The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 151 PERSAMI 7 "Lie Detector"



"Oh..kenapa bisa membuat satu panci soto ini padahal kan kau seorang pria,kau ini curang."


Protes Erick pada Pleidas karena dia merasa kalau Pleidas tidak mungkin bisa memasak dalam jumlah yang banyak.


Disisi lain Deni yang larinya sangat cepat itu buru-buru mendekatiku, dia seraya mengatur nafas menghirup kemudian membuang sisa karbon dioksida tersebut dengan pelan-pelan.


"Hemmm ahh..."Suara tarikan nafas dari Deni.


"Ada apa Deni kenapa kau tersengal-sengal?" Tanyaku sangat penasaran padanya,apakah gerangan yang terjadi kenapa dia terburu-buru menghampiriku.Tak biasanya Deni seperti ini.


"Ketua OSIS ada masalah Erick dan Pleidas sedang adu mulut."Tukas Deni melaporkan kejadian perkaranya dengan rinci.


"Pleidas mencari gara-gara dengan Erick, bisa kah? Ketua OSIS melerainya." Ujar dari Deni dia terlihat berkeringat , wajahnya berubah merah kehitaman karena terkena sinar terik matahari di siang hari .


"Wah apalagi ini?"Gumamku pada diriku sendiri.


"Baiklah kita kesana, aku mau pamit kepada Aline dan Andromeda dulu." Ujarku pada Deni.


"Hei,Andromeda jangan lupa kau tetap disini saja paham!"Ucapku dengan tegas karena beberapa berandal tengik berkumpul menjadi satu sangat berbahaya.


"Kenapa kau sangat galak sekali,Ckkk."Protes Andromeda padaku.


"Hei,janji dulu."Ucapku lagi pada Andromeda.


"Baiklah,tapi jangan lama-lama,jika lama aku akan menyusulmu."Jawab dari andromeda ke Putih kekasihnya tersebut.


"Awas kalau tidak patuh." Sambil menyeringai


"Iya siap, aku tak berbohong kali ini" Ujarnya.


"Aline Shinta,kau disini saja aku mau melihat mereka,apa yang di lakukan sehingga Deni berlarian sampai sini?"Tukasku pada Shinta dan Aline dengan lantang dan tegas,agar mereka bisa menjaga tenda para gadis dan juga Andromeda biar tidak berkeliaran.


"Siap lanjutkan, aku akan memakan , camilan ini saja... hahahah." Gumam dari Aline dan tersenyum ceria.


"Pergilah kau, aku akan menjaga tenda para gadis." Jawab Shinta padaku .


"Baiklah aku akan pergi."


"Ayo Deni aku akan ikut tunjukkan tempatnya, aisssh para berandal itu memang benar-benar tak pernah jerah!"Gumamku lagi pada diriku sendiri.


Aku dan Deni pun berjalan menyusuri tiap inci dan akhirnya tiba juga di depan tenda Pleidas.


Sambil mengamati lapangan ini, hawa siang ini sangatlah terik, dan matahari tepat di atas kepala membuat tubuh berkeringat, dan juga kulit agak terbakar maka dari itu, dan siang ini memang sangat melelahkan tak itu saja debu yang berterbangan dimana-mana membuat agak sesak , membuat mata agak pedih dan bisa membuat beberapa kali bersin-bersin .


Beberapa menit kemudian kami sudah ada di depan tenda Pleidas, aku mengamati apakah gerangan yang terjadi kenapa mereka sedang adu mulut sesama lelaki. Karena tak biasanya para lelaki tidak terlalu suka adu mulut, dan juga mereka hanya suka bahasa kekerasan daripada kelembutan seperti para gadis.


"Hei,ayolah para lelaki apakah kalian itu akan membuat masalah?"Tanyaku dengan tegas agar mereka takut


"Ketua OSIS,siapa yang memberitahumu?" Tanya Leo terkejut karena aku sudah berada diantara para lelaki sengklek ini.


"Deni yang mengajakku kesini, aku sangat heran kenapa kalian, suka sekali bertengkar?" Tanyaku pada para lelaki ini dan mengamati wajah mereka ,serta melihat ekspresi wajah dari mereka semua terlihat mereka tegang.


Erick pun diam tak membalas pertanyaanku.


Berbeda dengan Pleidas aku rasa menjawab dan menjelaskan semua hal yang terjadi.


"Hei, kemarilah."Ucap Pleidas sambil duduk di bangkunya lalu ia menatapku dengan penuh percaya diri sangat tinggi,agar dia percaya padaku kalau dia tidak berbohong.


Aku pun mulai mendekatinya daan duduk disamping Pleidas.


"Ada apa ini Pleidas?,aku minta tolong bisa hari tidak bertengkar,jadi untuk khusus hari ini jangan berkelahi paham!" Ujarku pada Pleidas dan Erick serta pria lainnya


"Aku sudah melakukan tugasku,lihatlah aku hanya masak soto,namun mantan Ketua OSIS ini curiga aku berbohong kalau aku curang!" Protes dari Pleidas sambil membuang muka dariku dan menyilangkan kedua lengannya itu.


"Begitu ya,aku akan melihatnya dia berbohong atau tidak?"Kataku pada semua anggota OSIS.


Aku pun melihat satu panci masakan Pleidas ini dan kucicipi sedikit,rasanya lumayan tidak ada masalah aku pun melihat dapur mereka ternyata acak-acakan dan tak itu saja,aku juga menginterogasi semua anggota apakah ada indikasi kecurangan dalam lomba memasak ini.


Serasa hari ini aku berubah menjadi sosok Shinici Kudo dadakan. Aku pun mengambil inisiatif untuk menanyai wakil ketua regu .


"Hei,kau wakil ketua regu apa benar masak sendiri atau kalian curang?,ingat ya jangan bohong."Ucapku dengan tegas pada mereka sambil menatap tajam matanya.


Sebenarnya mudah menemukan orang yang suka berbohong,karena sekali berbohong maka orang tersebut juga akan menutupinya dengan kebohongannya lagi.


Tapi adakalanya bohong itu sangat perlu di lakukan hanya untuk tindakan emegency bila ada bahaya agar tidak terjadi bencana lagi yang teramat besar.


Contohnya lain kali saja ya.Dan kadang juga walaupun sudah mengetahuinya aku akan berpura-pura tidak tahu agar mereka lengah dan bangga karena bisa mengelabuhiku.


Kalian bisa mengamati matanya kedua bola mata manusia itu adalah titik dimana kita bisa saja melihat arti kata mereka berbohong atau tidak.


Bahkan ada juga orang yang pandai sekali berbohong,lainnya dengan cara mengambil hati kita dulu,dan berpura-pura menangis agar kita simpati kepadanya,biasa dilakukan oleh kaum hawa.


"Sebenarnya,aku membantu memasak namun aku tadi di belakangnya saja,aku tidak terlalu bisa memasak Ketua OSIS."Jawab dari wakil ketua regu tersebut dengan jujur apa adanya.


"Kemarilah Pleidas dan aku ingin kau mau menunjukkan tanganmu itu." Ujarku lagi pada Pleidas berandal ini agar mau mengulurkan tangannya itu padaku.


"Ini lihatlah."Jawab Pleidas dan mendekatkan diri padaku seraya membuka kepalan tangan besarnya itu.


Aku pun mengamatinya,ibu jari Pleidas yang sebelah kirinya bewarna kuning atau tidak,ya


karena kau tahu kunyit bahan dasar makanan atau rempah-rempah yang banyak di temui dan tentunya paling banyak hanya di Negara kita tercinta ini.


Negara penghasil rempah- rempah terbesar di Dunia ya yang sejak dulu diminati berbagai belahan bumi di manapun juga,tak ada yang tidak butuh dengan sumber daya alam ini.


Kunyit yang mengandung senyawa berkhasiat sebagai obat alami,yang disebut Kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin,desmetoksikumin itu dan bisdesmetoksikurkumin,dan zat-zat


Dan sangat banyak khasiatnya itu tentunya.


Bersambung...