
Para penjahat itu termakan dengan provokasi Near. Tanpa aba-aba dari bossnya lagi para penjahat itu melangkah maju untuk menghabisi Near.
Melihat para penjahat mau menghabisi dirinya, Near tetap tenang memejamkan matanya tanpa menghiraukan para penjahat itu.
(Apakah kalian sekarang sudah selamat. Mungkin itu yang sekarang ingin kutanyakan pada kalian. Ardi Kanna terima kasih telah menjadi temanku dan sebagai teman kalian yang tidak berguna ini. aku ingin menjadi berguna bagi kalian.) Ucap Near dalam hati
FLASBACK
Sebelum para penjahat itu mulai datang di ruangan tempat Near bersembunyi.
Ardi mendengarkan ide Near untuk lari dari para penjahat itu. Suasana menjadi tegang.
"Ide ini mungkin akan mnyelamatkan kita dari para penjahat itu " ucap Near serius menatap Ardi
Ardi menghembuskan nafas mulai mendengarkan ide Near. Dia menatap Near memantabkan diri.
"Aku akan memancing para penjahat itu untuk datang keruangan ini. Kamu dan Kanna, kalian berdua akan bersembunyi diruangan sebelah ini. Setelah mereka berdua datang kesini, nanti aku akan membawa mereka kegedung dibelakang sekolah ini, jadi kalian bisa pergi setelah aku memancing mereka" Near menjelaskan rencananya
"Tapi bagaiman denganmu bukankah kamu akan tertangkap ketika mencoba memancing mereka " tanya Ardi mengkhawatirkan Near setelah rencana itu.
"Kamu yang akan meyelamatkanku " Near tersenyum
"Maksutmu..."
"Ketika kamu sudah menyelamatkan Kanna, kamu akan meminta bantuan dari depan. Aku akan menunggumu di gedung itu"
"Tapi perlu waktu lama untuk bantuan datang " Ardi mencoba menjelaskan bahwa rencana ini berdampak buruk bagi Near
"Tapi... ini satu-satunya cara agar kita selamat " Near mencoba mempertahankan rencananya agar Ardi dan Kanna selamat
Ardi yang awalnya menolak, tapi dirinya terus diyakinkan oleh Near. Sehingga dirinya tidak ada pilihan selain menuruti rencana Near untuk keluar dari masalah ini.
*********
Selesai Ardi berdebat dengan Near soal rencannya, Ardi kembali keruangan sebelah tempat dimana Kanna menunggu. Ardi datang dengan perasaan cemas dengan Near.
Kanna masih bingung dengan apa yang terjadi karena dirinya mengalami lupa ingatan setelah bangun tidur. Tetapi entah kenapa setelah bangun dari tidur hari ini, Kanna mengingat Ardi yang seharusnya dia hanya bisa mengingat informasi keluarga saja. Selain hal itu Kanna bahkan tidak ingat dengan Near yang selalu bersamanya.
Dengan ingatan yang masih samar Kanna berkeliling melihat-lihat dalam ruangan itu. Dia masih heran kenapa dia bisa datang disini.
Tapi yang membuatnya lebih penasaran adalah soal Near, Kanna mengingat bagaimana Near yang mencoba menenangkannya dan dia menyebutkan dirinya adalah temannya. Tapi apa yang dicoba Near tidak dianggap oleh Kanna.
Mengingat hal yang dirinya lakukan kepada Near membuat Kanna mengalami sakit dihatinya. Kanna memegang hatinya yang kesakitan itu.
(siapa sebenarnya dia. Mengapa hatiku sakit saat mengingat dirinya) ucap Kanna dalam hati menahan rasa sakit
Saat Kanna mengalami rasa aakit dihatinya Ardi datang membuka pintu rangan itu. Ardi yang melihat Kanna kesakitan segera dia datang menghampirinya."Apa kamu tidak apa-apa "
"Tidak apa-apa kok. Hanya saja entah kenapa hatiku sakit." Ucap Kanna tersenyum melepaskan tangannya dari hatinya yang kesakitan mencoba untuk tidak terjadi masala apapun pada dirinya.
"Iya tidak apa-apa kok.Emm.. Bagaimana dengan pembicaraanmu dengan laki-laki tadi. " Kanna mengalihkan pembicaraan untuk membuat Ardi tidak terlalu khawatir dengannya
"Hahaha tidak ada apa-apa kok...(tawa canggun)" Ardi sebenarnya tidak bisa mencoba untuk tidak terlalu mengkhawatirkan Kanna karena janjinya dengan Near dia merasa beratnggung jawab akan Kanna
"Dia sebenarnya hanya temanku. Karena aku tadi ada urusan maka aku menyuruhnya tadi untuk menjagamu. " Ardi tidak menjelaskan yang sebenarnya karena dirinya takut nanti malahan akan sangat membebani Kanna
Ardi mencoba menjelaskan kepada Kanna. soal Kanna yang mengalami lupa ingatan ketika bangun tidur diakibatkan kecelakaan masa kecilnya, selain itu Ardi menjelaskan kalau teman-teman tidak tahu aka penyakit Kanna. Dan Ardi menjelaskan sekarang mereka berada dalam sebuah acara sekolah.
Kanna yang mengingat Ardi seoerang sebagai temannya dia tidak ada pilihan lain selain mempercayainya walaupun dalam hatinya masih ragu akan omongan Ardi.
"Terus kenapa kita ada disini. Kapan kita akan keluar " tanya Kanna
"Tunggu sebentar, sebentar lagi kita keluar untuk kembali. Karena diluar aku lihat tadi ada hantu" Ardi mencoba untuk mengelak karena mereka tidak bisa keluar sekarng karena disekitar itu masih ada para penjahat yang mengincar mereka.
Mendengar kata hantu itu membuat Kanna merinding ketakutan. Kanna hanya bisa gemetar ketakutan.
Ardi hanya bisa tersenyum melihat Kanna yang ketakutan dengan omongannya soal hantu. Ardi mencoba menenangkan Kanna, "Kamu duduk saja disini. Aku akan mengawasi didepan pintu. Jika keadaan sudah aman kita akan pergi keluar dari sini."
Kanna mengangguk tersenyum mempercayai perkataan Ardi. Ardi segera membuka sedikit pintu keluar ruangan itu agat dirinya dapat mengawasi luar.
(Near jaga dirimu, aku akan menjaga Kanna dengan aman. Jadi kau tidak perlu khawatir dengannya. Kau harus pulang dengan selamat Near....) ucap Ardi dalam hati berharap tidak terjadi hal buruk
**********
Near yang berada diruangan disebelahnya dia masih merebahkan dirinya menahan tangis. Dirinya tersenyum menahan tawa mengingat ketika dirinya mengunjungi rumahnya Kanna karena mereka harus berhadapan dengan ayahnya Kannna.
Tapi dalam ingatan itu dia juga ingat tentang janjinya dengan ayahnya Kanna. Sekejap senyuman itu hilang dari bibir Near.
Setelah beberapa menit, Near akhirnya melompat berdiri dari tidurnya untuk memulai rencananya. Near menampar dirinya sendiri untuk memantapkan tekadnya.
Near memulai mempersiakan sebuah kipas angin yang ditutupi kain hitam agar para penjahat itu penasaran dan mencoba untuk membukanya sehingga Near bisa mengulur waktu agar Kanna dan Ardi bisa pergi.
********
Setelah mempersiapkan banyak hal akhirnya tiba para penjahat itu mulai menimbulkan kebisingan karena mencari Near dan Ardi. Saat itu Near segera membuka pintu ruangan tempat dirinya bersembunyi dan segera dia menutup pintu itu kembali dengan keras.[bruaaakkk]
Kanna yang berada dalam ruangan disebelahnya dia bertanya kepada Ardi apa suara itu.
"Itu adalah suara hantu diruangan sebelah." Ardi menakut-nakuti
Kanna hanya bisa terdiam membeku takut akan hantu.
Ardi mencoba menenang kembali Kanna agar mereka bisa lari dari penjahat tanpa hambatan. "Tenanglah aku ada disini. Nanti kamu pejamkan matamu lalu kamu pegang tanganku . Sehingga kita bisa keluar dari sini "
Kanna tersenyum mengangguk mengerti apa yang diucapkan Ardi. Kanna dalam hatinya senang karena dia mendapatkan teman yang dapat diandalkan. Tapi dalam hatinya yang senang itu dia juga merasakan sakit entah kenapa seperti dia melupakan sesuatu hal yang penting.