The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
187 "MY RAINBOW"



"Hei, kau ini kan anak kecil kenapa bicaramu bisa melantur ?"Tanyaku pada anak kecil ini sambil menggelengkan kepalaku.


Memang anak kecil sekarang berbeda sekali dengan anak kecil jaman dahulu, karena saat seusiaku dulu umur segini masih polos dan hanya main petak umpet, bekel, main tanah, kelereng, main renang-renangan di sungai, dan masih poloslah.


Lihatlah anak kecil jaman sekarang wooow mereka berubah drastis, walaupun tak bisa di pungkiri lagi pada jaman sekarang memang sudah serba canggih, berbeda eralah semakin maju, tapi alangkah baiknya kita bijak dalam memberikan ilmu serta pengetahuan untuk para penerus Bangsa kita ini.


Khususnya untuk para anak muda-mudi kita lah ya, menjauhkan mereka dari hal yang tidak baik, misalnya ini ya film dewasa, atau juga kita bisa memberikan edukasi yang baiklah agar mereka lebih cerdas, teliti, hemat, pandai dan tetunya bisa memberikan semua akses Pendidikan dengan mudah dan ekonomis.


"Hemat pangkal kaya kan,boros pangkal miskin." 🤗


Khususnya untuk para generasi yang muda penerus Bangsa Indonesia yang benar-benar berkualitas. Inilah yang di sebut dengan kata.


"Ilmu yang bermanfaat di dalam Dunia dan Akhirat kelak."


Karena tak perlu lagi author jelaskan dengan panjang kali lebar kali tinggi ya, ini pastinya adalah Rumus Volume.


Karena misal ada yang tanya kenapa sampai akhirat juga ilmunya, jawabanya tentulah saja bisa di renungkan sendiri author yakin pasti akan mendapat syafaat dan hidayah.


Aku dengan mendorong trolly ini juga sambil, mengamati keadaan sekitar gedung ini, Aku melihat ada lift menuju lantai bawah aku dan anak ini masuk ke dalamnya, kami menunggu sampai lift ini mengantar kami turun.


"Ting."


Saat baru saja lift terbuka ternyata ada satu preman pria yang sangat kuat, melesatkan beberapa pukulan kepadaku, aku hanya bisa


menghindarinya dengan secepat kilat dan aku mendorong trolly agak menyingkir dan juga menendang dinding lift sebagai tumpuannya dengan sudut 90°, lalu setelah itu ku tendang preman yang kuat ini, kutarik lenganya yang kekar lalu seperti dalam judo kugunankan dan kukunci dan ku banting sekuat tenagaku ini.


"Bammmm."


"Arrrgggghhhh, sialaaaaannn!" Erangnya.


Aku mengambil ancang-ancang ,dan bersiap melanjutkan pertempuran yang membuatku sangat amat semangat lagi, yang sedari tadi mencari yang agak kuat lah, aku kira preman ini lumayan karena aku lihat dengan badan dan juga triknya yang tahu dan menungguku di lift,lumayan cerdaslah juga kan. Ini yang di maksud trik jemput bola.


Tapi dia lupa aku adalah seorang gadis yang amat tahu, semua trik yang di layangkan para musuhku, dengan amat licik sekalipun ok.


Dia pun maju dengan kekuatanya yang masih full, karena memang dia sudah mempelajariku sebelum ia datang , akupun selalu mengamati


pergerakannya, dengan sangat secepat kilat aku menangkis semua gerakkannya.Setelah itu agak paham gerakkanya ,dia selalu fokus untuk melukai kepalaku, dan juga agar aku bisa tumbang dengan cepat.


"Wah... kakak hebat...prok..prok...prok..."


Tepuk tangan dan pujian dari salah satu fans bocilku membuat, semangatku tambah naik satu level lagi ya para reader.


Aku pun merasakan vitamin beserta nutrisiku masuk dalam darahku merambat, dari semua celah-celah pembuluh darah, hingga masuk ke dalam detak jantungku ini, yaitu pusat dari semua kehidupan, dari semua makhluk yang disebut manusia bahkan hewan sekalipun, ya atau makhluk lainnya di dalam kehidupan ini.


Semua makhluk hidup, bahkan yang manusia tak dapat melihatnya sekalipun. Mereka pun juga mempunyai yang namanya jantung hati jangan lupa 😉.


Ternyata dia hebat juga dapat salto 360° dan menghampiri serta berdiri tepat di depanku.


"Buk, bam, buk, gedebak, bukkk, gedebum..."


Pukulannya mengenai wajahku namun aku hanya mengeluarkan, darah sedikit.


Berbeda denganku aku melayangkan pukulan ke perutnya yang membuat dia kesakitan.


"Lumayan juga kau, aku rasa kau sangat rajin belajar , apakah kau juara satu saat sekolah ?"


Tanyaku padanya, agar dia tersulut emosi, karena terkadang orang yang mudah tersulut emosi, tidak bisa membedakan kebenaran dan kesalahan ya, dan juga dia akan tertutupi kabut tebal, dan membuatnya rabun untuk selama-lamanya.


Akhirnya dia hanya fokus dengan kesalahan orang lain saja, dan tak mau merefleksikan diri sendiri dan tak bisa maju sama sekali.


Bisa di bilang akan semakin mundur terus kebelakang, dan dalam Matematika apa namanya? 😉🤗 bisa di cari ya saranghae.


"Ingat!, jangan mudah emosi ok, author juga masih belajar, kita belajar bersama-sama."


Dia pun maju lagi dan menendangku dengan sekuat tenaganya, dan aku hanya memegang kaki kananya saja mudah kan, Aku sekuat tenagaku, dan mendorongnya maju dia pun mulai kehilangan keseimbangannya, jatuh.


Aku menginjak tangannya dan kakinya itu.


"Arggggghhhh! , gadis siaalaaaann...!"


"Aku sudah bilang, belajarlah yang rajin ok, siapa yang menyuruhmu?"Tanyaku padanya.


"Tidak tahu."


"Oh, kau mencoba bungkam,baiklah." Aku pun


meneteskan minyak goreng lagi di atas tubuh nya , karena kalian tahu minyak goreng juga bisa membakar jika di tambah api sedikit.


Dia juga termasuk bahan bakar ya, jangan lupa para reader. Semangat belajar agar kita sama-sama bisa menjadi manusia yang bisa bermanfaat dunia dan akhirat.


Aku pun menyalakan korekku dan sekali lagi, api memang paling pas untuk menghukum orang yang berdosa, karena kau tahu api itu sangat suci lihatlah, dia selalu membantumu di dalam dunia ini.


Kau memasak makanan dengan apa, apakah matang jika tak menggunakan api, walaupun listrik sekalipun mereka itu juga mempunyai unsur api, namun dia berbeda bentuk iya kan.


Aku melihat dia terbakar api, sangat senang kenapa tidak, orang yang jahat mempunyai sifat serakah, takabur , riyak, sombong, dan juga lain-lain, ya patut di hukumlah ,kalau aku bisa kenapa tidak. Iya kan aku memandangi dia mengerang kesakitan ,dia berlari mencari air dan aku rasa orang seperti sudah sangat payah, merasa hebat tapi masih butuh air.


"Hore...hore... bagus kakak." Ucap bocil itu memberi dukungan padaku. Aku pun hanya tersenyum tipis dan juga menggelengkan kepalaku.


Kau tahu air, hematlah gunakan secara baik- baik ok dia juga makhluk Tuhan, mempunyai unsur mensucikan juga, sama lah dengan api hanya mereka mempunyai cara sendiri-sendiri


Maka dari itu mulai sekarang jangan sampai beranggapan Ilmu yang kotor namun semua ilmu adalah hal yang baik menurutku, hanya cara kita saja melihat sudut pandang . Harap bijaksana dalam membaca dan mengambil sisi positifnya jangan mudah terjebak dalam kata-kata, dan juga tetap bersabar di dalam setiap keadaan, terimakasih para readerku Aku harap kalian sangat puas dalam bab ini .


Bersambung...