
Setelah memilih sebuah kontak dihandphone, Near mulai mendekatkan handphonenya ke telinganya.
"Halo, Near " terdengar suara Ardi yang menjawab.
Ternyata Near sekarang sedang mencoba memanggil Ardi. Ketika Ardi berbicara diteleponnya tampak Near masih mengusap air matanya yang terus menetes.
"Halo, Near..." Ardi mengulang ucapannya karena Near tidak menjawabnya.
Near masih belum bisa menjawabnya, Near mencoba untuk berbicara setelah mengusap air matanya dan mengambil nafas.
"Kamu harus datang kesekolah " Near gemetaran mencoba menyembunyikan tangisannya.
"Hei Near, apakah kamu tidak apa-apa" tanya Ardi khawatir mendengar Near yang gemetaran.
Near mengambil nafas lagi dan mengusap air matanya.
"Aku tidak apa-apa. Tapi kumohon..." Near tidak kuat melanjutkan perkataanya, air matanya masih terus menetes.
"Aku tidak apa-apa. Tapi bawalah Kanna kumohon, karena dia sedang menunggu dikelas sendirian menungguku." Near mulai berbicara lagi setelah mengambil nafas panjang.
"Oke aku mengerti. Aku akan segera kesana. Aku masih berada didekat sekolah jadi beberapa menit pasti aku akan sampai " ucap Ardi menutup telfonnya berlari kembali kesekolah.
Ardi tidak menanyakan alasan kenapa Kanna bisa disana karena dia tahu dari Near menelpon bahwa Kanna sekarang sedang menunggu Near. Jadi tanpa basa-basi Ardi langsung pergi apalagi sudah mau malam.
*********
Near melepaskan telfonnya dan menutupi matanya yang sudah tidak kuat untuk meneteskan air matanya. Near mengigit bibirnya sendiri agar suaranya menangis tidak terdengar oleh Kanna.
"Kamu seharusnya tidak perlu meminta maaf kepadaku. Karena akulah yang seharusnya meminta maaf. Saat aku berjanji selalu ada disampingmu, tapi aku tidak ada ketika kamu diculik malahan kamu terluka " Near bergunam menahan tangisnya.
"Maaf, maaf, maaf "gunam Near sambil menunduk merasa sedih.
********
Setelah beberapa menit Near sudah mulai agak tenang. Dan tampak dari kejauhan Ardi yang sudah sampai disekolah.
Melihat Ardi yang sudah sampai, Near akhirnya berdiri mencoba untuk bersembunyi.
Tanpa berbicara sepatah katapun Ardi mewati Near yang pergi dengan menuduk.
(Maaf..)dalam hati Ardi merasa sedih dengan Near dan Ardi juga tahu bahwa Near yang paling merasa sedih sehingga Ardi memilih untuk tidak menyapanya.
Ardi memberikan kesempatan kepada Near agar menenangkan dirinya sendiri. Setelah Ardi masuk dan berbicara kepada Kanna. Near dengan linglung seperti zombie itu, dia memilih untuk bersembunyi kekelas sebelahnya.
FLASHBACK END
Near mulai berjalan kembali kekelas untuk mengambil tasnya tapi sebelum melangkah pulang Near menatap kursi dimana Kanna duduk.
Near mulai mencoba duduk disana.
"Hangat disini. Sudah berapa lama kamu menunggu " ucap Near yang mulai meneteskan air matanya lagi.
**********
Ardi dan Kanna sekarang sudah berada didepan rumah Kanna.
"Sudah aku pulang dulu ya " Ardi mau pamit ingin pulang.
"Apakah kamu tidak ingin masuk dahulu " Kanna menawarkan untuk Ardi.
"Ah..tidak kapan-kapan saja. Ini sudah malam soalnya. Maaf ya " Ardi menghidar bukan karena malam tapi melainkan Ardi takut untuk maauk kesana karena ada ayah Kanna.
"Oh gak masalah kok. Hati-hati pulangnya ya " Kanna tersenyum menunggu Ardi berjalan lebih jauh.
"Iya, sampai jumpa lagi" Ardi melambaikan tangannya. Karena Ardi melambaikan tangannya otomatis Kanna juga iku melambaikan tangan ke Ardi dengan tersenyum.
Kanna segera menjelaskan situasinya. Tapi Kanna sedikit merubah ceritanya dengan berpura-pura sedang ada urusan sekolah. Orang tua Kanna mencoba memaklumi hal itu, tapi Kanna tetap mendapat omelan dari orang tuanya.
*********
Malam harinya Kanna seperti biasa sebelum tidur dia akan menulis kesehariannya dibuku harian. Dia segera menuju kemeja belajarnya.
Tapi sebelum menulis Kanna mulai penasaran kenapa Ardi bisa disana menemuinya. Apalagi Ardi menemuinya dengan berlari seolah dia sudah diberitahu oleh seseorang.
"Apakah Near yang memberitahukan keberadaanku disana, kalau iya kenapa dia tidak datang menemuiku. Apakah dia marah padaku? " Kanna bertanya-tanya dengan sedih tidak mengetahui keadaanya.
Kanna dengan sedih mulai menulis dibuku hariannya. Dia juga menulis apa yang ada dipikirannya juga, salah satunya yaitu dia masih kepikiran apakah Near yang memberitahukan keberadaanya.
**********
Esok pagi hari
Seperti biasa Kanna duduk dengan Near. Mereka berdua tidak berbicara sama sekali. Dalam hatinya Kanna ingin bertanya apakah dia datang kemarin tapi karena dalam kelas niat Kanna diurungkan.
Saat bel istirahat, Kanna ingin mengikutinya itulah yang ditulis dibuku Kanna. Kemarin Kanna menulis agar dirinya menanyakan kejadian itu.
"Tunggu.." teriak Kanna mencoba memanggil Near yang berjalan cepat.
Tapi sama seperti hari sebelumnya Kanna tidak mendapatkan kesempatan itu. Karena saat istirahat entah kenapa Near selalu cepat pergi sehingga Kanna tidak bisa mendekatinya.
"Hah...." hela nafas Kanna kesal karena Near yang selalu lari pergi.
********
Di belakang kelas Kanna ingin menanyakan perihal Ardi yang bisa menemuinya dalam kelas.
"Hey Ardi ada yang ingin kutanyakan " Kanna tampak tidak nafsu makan.
"Apa " tanya Ardi yang sedang merapikan bekalnya.
"Eh...apa " tampak Kanna kaget dengan tanya Ardi tiba-tiba.
"Kamu yang apa. Padahal tadi kamu yang ingin bertanya kepadaku l? " Ardi kesal karena seperti sedang dipermainkan.
"Oh gitu. Apa ya... yang ingin kutanyakan " Kanna tampak kebingungan dengan situasi barusan.
"Hah...kamu sebaiknya istirahat sana. Kelihatan sekali kamu banyak pikiran gitu " Ardi menasehatinya.
"Hehehe " tawa Kanna kikuk menggaruk kepalanya.
Niat Kanna diurungkan karena dia tahu bahwa Ardi akan menyembunyikan kebenarannya entah itu benar atau tidak bahwa Near yang memberitahu.
Ardi yang melihat tawa Kanna sebenarnya dia tau bahwa dia sekarang sedang memikirkan Near. Merasa kasian dengan Kanna dalam hati Ardi dia ingin Kanna kembali seperti semula dengan Near
*********
Pulang sekolah tampak Ardi berada dibelakang sekolah sendirian. Ardi setiap saat selalu melihat handphone, seolah sedang menunggu kehadiran seseorang
"Lama sekali dia. Padahal sudah kubilang bahwa jangan terlalu telat. tambah telah banget dianya " ucap Ardi kesal melihat handphone.
Dengan hembusan angin tampak Near datang dari jauh melangkah menghapiri Ardi dibelakang sekolah. Entah kenapa baju, wajahnya, maupun tangan dan sepatunya Near kotor semua seolah habis ditempat sampah.
"Idih kotor banget nih anak " gunam Ardi tanpa sadar saat melihat Near menampakkan diri.
Melihat Near yang tampak seperti itu membuat Ardi melangkah mundur tanpa sadar. Seperti biasanya Near yang selalu berbicara dengan jarak dekat dia melangkah maju.
Tertawa kecil melihat Ardi mundur, membuat Near makin melangkah maju untuk mendekatinya. Karena merasa jijik dengan penampilan Near sekarang, Ardi semakin melangkah mundur ketika didekati Near.