
Malam ini Andromeda berencana mengajak Putih untuk makan malam yang romantis untuk menggantikan malam yang lalu.
Saat kencan pertama mereka eh mala mereka tersesat di hutan belantara ujung-ujungnya mobil mereka mogok .
Untuk menebus kesalahan yang pernah ia buat, Andromeda pun mengajak Putih makan malam di sebuah Restaurant mewah,bernama "Galaksi Restaurant" tepatnya berada di kota Malang.
Ini adalah penampilan tuan Andromeda yang sedang menunggu Putih untuk berdandan,dan dia pikir Putih akan memakai baju seksi,atau dress yang pernah ada di fikiran liarnya.
karena menurut Andromeda Putih lebih cantik jika dia mau memakai gaun atau dress pergi berkencan dengannya.
Andromeda menunggu di ruang tamu untuk pergi berkencan.
"Kenapa anak ini sangat lamban sekali,apa dia pingsan?"Tanya Tuan Andromeda pada dirinya sendiri sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku sudah lama menunggunya,apa dia sedang tidur,dasar gadis lamban?"Tukas Andromeda sambil memanyunkan bibir merahnya yang seksi.
Setelah 30 menit berlalu akhirnya Putih sang gadis imut pun turun dari tangga.
"Tap...tap...tap..."
"Hei...apakah kau menungguku sangat lama?" Tanya Putih pada Kekasihnya sambil senyum dan mengamati wajah Andromeda yang mulai bosan dan akan marah.
"Tentu saja,kenapa kau tidak mengenakan gaun yang ada di sebuah lemari?,itu semua untukmu!"Tukas Andromeda sambil melirik karena Putih tidak memakai dress,ataupun gaun hanya memakai baju yang menurut ia nyaman di pakai.
"Kenapa?,aku suka dengan baju ini kalau kau tak mau,aku bisa membatalkannya,aku akan melanjutkan tidur malamku."Jawabku pada Andromeda biar dia bisa memahamiku
Putih hanya nyaman memakai jeans dan kaos biasa serta untuk apa berdandan berlebihan.
"Hei,Ckk... baiklah ayo kita berangkat."Kata Andromeda sambil menggandeng tangan kecil Putih menuju tempat parkir mobil sport merah favoritnya.
Saat ini mereka berdua pun berada di tempat parkir, Putih mengamati keadaan tempat parkir itu banyak mobil sport dengan berbagai merk.
Yang sangat sering dia pakai kemana-mana.
Dan dalam benak Putih pun muncul beberapa pertanyaan kenapa dengan begitu banyaknya,
hanya Ferarri merah ini yang sering ia pakai.
Dan Andromeda membuka pintu mobilnya dan memegang kepala Putih,agar tidak terbentur saat masuk di dalam mobilnya.
Dalam perjalanan mereka pun mengobrol seru, Andromeda menyetir dengan pelan,dia tidak mengebut sama sekali.Putih pun mulai angkat bicara.
"Hei,bolehkah aku tanya kepadamu kenapa kau sangat suka dengan mobil ini?,aku lihat mobil model ini keluaran sangat lama."Tanya Putih kepada kekasihnya itu karena dia hanya sering naik mobil merah ini.
Tak pernah sekalipun Abang Andromeda ini memakai mobilnya secara bergantian.
"Apakah kau penasaran?,apa karena mobil di garasi sangat banyak berderet seperti buku bacaanmu yang membuat pusing itu?" Tanya Andromeda kepadaku sambil melirik namun tetap fokus menyetir.
"Iya,aku lihat mobilmu sangat banyak,dengan berbagai macam,kenapa apa ada cerita di balik itu?"Tanya Putih sangat penasaran dan akan menyimak dengan antusias dan seksama jika Andromeda mau bercerita.
"Tentu saja,mobil merah adalah mobil hadiah ulang tahun dari Papaku,dan yang lainnya itu yang kau lihat,hadiah dari Perusahaan aliansi seperti biasa mereka."Jawab Andomeda pada sambil fokus menyetir menggendikkan bahu.
Yang di maksud bukan seperti itu.
"Kenapa hanya untuk sebuah mobil sport, di pusingkan?"Tanya dari Putih dengan sangat penasaran.
Dan menatap wajah Andromeda yang sedang mode maskulin malam ini, dengan bergaya rambut serta jas yang ia kenakkan pas lah kalau di jadikan model iklan atau juga model baju merek mahal di sebuah negara.
"Aku ini putra tunggal mereka mendekatiku dengan barang yang seperti itu?" Andromeda dengan ketus,dan dia tersenyum sinis setelah itu.
"Apakah seperti itu?"Tanyaku penasaran padanya.
"Betul, tumben otakmu itu encer?" Tanya dari Andromeda dengan wajahnya yang maskulin malam ini.
"Ehm,aku memang bodoh tapi kenapa lantas, kenapa kau menempel terus padaku?"Tanya Putih dengan sangat penasaran.
"Kau sudah sangat tahu jawabanya , aku ya dasar gadis kau lamban." Tukas Andromeda sambil menyetir mobilnya.
"Kau,ini aishh..dimanapun kau berada selalu menggombali aku, kau pikir aku ini bodoh!"
Ucapku lalu memanyunkan bibirku.
"Memang bodoh,dan sangat lamban sekali." Ucap Andromeda lagi sambil tersenyum kepadaku dan meledekku.
"Aku rasa kau yang lebih bodoh,"jawabku pada makhluk yang sangat percaya dirinya sangat tinggi ini.
"Kenapa bisa begitu?"Tanya Andromeda lagi dengan sangat penasaran.
"Sudah tahu aku bodoh dan juga lamban kau masih saja menempel."Jawabku padannya sambil meledek.
"Dasar kau ini,"katanya lirih sambil menyetir mobilnya.
"Berarti semua Perusahaan yang menjalin aliansi,akan berbuat seperti itu kepadamu?" Tanyaku pada Andromeda sambil mengamati ekpresi wajahnya.
"Tentu saja,apa lagi Perusahaan yang hanya mempunyai pewaris perempuan dia itu akan lebih mendekatiku ."Kata Andromeda sambil menyeringai.
"Kenapa aku tidak paham sama sekali dengan apa yang kau ucapkan?"Tanyaku padanya sambil menatap wajahnya dari samping.
"Tentu saja,mereka ingin menjodohkan putri mereka denganku, dasar gadis lamban!"Ujar pria bengek di sampingku yang merasa dia seolah-olah pria tertampan di dunia ini.
"Apa?,mereka mendorong putrinya kepada pria sepertimu ??,"ujarku padanya pria ini sambil menggelengkan kepala.
"Apa kau menganggapku seperti apa?, dasar gadis lamban,mau kujitak kau!"ujarnya sambil menyeringai lalu tersenyum, namun dia tetap saja fokus dalam menyetir mobilnya.
"Yang benar saja sangat konyol,aku saja kewalahan, lalu gimana nasib para gadis itu jika mereka di jodohkan denganmu."Kataku dengan memanyunkan bibirku ini.
"Dasar kau ini memang gadis yang lamban,ya sudah aku sudah menjelaskannya padamu!"
ucap dari tuan Andromeda kepadaku dengan menyeringai.
Kami sudah sampai di tempat tujuan kami
terlihat kami sudah berada di depan sebuah restaurant . Restaurant makanan yang bisa untuk di jadikan tempat yang nyaman bisa berkumpul bersama-sama.
Bersambung....