REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 152



"Dirimu ini, membuatku sangat benci terhadapmu "


Ucapan itu membuat Kanna shock seketika. Kanna meneteskan air matanya tanpa mengetahui apa-apa. Ia berlutut lemas, sambil bertanya-tanya pada dirinya apa yang sebenarnya yang sudah terjadi kenapa hal itu sangat menganggu dirinya.


"Apa yang sudah terjadi. Kenapa, kenapa aku tidak mengingat apapun. " Kanna memegang kepalanya putus asa.


"Kau adalah otakku kenapa kau tidak mengingat dia. Kenapa, Kenapa " Kanna memukul kepalanya dengan keras sambil menangis terisak, ia menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi.


Hatinya sangat terpukul mengingat ucapan Andi sebelum pergi hingga tidak lama setelah itu Kanna mulai lemas dan tiba-tiba ia pingsan.


***********


Hal itu bertepan dengan bel waktu masuk pelajaran berbunyi.


Entah kenapa Near langsung terburu-buru pergi tidak seperti biasanya tanpa menunggu Ardi dan Hana. Ia langsung pergi tanpa membawa bekal dan berpamitan.


"Hei Near mau kemana kau?. Ini bekalmu ketinggalan " tanya Ardi terkejut Near nyelonong pergi begitu saja.


Near tidak mendengarkan pertanyaan Ardi tersebut. Seolah ia sedang terburu-buru kesuatu tempat.


"Aneh sekali, Near tadi " ucap Hana tanpa sadar.


"Aaaah itu mungkin, ia sedang menuju ketoilet mungkin." ucap Ardi dengan nada bercanda.


************


Near berlari dengan kencang dengan wajah yang sedih. Near akhirnya berhenti berlari, air matanya mulai menetes. Ternyata Near sudah berada ditempat Kanna pingsan tadi.


Dengan sedih Near mendekatinya dan segera mengendongnya. Ia berjalan dengan cepat menuju ke UKS wajahnya penuh dengan air mata.


Sontak hal itu membuat seluruh sekolah melihat Near membawa Kanna. Semua berbisik-bisik bertanya-tanya kenapa Kanna sampai pingsan. Hal itu tidak didengarkan oleh Near, ia terus berjalan dengan tatapan curiga dari teman-teman kepadanya.


Sesampainya di UKS perawat diuks langsung memeriksanya. Setelah memeriksanya, perawat tersebut menyuruh Near menjaga Kanna yang masih pingsan dalam UKS tersebut karena ia telah memeriksa bahwa Kanna baik-baik saja, mungkin ia hanya sedang kelelahan. Karena perawat akan pergi sebentar melaporkan kejadian ini pada kepala sekolah.


Sekarang hanya Near dan Kanna dalam ruangan UKS tersebut. Near menunduk bergunam " Maafkan aku Kanna, ini demi kebaikanmu " ucap Near meneteskan air matanya.


Tiba-tiba Kanna membuka matanya secara perlahan. Hal itu diketahui oleh Near, dengan cepat ia langsung mengusap air matanya agar tidak diketahui oleh Kanna kalau dirinya menangis.


"Ehmm" Kanna memegang kepalanya pusing dan mencoba untuk duduk.


"Apa kamu tidak apa-apa " tanya Near sambil membantu duduk Kanna.


"Emmm, entahlah tampaknya aku telah melupakan seseorang tadi. Hal itu membuatku sangat sakit dihatiku " ucap Kanna memegang bagian yang sakit.


Hal itu membuat Near tidak tega apalagi setelah bangun tidur ia hanya mengingat beberapa hal saja , sehingga ia mencoba memegang tangan Kanna untuk menenangkannya.


************


Tapi saat Near memegang tangan Kanna, Kanna melihat hal itu. Dengan refleks ia langsung menarik lengannya dengan cepat. Kanna menatap sinis dan curiga kepada Near seolah ia melihat orang yang baru.


"Siapa kau, kenapa kau mendekatkan tanganmu. Apakah aku mengenalmu " tanya tegas Kanna curiga,


**********


Near tampak terkejut dengan ucapan dan tatapan Kanna kepadanya. Bibirnya bergetar mencoba untuk menjawab.


"Ah aku hanya mencoba menenangkanmu tadi. Maaf, aku kelewatan batas tadi " ucap Near tersenyum canggung sambil mengaruk kepalanya.


Near tidak ingin Kanna merasa bersalah, karena Kanna melupakan dirinya apalagi Kanna dalam kondisi tidak enak. Oleh karena itu Near berbohong berkata kalau mereka tidak berteman.