REPEATING TIME

REPEATING TIME
Berhadapan dengan Ardi 3



Tapi Jarwo agak curiga tehadap Ardi. Dia mencoba menyangkal ucapan Ardi barusan agar tidak tepengaruh ucapannya.


"Tapi.." ucap Jarwo.


Tidak ingin rencananya gagal Ardi langsung memotong perkataan Jarwo.


"Itu terserah kalian mau membiarkan Hana pergi atau tidak, yang pasti aku tidak akan menrunkan penjagaanku. Dan kerja kalian akan sia-sia " Ardi dengan yakin menatap mereka.


************


Mendengar ucapan Ardi barusan, Jarwo dan para anggotanya agak sedikit ragu untuk menjawab Ardi. Apakah mereka akan melepaskan Hana atau tidak.


Karena disatu sisi jika mereka membiarkan Hana pergi maka mereka akan kalah menurut pemikiran mereka. Dan disisi lain jika Hana tidak pergi maka Kekuatan Ardi akan menurun tetapi itu akan sia-sia karena anak nakal lain akan meremehkan geng Jarwo yang tidak bisa melawan serius.


"Tapi jika kita melepaskan Hana itu juga akan merugikan kita. Bisa saja ia akan melaporkan kepada polisi nanti." Jarwo termakan dengan rencana Ardi barusan.


"Tenang saja , aku sudah terpikirkan sebuah rencana. Aku akan mengikuti kalian, ketempat dimana kalian akan bebas melawanku. Bagaimana bukannya ini rencana yang sempurna " ucap Ardi tersenyum, mencoba membujuk Jarwo.


*************


Jarwo sebenarnya ragu untuk membiarkan Hana pergi. Tapi ditengah keraguannya, para anggotanya menyetujui agar Hana pergi.


"Tapi..." Jarwo sempat ragu tapi dipotong oleh salah satu anggotanya.


"Biarkan Hana pergi boss. Bukannya usaha kita akan sia-sia jika kita tidak mendapat pengakuan." Ucap salah satu anggotanya.


"Iya boss." Ucap anggota lain membenarkan.


Tidak ada pilihan lain selain mengikuti rencana Ardi. Jarwo dengan kesal mengikuti rencana Ardi.


"Baiklah aku akan mengikuti rencanamu. Kalau gitu kita cepat pergi ketempatku."


"Baiklah " Ardi langsung melangkah pergi lupa dengan Hana.


************


Hana merasakan perasaan yang tidak enak. Dengan rasa takut ia mengenggam lengan Ardi


"Jangan pergi" Hana mencoba agar ia tidak ikut pergi dan lari bersamanya.


Melihat Hana ketakutan memgenggam lengannya, ia hanya bisa tersenyum dan melepaskan lengan Hana dengan lembut.


Tapi bagi Hana lepasan itu artinya perpisahan yang mengerikan sehingga ketika dilepaskan Ardi walau dengan lembut Hana dengan cepat mengenggam lengan Ardi barusan.


"kumohon jangan pergi " ucap Hana dengan gemetar ketakutan dan keringat dikeningnya terus mengalir.


************


Tidak bisa membiarkan Hana terus terusan merasa khawatir. Tidak ada pilihan lain Ardi mencoba berbicara kepada Hana.


"Tunggu berikan aku waktu untuk berbicara dengan Hana " teriak Ardi mencoba meminta persetujuan Jarwo.


"Kami sudah berbaik hati untuk membiarkan Hana pergi tapi ada aja permintaanmu itu " ucap salah satu dati kelima anggota Jarwo yang baru terbentuk.


"Apa kamu tidak lihat ia ketakutan. Beri aku untuk menenangkannya " bentak Ardi marah karena mereka tidak memberikannya kesempatan.


"Kamu ini " anggota yang tadi mengejek menjadi kesal dan berniat melawan Ardi .


Tapi hal itu diantisipasi oleh Jarwo, dengan cepat sebelum anggotanya itu melangkah lebih jauh. Jarwo langsung menghadang dengan lengannya.


"Biarkan ia berbicara lepada Hana. Apakah kamu tidak lihat ia gemetar ketakutan." Jarwo agak iba kepada Hana.


"Jika kau ingin melawannya sekarang. Aku akan membebaskanmu untuk bersikap sesukamu tapi kaki tidak akan membantu. Karena kesepakatan bertarung kita tidak berada disini" Jarwo menatap tajam anggota yang mencoba memberontak tadi.


Mendengar kalau ia mereka akan tidak bertarung bersama membuat anggota tadi melihat keteman sesama anggota yang baru dibentuk tadi. Dan mereka mengalihkan pandangan, yang mana mereka menandakan setuju dengan perintah boss.


Tidak ada pilihan lain, karena dirinya belum siap melawan Ardi atau lebih tepatnya ia pasti akan kalah melawan Ardi jika sendirian. Begitulah menurut pemikirannya.


"Maaf boss " anggota tadi menunduk melangkah mundur agar tidak ikut campur lagi.


***********


Merasa mendapatkan persetujuan para anggotanya. Dengan cepat ia melangkah maju untuk menyampaikan persetujuannya.


"Baiklah akan kuberi waktu tapi jangan lama-lama " ucap Jarwo memberikan persetujuan kepada Ardi.


"Okey aku mengerti. Terima kasih atas pemahamannya." Ucap Ardi merasa berterima kasih.


************


Tanpa basa-basi lagi Ardi langsung berbalik melihat Hana dan mulai melepaskan gengaman tangannya yang masih memegang lengan Adi dengan ketakutan. Dengan tersenyum tulus, Ardi mengenggam tangan erat tangan Hana yang sudah ia lepas tadi.


Hal itu mengejutkan Hana yang masih ketakutan. Tapi mendapatkan genggaman Ardi ditangannya, apalagi yang mengenggam tangannya adalah orang yang sangat ia kagumi. Hal itu entah kenapa membuat Hana merasa tenang sedikit demi sedikit.


"Tenanglah aku akan kembali. Kamu pikir siapa aku ini, sehingga harus dikhawatirkan. Aku adalah yang telah menghabisi para penjahat disekolah kita. Jadi mudah bagiku melawan mereka. Jadi tenang oke " Ardi dengan lembut mencoba membuat Hana tenang kembali walaupun memakai gosip yang ada dipublik mengenai dirinya.


"Tapi " Hana masih ragu.


Tidak bisa membiarkan Hana pergi dengan perasaan khawatir. Ardi melepaskan genggaman ditangan Hana lalu ia memegang kedua pundak Hana dan menatapnya dengan penuh tekad.


"Coba tatap mataku."


Setelah sedikit ragu untuk melihat Ardi. Akhirnya Hana mencoba memberanikan diri untuk menatap mata Ardi.


"Percayalah kepadaku aku akan menyelamatkanmu dan tidak akan ada yang terluka. Aku akan kembali, percayalah kepadaku. Tapi sebelum itu aku ingin kau meminta bantuan kepada polisi untuk mencari dilokasi tempat kosong disekitar ini " Ucap Ardi agar Hana tenang dan tidak menyalahkan dirinya.


Karena jika Hana tidak ikut serta ambil dalam kejadian ini. Maka pasti ia akan menyalahkan dirinya jika Ardi terluka, oleh karena itu untuk mengurangi beban dalam pikiran Hana. Ardi memberikan misi kepada Hana.


*************


Setelah melihat mata Ardi yang penuh tekad. Membuat Hana menjadi sedikit berani.


"Baiklah aku akan pergi dan mencari bantuan. Tapi kamu harus selamat." Ucap Hana dengan serius.


"Iya tenang saja." Ardi akhirnya bisa bernafas lega, karena Hana kembali normal.


"Oke kalu gitu aku pergi dulu. Sampai jumpa lagi " Ardi melambaikan tangan dan berjalan melangkah pergi.


*************


"Aku sudah selesai, ayo kita pergi " ucap Ardi mendekat ke Jarwo


"Hmm...okelah kalau gitu kita akan pergi. Ayo ikuti aku." Jarwo langsung pergi ketempat yang ia pikirkan dan diikuti oleh Ardi.


Sedangkan untuk kelima anggotanya yang baru ia rekut tadi. Mengikuti dibelakang Ardi, hal itu bertujuan agar Ardi tidak bisa lari dan kelima angota tadi juga mengawasi Hana agar tidak ikut juga.


***************


Ardi semakin menjauh dari hadapan Hana. Melihat Ardi semakin menjauh Hana hanya bisa menatapnya dan berharap ia baik-baik saja.


"Terima kasih Ardi. Terima kasih telah menyelamatkanku untuk sekarang dan dimasa lalu." Ucap Hana dengan mata berkaca-kaca.