
Aku menggunakan tongkat kasti tadi dengan sebaik-baiknya karena, banyak sekali yang hadir, saat aku layangkan lagi ternyata ada preman yang menendang, tongkat dan jatuh.
Tak kehabisan akal, aku akan menggunakan kaki dan tanganku ini untuk menendang, dan juga memukul, serta merunduk, dan juga aku menghindar, lalu menjegal, dan mundur lagi karena beberapa kali aku terkena pukulan dari mereka, karena mereka sangat banyak.
Aku di tendang dan juga kena pukul, lalu aku pun mundur secara teratur.
"Sreeet...."Saat aku terkena pukulan mereka aku mundur, aku membenahi rambutku, dan aku tali dulu agar tak menghalangi gerakku.
"Wah banyak juga ini, ternyata ."Ucapku lirih.
Namun ternyata Andromeda, Daniel, Rion, dan Anggara datang lewat dari gedung lantai atas dan turun dari lift, mereka tahu keberadaanku karena ponsel yang aku bawa.
"Hei,gadis ini apakah seru?"Tanya Andromeda dengan mengernyitkan alisnya yang tebal.
"Memang kenapa?"Aku balik tanya.
"Dasar gadis ini , kau tinggal menghubungi aku beres."Ucap dia padaku juga menatapku tajam.
"Kenapa harus memepersulit keadaan?" Ucap Andromeda padaku.
Aku pun diam tak menjawab karena aku sudah sangat lelah.
"Hei, apakah kalian mau masuk sel tahanan?" Tanya Rion pada mereka dengan lantang dan tegas, singkat kata mereka pun lari tunggang langgang.
Berhamburan seperti serangga ,aku melihat mereka tak bisa menahan tawaku.
"Hahahahha.."
"Hei,Put kenapa kau ini aneh sekali?harusnya, kau menghubungiku, atau Daniel atau juga, Kakak ipar."Ujar Anggara sambil menatapku dengan sebal.
"Kan lumayan, iya kan adik kecil?"Ucapku pada bocil ini sambil tersenyum.
"Memang mereka siapa?"Tanya Daniel padaku dan dia mengamatiku.
"Aish, mereka tak mau bicara, aku juga tak tahu padahal aku ingin bersenang-senang."
Jawabku pada mereka dengan polos.
"Sialan gadis tengik, untung Persi temanmu itu menghubungiku."Ucap dari Andromeda padaku.
"Persi apa yang di katakan dia?"Tanyaku pada Andromeda sambil melihat ekspresi wajah nya yang marah sekaligus sebal.
"Dia bilang, kau tak turun-turun dari gedung, maka dari itu aku kemari."Ucap Andromeda sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku tadi mengejar preman seperti biasa, aku mengambil dompet Mutiara."Ucapku kepada tuan Andromeda ini.
"Hanya mengambil dompet ini, lihatlah dirimu, sepatumu mana?"Tanya Andromeda lagi.
"Ini dalam tas ,basah."Ujarku sambil meringis.
"Kau ini gila, sudah ayo kita pulang."Ucap dari Andromeda sambil menarik lenganku.
"Kau tadi melakukan apa saja Put?"Tanya Daniel padaku dengan penasaran.
"Aku sedang bermain-main dengan bocil ini."
Ucapku pada Daniel sambil menunjukkan anak kecil yang ku temukan di gedung ini.
"Oew anak ini, kau tidak apa-apa Dik?" Ujar dari Daniel dan mengamati keadaan dia.
"Tidak apa-apa kak?"Jawabnya dengan suara lembut.
"Hei, dengar bersihkan gedungnya ya jangan lupa jangan ada kekacauan."Ucap Andromeda di ponselnya.
"Baik Tuan Muda."Jawab dari orang di ponsel Andromeda.
Kami pun pergi dari gedung menuju rumahku.
Saat ini kami pun sudah ada di rumahku, dan berkumpul menjadi satu.
"Sebentar ya aku mau ganti baju dulu."Ucapku pada mereka dan tersenyum manis.
"Aish, kenapa gadis lamban ini selalu saja mempersulit, kalau mempermudah kan bisa."
Ujar dari Andromeda sambil menggelengkan kepalanya.
"Hei, bocil rumahmu ada dimana? aku akan menyuruh pelayanku untuk mengantarmu?"
Ujar dari Andromeda sambil mengamati anak kecil ini.
"Sebenarnya rumahku dekat, boleh aku pinjam ponsel kakak?"Ujar dari bocil ini dan memelas
"Ini"Ucap Andromeda sambil memberikan ponselnya.
"Hallo ini aku, jemput aku ya aku tunggu di alamat ini ok akan aku kirim maps nya."Ujar bocil ini .
Bocil ini pun mengirim maps dari ponsel tuan Andromeda. Tidak lama ternyata ada orang yang sudah menjemputnya di depan rumahku
"Makasih ya kak, aku pulang dulu, sampaikan juga pada kakak yang tadi."Pamit dia pada kami.
"Iya tentu saja,"Jawab Andromeda dengan sopan.
Dan bocil tadi pun pulang, tanpa berpamitan padaku, karena aku masih ganti baju di dalam
Aku pun sudah selesai berganti baju lalu aku menghambur duduk , bersama-sama temanku
"Persi, Mutiara maaf ya, pasti aku merepotkan kalian ya."Ujarku pada mereka sambil melihat wajah mereka yang sudah khawatir padaku.
"Kamu lama sekali, aku kan sudah bilang dompetku itu isinya uang receh, gak papa."
Ujar Mutiara sambil melihat wajahku.
"Iya, tapi mereka memang mau memberi les tambahan padaku."Ujarku sambil mengamati wajah mereka nampak sangat kesal sekali.
"Ehm, kau ini memang gadis gila."Ujar dari Andromeda.
"Kenapa kalian berkumpul semua?"Tanyaku pada mereka sambil tersenyum.
"Ya kan karena kita mau piknik, kau lupa?" Tanya Andromeda lagi.
"Oh ya,"
"Kakak, apakah Aku boleh ikut?"Ujar Persi sambil meringis pada Andromeda.
"Tentu saja, semua yang hadir disini pasti akan ikut."Ujar dari Andromeda karena dia sangat suka sekarang dia mempunyai teman yang sangat banyak.
"Yesss!"Seru Anggara dengan riang gembira.
Aku yang tahu hanya menggelengkan kepala, pas ya Anggara dan Andromeda ini, warna kuning dan merah jadi orange vitamin C.
Daniel dan Rion hanya diam karena mereka adalah orang yang pendiam.
Persi dan Mutiara tersenyum manis, karena kami akan berlibur dengan riang dan juga gembira.
"Kita mau kemana memangnya?"Tanyaku pada mereka dan kulihat mereka sangat antusias sekali.
"Bagaimana kalau kita pergi ke pantai?"Ujar dari Anggara sambil tersenyum.
"Pantai mana?"Tanya Persi pada Anggara.
"Terserah Kakak ipar."Ujar dari Anggar lagi.
"Kau mau kita kemana nich Daniel?"Tanya Andromeda kepada Daniel sambil tersenyum
"Entahlah..."Jawab Daniel.
"Hei Rion, ayolah kau harus usul juga."Ujarku agar dia mau bicara.
"Terserah kalian aku akan ikut saja."Jawabnya dengan singkat padat dan tidak jelas.
"Mana bocil tadi ?"Tanyaku pada mereka.
"Sudah pulang dia di jemput seseorang."Ucap dari Andromeda padaku.
"Memang dia punya ponsel?"Tanyaku.
"Tadi meminjam ponsel milikku." Jawab dari Andromeda sambil mengamati wajahku.
"Hei, dengar kau ini suka ya merepotkan orang?"Tanya Andromeda dengan tiba-tiba.
"Emang kenapa?" Ujarku.
"Ya kau ,ckkk aku kan sudah bilang kau ini memang lamban sekali, sudahlah."Ujar dia kesal, aku juga tidak tahu apa yang ingin dia katakan padaku.
"Ya sudah, maafkan Aku ya, apakah kalian sedang menghawatirkanku?"Tanyaku pada mereka semua.
"Tentu saja bodoh."Ujar dari Anggara sambil melihatku dan mamanyunkan bibirnya.
"Aish, iya maafkan aku tidak akan membuat kalian khawatir lagi."Ujarku sambil tersenyum
"Ayolah kita berteman ya kan."Ucap Mutiara.
"Makasih teman-teman." Ucapku dengan lirih karena aku tahu sudah membuat mereka khawatir sekali padaku.
Dan mereka sangat menyayangiku layaknya saudara mereka sendiri.
Bersambung...