The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 130 "His Wild Shadow 2"



Alunan musik aneh masih terngiang-ngiang di telinga tuan muda Andromeda yang sedang mabuk kepayang.


Serta on fire karena dalam benaknya Putih kekasihnya itu menjelma menjadi gadis liar


mampu menggoda iman dan takwa.


Serta membuat tubuhnya panas dingin tidak karuan,jantung berdesir,dan fikirannya pun menjelajajahi bumi,serta berkeliling angkasa dan melihat beberapa galaksi,mulai galaksi.


Galaksi Bima Sakti,Galaksi Andromeda


Galaksi Ursa Mayor,Galaksi Black Eye,dan satu lagi yang terahir Galaksi Tadpole.


Mereka berlima adalah galaksi yang pas,bila bersatu padu sangat bahaya menimbulkan kerusakan yang tak bisa di nalar oleh fikiran manusia.Namun jika mereka menjalin aliansi maka tidak akan terkalahkan.


🍁🍁🍁🍁🍁


Lanjut pada cerita tuan muda Andromeda yang sedang kacau balau,fikirannya gabut


karena Putih polos dalam imajinasinya itu berubah drastis menjadi gadis dewasa.


Mampu menggoda hasrat dan hawa nafsu pria berumur 16 tahun ini,kemudian dengan watak Andromeda dia akan berusaha sekuat mungkin untuk tidak terjerumus oleh fikiran yang melanglang buana berkeliling dunia dan seisinya tersebut.


Bayangan liar muncul lagi menggantikan yang lainnya.Dan membuat Andromeda semakin tak karuan.



"Hei,kau mau main golf lagi denganku?"Tanya gadis liar yang ada di dalam imajinasi tuan muda Andromeda ini sambil menatap penuh dengan godaan.


"Sialaaan!"Umpat Andromeda mukanya sudah merah merona dan tubuhnya panas dingin.


Bayangan itu lenyap namun disusul dengan bayangan lainnya lagi,muncul dalam benak pria muda yang serampangan ini.Sambil menahan sekuat tenaganya.



"Ayolah kita bisa saja pergi ke Luar Negeri sekarang juga,"ucap gadis liar lainnya dan dia sedang menggoda iman Andromeda.


Saat ini dengan lipstik merah merona dan senyuman maut dari gadis liar ini.


"Hei,apakah masih banyak cadangannya?,kau tahu aku sudah sangat pusing."Permohonan Andromeda dengan pipi yang merona dan di kepalanya muncul asap seperti sate yang di bakar di atas tungku agar matang merata.


Bayangan itu musnah namun muncul gadis liar lainnya dalam imajinasi tuan muda ini.



"Sudah,ayo kita baca buku saja mana yang kau suka?"Tanya gadis liar yang menggoda tuan muda itu saat ini dan mentapnya tajam penuh perasaan.


"Astaga,kenapa menjadi seperti ini apakah kau tidak tahu?,kalau aku sudah tidak tahan lihat bahkan kepalaku mengeluarkan asap!"


Kata tuan muda ini sambil menundukkan kepalanya.


Di penuhi dengan wajah kekasihnya Putih yang berubah menjadi gadis liar.


Dan bayangan itu musnah di susul dengan wajah gadis liar lainnya.



"Bagaimana kalau mendengarkan musik klasik, mau kan?"Tanya gadis liar lainnya sambil tersenyum manis dan menatap andromeda dengan anggun serta seperti gadis bangsawan kelas atas,yang cantik jelita.


"Ayolah,sudah cukup aku kalah."Kata tuan muda itu dengan memelas dan semakin banyak asap yang mengepul di kepalanya bak tungku sate.


Bayangan itu musnah seperti di telan bumi,


namun masih di susul dengan bayangan lainnya lagi.



"Sudah jangan begitu,kita piknik saja aku sudah memakai gaun yang elegan yang kau pilihkan waktu itu,"bisik gadis liar menyerupai kekasihnya tersebut sambil duduk di depan tuan muda Andromeda itu.


"Ayolah kumohon,kepadamu sudah berhenti sampai disini!"Tukas Andromeda sambil sujud kepada bayangan gadis liar tersebut.


Namun masih muncul bayangan gadis liar lainnya,yang masih mau menggoda iman dan takwa tuan muda Andromeda ini.



"Ayo kita sarapan saja!,aku menyuapimu." Ucap gadis liar dengan style ala cheese in trap di drama Korea Selatan yang sedang booming kala itu.


"Ya Tuhan!,aku mohon sudah cukup,cukup!" Seru Andromeda dan asapnya pun mulai hilang.


Namun muncul api di kepalanya terbakar sperti gedung pencakar langit yang sudah di kuasai api,jika tidak di padamkan sangatlah berbahaya akan menimbulkan banyak korban jiwa.


Bayangan itu pun hilang seketika tapi masih muncul bayangan lainnya dalam benak tuan muda ini.



"Bagaimana?,kalau aku menjadi tuan putri dalam sehari saja,menemanimu maukah?" Tanya gadis liar itu sambil meniup lirih telinga Andromeda yang sekarang sedang terbakar api


Ternyata api itu semakin membara berwana biru kehitaman naik level,api yang tadinya hanya bewarna merah.


Andromeda tidak bisa berkata apa-apa lagi,ia


hanya menggelengkan kepalanya beberapa kali sambil tertunduk lemas tak berdaya,api biru kehitaman sudah menguasainya.


Bayangan itu pun mulai pecah seperti kaca.


"Pyar...."Suara serpihan kaca itu berserakan di lantai namun masih saja ada bayangan gadis selanjutnya.



"Lihatlah,sudah cantik belum?,aku memakai rok yang kau berikan tempo hari, kemarilah kita berajalan-jalan sambil menggandeng tanganku,mau tidak?"Tanya gadis di dalam bayangannya, dengan suara lirih,lemah dan


lembut seperti cream dalam kue blackforest.


Dan lagu bergelayutan merdu dalam imajinasi tuan muda Andromeda saat ini.


Andromeda tidak berkutik sama sekali,karena dia pun di tahklukkan oleh bayangan gadis liar dalam benaknya itu.


Putih yang tahu Andromeda diam terlihat aneh mulai menghampirinya apa gerangan sehingga pria serampangan ini duduk sujud.


Di bawah lantai,seperti pria yang sedang menunggu ilham dari Yang Maha Kuasa.


"Apakah kau sakit?,lihatlah kenapa wajahmu merah sekali kau demam?"Tanya Putih yang saat ini sedang menghawatirkan kekasihnya tersebut.


Namun Andromeda tidak menjawab karena dia menyangka Putih hanya bayangannya saja.


"Hei,kenapa diam di bawah lantai,apakah kau mencari uang receh?"Tanyanya lagi sambil menempelkan telapak tangannya di dahi Andromeda.


Untuk memeriksa keadaan tuan muda ini.


"Maafkan aku,karena sudah memberimu mie yang sangat pedas yaa,aku hanya ingin kau belajar mengontrol emosimu itu,"ujar Putih pada tuan muda itu.


Andromeda masih tak menjawab pertanyaan. permintaan maaf itu tak terdengar karena dia masih menyangka kalau kekasihnya adalah bayangan saja dan hanya ilusinya semata.


Tampak Andromeda sudah sangat tertunduk lemas.


Berusaha sangat keras sekali agar tak terpicu dengan api biru kehitaman yang membara di tubuhnya saat ini.


"Hei benar kau sangat demam,ayo berdirilah aku akan menghubungi Dokter Sharon agar memeriksamu ok."Mencemaskan karena dia takut seperti itu karena efek dari makan mie pedas penangkal bisa cobranya itu.


Namun dia mulai bangkit lalu menatap wajah Putih ternyata dia adalah makhluk nyata, dan tak hilang serta tak lenyap di telan bumi.Dia masih diam, kemudian dengan pelan-pelan.


Sambil mencolek pipinya yang tirus bersih itu dan menatap tajam dengan intens.


Beberapa kali ia memastikan apakah ini hal nyata ,atau hanya imajinasi semata, dia pun masih ragu. Setelah memastikannya dengan beberapa kali barulah sadar memanglah dia itu nyata adanya.


Dan mulai percaya makhluk yang di depannya itu adalah nyata dan buka ilusi semata saja.


Bersambung....