REPEATING TIME

REPEATING TIME
Satu dan tiga orang-2



"Hati-hati..." tak sempat anak buahnya memberi peringatan kepada pimpinannya itu agar menghindar.


Berbeda dengan anak buahnya yang masih belum berpengalaman. Pimpinan polisi itu tersenyum dengan ayunan yang amatir Ardi, dirinya seperti melihat sebuah gerakan lambat ketika Ardi mulai bergerak maju. Dia mulai memperlihatkan kemampuannya dan kenapa dia sampai dipilih sebahi pemimpin.


Dengan cepat pimpinan polisi itu menghentikan ayunan Ardi dengan tangannya yang kekar itu."kamu harus berlatih beberapa tahun lagi nak untuk menyerangku seperti ini "


Ardi dan Kanna terkejut bahkan ana buahnya terjejut karena pimpinan polisi itu dengan cepat menghentikan serangan itu.


Ardi berniat mau menarik sapu yang dihentikan pimpinan polisi itu, tapi dengan perbedaan kekuatan Ardi kalah dengan pimpinan polisi itu."kami ini polisi yang akan menyelamatkan kalian"


"Tidak...kalian jangan bohong " teriak Ardi ketakutan mencoba menarik sapunya beberapa kali.


Pimpinan polisi itu segera menghentikan lengan Ardi untuk mencoba menarik sapu itu kembali. Dengan satu tangan dia bisa membuat Ardi tidak bisa melakukan apapun dengan tangannya


pimpinan polisi itu mencoba menjelaskan lagi"Tenanglah kami polisi. Kami datang menyelamatkanmu "


Bahkan anak buahnya memperlihatkan kartu identitas polisinya. Tapi karena gelap Ardi tidak bisa melihat itu sehingga dia terus mencoba untuk memberontak lagi.


Kanna yang melihat Ardi memberontak terus tapi tidak bisa. Kanna dengan sediit ketakutan dalam hatinya dia berlari ke arah pimpinan polisi itu dan mulai memukul lengannya sambil menangis. "lepaskan...kumohon lepaskan tanganmu... Ardi hanya satu-satunya temanku"


Ardi melihat Kanna yang menangis, dirinya tidak kuat lagi menahan rasa sedihnya karena dia merasa tidak bisa menepati janjinya.(maafkan aku Near aku tidak bisa menepati janjiku padamu. Sekarang bahkan aku membuatnya menangis setelah beberapa saat)


Dengan pasrah Ardi mulai melepaskan tangannya yang berniat untuk memberontak."kamu boleh bawa aku tapi tolong... aku mohon kepadamu jangan bawa Kanna. Kamu boleh bawa aku tapi jangan bawa Kanna "


Kanna menjadi tambah sedih karena dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Kanna segera menampar Ardi, Ardi terkejut dengan tamparan Kanna yang tiba-tiba terjadi.


Kanna menarik lengan Ardi " bukannya kamu yang bilang bahwa kamu akan selalu disampingku tapi kenapa kamu akan meninggalkanku"


Ardi terkejut dengan ucapan Kanna, karena bukan dirinya yang berjanji seperti itu kepada Kanna melainkan Near yang berjanji seperti itu kepada Kanna.


"Eh...itu " Ardi gelagapan dengan pernyataan Kanna


"Bukannya kamu yang bilang akan selalu disampingku. Bukannya kamu yang bilang akan melewati masalah ini bersama-sama..tapi kenapa..kenapa kamu akan meninggalkanku" Kanna menangis memukul pelan dada Ardi sambil meneteskan air matanya.


Pimpinan polisi yang mengenggam tangan Ardi jadi tak enak hati karena niatnya dia ingin Ardi percaya bahwa mereka benar-benar polisi dan berhenti memberontak, tapi entah kenapa kejadiannya jadi begini.


Kedua anak buahnya yang berada disampingnya hanya bisa menangis haru mendengar percakapan Ardi dan Kanna melupakan tugasnya.


"Sungguh cerita mereka benar-benar mengharukan. Iya kan " tanya anak buahnya mengelap air


matanya.


Teman sesama polisi terisak-isak mengangguk menyetujui bahwa percakapan itu sangat menyedihkan. "Iya betul sekali...hiks"


Pimpinan polisi dengan tangan yang masih mengenggam itu dia meliha kedua anak buahnya yang menangis(dasar tidak berguna kalian ini..) ucap dalam hati pimpinan polisi mengkritik kedua anak buahnya.


*******


Ardi mengingat kenangan bersama Near yang tidak pernah menyerah. Bahkan ketika Near yang harus menjawab pertanyaan orang tua Kanna, Near masih dengan berani mencoba untuk menjawabnya.


Ardi dengan tekad yang kuat mengingat Near yang selalu tidak pernah menyerah, dirinya mencoba untuk melapaskan tangan polisi yang ada ditangannya. "lepaskan...lepaskan" Ardi memberontak melawan.


"Sudah kubilang aku ini polisi kami mau kerjasamanya " pimpinan mencoba untuk menjelaskan lagi


Membuat Ardi menutup matanya terkejut ketika gelap menjadi terang. Masih belum fokus Ardi melihat tanda polisi dibajunya dan bahkan polisi itu juga menunjukkan tanda pengenalnya baru itu Ardi percaya bahwa mereka bertiga adalah seorang polisi.


"Hehehe...maaf " Ardi tersenyum canggung mengingat apa yang sudah dilakukannya.


Pimpinan polisi itu mulai melepaskan tangannya dan Ardi juga mulai tenang."sudah kubilang dari tadi, tidak percaya aja bilangnya "


"Hehehe... iya maaf aku hanya tidak ingin tersakiti lagi " ucap Ardi kikuk menggaruk kepalanya bingung.


(Sudah beberapa kali dia tersakiti oleh banyak orang ) Ardi dalam hati merasa kasihan


*******


Salah satu polisi telah sampai kedepan ditempat komandannya untuk segera meminta bantuan. Anak buahnya telah melaporkan semua situasi yang telah terjadi seperti tidak adanya bom di sekolah ini.


"Apaa...tidak ada bom disekolah ini " komandan polisi terkejut setelah mendengar itu.


"Iyaa boss, kami sudah konfirmasi informasi tersebut kepada polisi yang sebelumnya telah mengintai para penjahat" anak buahnya melaporkan situasi tersebut.


"Oh bagus sekali kerja dia. Jadi bagaimana dengannya..." tanya komandannya


"Itu komandan sekarang dia, kami menemukannya dalam keadaan pingsan dimarkas para penjahat "


"Apaa...(terkejut sekali lagi). Terus apa kalian sudah menemukan anak-anak itu"


"Belum ndan. Sekarang pimpinan dan anak buah yang lain seang mencari mereka. Saya disini mau meminta bantuan agar kami lebih cepat menemukannya" anak buahnya meminta bantuan kepada komandannya


"Baik segera kirim bantuan sebanyak mungkin untuk mencari mereka dan utamakan keselamatan anak-anak itu " suruh komandannya kepada anak buahnya yang lain.


"Siap laksanakan..." anak buahnya hormat melaksanakan perintahnya.


Anak buahnya langsung memberikan perintah kepada polisi lain. Mereka langsung menyebar mencari disekitar sekolah tersebut.


(Para penjahat itu tidak jera untuk melakukan kejahatan tersebut. Sialan mereka) Komanadan dengan kesal memukul meja melampiaskan amarahnya.


*********


Merasa lega bahwa mereka sudah aman. Tanpa basa-basi pimpinan polisi ingin segera mengamankan Ardi dan Kanna tanpa menyadari bahwa masih ada satu orang yang masih diselamatkan. "Ayo segera ikuti kami "


"Tunggu..." Ardi menghentikan pimpinan polisi.


Pimpinan polisi itu berhenti bingung mendengar panggilan Ardi. "Ada apa..."


"Emmm..." Ardi terlihat bingung menjelaskan dengan bagaimana karena dirinya ingin bilang bahwa masih ada Near temannya yang masih dibelakang sekolah.


"Ada apa..." pimpinan polisi bingung dengan sikapnya.


Ardi tanpa ada pilihan dia menyuruh pimpinan polisi tersebut untuk mendekatkan telinganya agar perbincangan mereka tidak terdengar oleh Kanna.


Karena Kanna masih lupa dengan Near. Jika Kanna mendengar situasinya bisa saja itu membuat Kanna semakin terganggu dengan ingatannya.


Apalagi sekarang dia mulai perkembangannya tentang ingatannya dari tidak ingat apa-apa, hanya informasi tentang keluarga yang dia ingat lalu sekarang dia menjadi ingat tentang Ardi. Meskipun terkadang ingatannya tertukar yang seharusnya Near dalam ingatannya. Tapi Kanna hanya bisa mengingat Ardi yang ada dalam kenangannya selama ini tanpa Near.