebutan Chelsea.


"Mungkin nama gadis ini adalah Chelsea!"


Kataku didalam hati sambil ikut merasakan rasa sakit yang di alami gadis ini.


Tiba-tiba ada seorang menepuk pundakku dari belakang,akupun menoleh dengan pelan ke arahnya.Ternyata Rion menghampiriku.


"Hei,kemarilah!"Kata Rion lirih karena tahu Chelsea sedang tertidur amat lelap.


Akupun menghampirinya dan kami pun keluar ruangan , duduk berdampingan di depan ruang tunggu.


"Ada apa Rion?"Kataku penasaran kenapa dia turun dari mobilnya.Karena dia tidak terlalu suka denga Rumah Sakit ,karena menurutnya tempat ini adalah sarang kuman,bakteri dan virus.


"Hei ,apa Kau tahu ini adalah Rumah Sakit Papanya Andromeda?"Kata Rion kepadaku lirih sambil menatap mataku dengan serius.


"Aku ,tidak tahu,terserah yang penting aku kesini sedang ada kepentingan dan aku tidak mempedulikanya walaupun milik Neneknya sekalipun!"Kataku kepada Rion sambil sebal,karena dimana-mana orang menyebut namanya.


"Kau boleh pulang dulu , dan aku bisa pulang sendiri!"Kataku kepada Rion dan mengambil minuman di dalam tasku dan menenggaknya karena Aku kehausan.


"Hei , kau ini seenaknya saja , sepeda dan belanjaanmu ada di mobilku!"Kata Rion kepadaku sambil memanyunkan mulutnya.


"Oh ,iya aku lupa,tunggu aku sebentar lagi kita pulang bersama!"Kataku kepada Rion sambil masuk kedalam ruangan kamar Chelsea,dan meninggalkan sepucuk surat untuknya.


Setelah itu aku mengajak Rion pulang menuju toko bibiku.


"Ayo kita pulang ,biar aku saja yang menyetir jika kau tidak mau terkena bekas tanganku di mobilmu?"Kataku kepada Rion ,dan Rion pun memberikan kunci mobilnya lagi kepadaku.


"Ini !"Kata Rion sambil memberikan kunci mobilnya kepadaku.


Kami pun turun menuju area parkir mobil,dan tidak kusangka melihat,anak yang mengaku kepadaku ber IQ sangat amat tinggi ini sudah di hadapanku sekarang.


Dan kulihat matanya memelas dan pura-pura sedih,tentunya agar aku memaafkanya,serta kulihat ekspresi di wajahnya yang sendu dan amat sangat menyebalkan itu.


"Jangan harap!"Kataku dalam hati .


Dan tanganya mencekram tanganku dengan kuat,lalu menyeretku menjauhi Rion.Rion yang melihatku di seret olehnya,tidak melakukan apa-apa namun tetap menungguku dengan sabar ,karena kunci mobilnya ada padaku.


"Hemmm ahhhh. "Dia menghela nafasnya dalam-dalam.


Dan Dia pun mulai memberanikan dirinya untuk berbicara denganku dengan penuh harap- harap cemas.


Aku tetap diam sebenarnya aku pusing ,dan masih sangat amat sebal denganya,kenapa di semua tempat , Dia bisa menemukanku .


"Aku sangat amat heran sekali padahal tidak pernah sekalipun aku menghubunginya lewat ponsel milikku,tetapi dia tetap mucul !"Kataku dalam hati dan menyeringai setelahnya.


"Hei...dengarkan Aku minta maaf,Aku tak akan mengulanginya lagi,I'm Promise!"Kata Andromeda sambil memelas kepadaku biar Aku tersentuh olehnya .


"Hei lepaskan tanganku aku mau pulang,dan


kenapa kau selalu mengikutiku aku kan sudah muak denganmu itu!"Kataku pada Andromeda sambil pergi meninggalkanya.


Aku menghampiri Rion untuk mengajaknya pulang ke rumah.


Melihat aku marah Andromeda pun diam mematung dan tak berani menghampiriku lagi , Andromeda membiarkan aku pergi bersama Rion.


"Ayo,Rion kita pulang!"Kataku kepada Rion.


Dan mobil Rion kunyalakan dan kuarahkan menuju ke toko Bibiku,kami pun sampai di teras toko Bibiku.


Saat aku akan turun Rion menghentikanku sejenak.


Dia menjapitkan dua jarinya ke bajuku agar tidak menyentuhku.


"Jangan bertanya tentang Andromeda,aku sedang muak dengannya!"Kataku kepada Rion sambil keluar mobilnya dan mengambil sepeda serta belanjaaku.


Setelah semua selesai akupun berpamitan kepadanya.Aku mendekati mobil Rion.


"Terimakasih ya,kau sudah membantuku Rion,dan bersihkan kemudinya dengan tisu basahmu ok!"Kataku kepada Rion dan meninggalkannya ke dalam toko Bibiku.


Rion pun tidak berani bertanya dan memutar kemudinya balik ke rumahnya.


"Kau sudah pulang!"Kata Bibiku kepadaku sambil menghampiriku dan menyuruhku duduk.


"Kau darimana,apakah kau tidak lapar?,segera


makanlah dulu aku lihat kau selalu melupakan jam makan malammu!"Kata Bibiku, Akupun mencuci tanganku kemudian aku memakan makanan yang di siapkan Bibiku kepadaku.


Namun fikiranku melayang saat ini sekiranya membayangkan betapa sedih Chelsea yang babak belur,dan ternyata dia hamil satu bulan.


Aku meninggalkan sepucuk surat yang bertuliskan"Chelsea Aku harap beristirahat di sini untuk sementara,besok Aku pasti akan menjengukmu,jangan terlalu banyak berfikir mari kita selesaikan masalahnya itu dengan fikiran yang dingin."Kataku kepada Chelsea di surat itu.


Bersambung....