REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 122



Ardi mengajukan dirinya untuk melawan pria tua tersebut sendirian. Ia melihat kedua temannya, ia tahu kalau mereka sudah tidak kuat lagi sehingga ia memutuskan untuk menghajarnya demi mengulur waktu agar bantuan datang.


Apalagi pria tua tersebut sudah kelihatan sudah tidak kuat lagi. Dilihat dari ia berjalan tampak seperti seorang zombie. Sehingga ia memutuskan untuk melawannya sebelum dia sadar kembali.


Tapi tidak seperti dugaanya pria tua tersebut adalah orang yang licik. Ia pura-pura pingsan dan menghajar perut Ardi ketika ia lengah dengan terus menerus hingga sudah tidak kuat lagi lalu mengahajar dagunya yang memebuat ia melompat jatuh kebelakang.


Setelah puas menghajar Ardi ia berpindah target ke Near dan Jaon yang sudah hilang harapannya. Ia dengan tersenyum mau lari kearah mereka tapi ketika mau berlari entah kenapa ia terjatuh pada saat itu.


Ternyata ada Ardi yang menghentikan langkahnya. Tampaknya Ardi masih belum menyerah dengan menghambat pria tua itu. Pria tua itu malu dan semakin kesal dengan Ardi sehingga segera berbalik melihat Ardi dengan geram.


"Jangan melihat kesana, kamu masih ada urusan denganku disini " Ardi mengenggam erat kaki pria tua tersebut untuk mencegahnya mendatangi mereka.


Near tidak tega untuk melihat Ardi yang jadi begitu sehingga ia berteriak untuk membuat Ardi menyerah saja.


"Ardi sudah cukup kamu berhenti saja. Kamu sudah terlihat babak belur gitu lebih baik kamu diam saja nanti tambah parah. Dia biar kami yang urus jadi jangan memaksakan dirumu lebih dari ini. Kumohon " teriak Near berharap Ardi melepaskan kaki pria tua tersebut


"Tidak, sudah terlanjur aku babak belur macam gini. Jadi lebih baik kalian berdua lari saja. Aku akan menahannya jadi pergilah " Ucap Ardi memperat gengaman dikaki pria tua tersebut.


Ardi tetap tidak mau menyerah dan memilih untuk menahan kaki pria tua tersebut guna memberikan kesemparan bagi Near dan Jason untuk keluar.


*************


Tapi usahanya sia-sia karena tiba-tiba Pria tua tersebut bukan menarik kakinya dengan paksa melainkan ia mendorong kakinya dengan keras sehingga mengenai wajahnya Ardi.


Tendangan pertama Ardi masih sadar tapi.ketika pria tua tersbut terus mendorong kakinya dengan hal itu membuat Ardi semakin lama mulai melepaskan tangannya dari kaki pria tau tersebut.


Pria tua tersebut akhirnya dapat berdiri dengan tersenyum kemenangan. Hal itu sontak membuat mereka berdua kehilangan harapannya. Mereka berdua melihat kearah Ardi, yang terlihat Ardi sudah jatuh tidak sadarkan diri ditempatnya.


Hal itu membuat Near shock melihat temannya sudah pingsan. Ia kesal pada dirinya karena tidak bisa berbuat apapun sejak waktu itu, sejak ia melawan bos penjahat hingga sekarang. Ia tidak bisa melindungi siapapun sampai sekarang.


(Siallll, padahal aku sudah berlatih. Tapi kekuatanku tidak ada apa-apa dihadapannya. Kekuatanku hanya seperti pukulan anak kecil bagi pria tua tersebut. Bagaimana ini bagaimana aku akan melawannya) dalam hati Near sudah tidak bisa melakukan apapun lagi.


"Hahahaha, musuh yang mudah. Sekarang hanya tinggal 2 orang lagi dan ini akan menjadi kemenanganku. " ucap pria tua itu melemaskan tangannya bersiap untuk bertarung.


(Apa yang harus kulakukan. Aku tidak bisa kabur lagi dan aku akan menghambat Near melarikan diri jika ia tetap bersamaku. Aku harus menahan pria tua tersebut agar Near bisa pergi. Tidak apa-apa jika Near pergi, agar lria tua tersebut tidak dapat memenangkan pertandingan ini. Aku harus mengorbankan diriku) ucap dalam hati Jason.


"Dan sekarang siapa yang akan menjadi lawanku sekarang ataukah kalian berdua sekaligus. Aku akan menantikan jawaban kalian berdua " tanya pria tua tersebut memberikan kesempatan untuk melawannya secara jantan.


*************


Mereka berdua tidak bisa bilang apa-apa selain merengutkan dahinya dengan wajah yang kesal. Mereka berdua ketakutan karena mereka tau bahkan jika mereka menyerang secara bersamaan hasilnya akan tetap sama yaitu mereka berdua akan tetap kalah melawan pria tua tersebut.


"Tidak ada pilihan lain kita serang sekaligus " ucap Near tidak mau mengorbankan Jason.


"Aku yang akan melawanmu " ucap Jason secara tiba-tiba.


Ucapan tiba-tiba dari Jason membuat Near dan pria tua tersebut terkejut mendengarnya.


"Apa yang kau katakan. Kan kau sudah lihat sendiri bagaimana kekuatannya. Bahkan Ardi aja sampai kalah. Bagaimana kamu akan menyerang pria tua tersebut sendiri apalagi kakimu terluka dan kamu sudah tidak kuat lagi untuk berdiri. Sebaiknya kita akan serang bersama-sama saja " Near mencoba membujuk Jason agar tidak bertindak sembrono.


"Aku tau seperti itu. Tapi jika kita melawannya bersama. Kemenangan kita tetap masih kecil jadi sebaiknya saat aku melawannya lebih baik kamu lari pergi saja " ucap Jason memberi tau rencananya.


"Tidak, aku tidak akan lari. Aku tidak mau meninggalkan pertarungan lagi. Bahkan jika itu harus mempertaruhkan nyawaku aku hatus tetap membantu mereka yang terluka " ucap Near dengan tekad teguh.


Jason terkejut dengan perkataan Near barusan yang menyentuh hatinya.


"Hmmm, tidak salah lagi kalau kau adalah orang kepercayaan Ardi sang legenda. Jika saja kau dan Ardi tidak terluka mungkin kita bisa melawannya secara bersamaan " Jason tersenyum bahagia.


"Eh " Near tidak tau maksut Jason.


"Apa kalian sudah memikirkannya. Jadi siapa yang akan jadi targetku " ucap pria tua tersebut masih berada jauh dihadapan Jason.


"Kami berdua yang akan jadi lawanmu. Sebaiknya kamu hati-hati. " ucap Near memperingatkan.


"Hahahah, lebih baik begini karena tidak terasa menegangkan jika secara satu persatu " pria tua tersebut tersenyum bahagia.


"Udah jangan banyak bicara lagi. Ayo lawan kita sekarang " Jason tidak mau mengulur waktu lagi karena sudah tidak ada harapan lagi dimata mereka.


"Jangan diingatkan, aku juga akan cepat menghabisi kalian berdua cepat atau lambat hahahaha " pria tua tersebut tertawa dengan keras.


***********


Jason mau melepaskan tangannya dari Near agar ia bisa bertarung dengan bebas melawan pria rua tersebut.


"Apa kamu tidak apa-apa " tanya Near penuh rasa khawatir.


"Tidak apa-apa. Ini juga agar kita bisa leluasa melawan pria tua tersebut " Jason mulai berdiri sendir tanpa dipegangi oleh Near.


"Jangan alihkan pandanganmu bodoh " ucap pria tua tersebut yang sudah ada didepan mereka berdua.


Pria tua tersebut dengan sengaja melompat kearah mereka saat mereka berdua lengah. Dia melompat kearah Near berada, berdasarkan pengalamannya ia akan memukul secara mendadak ke orang yang tubuhnya masih fit sehingga ia dengan mudah menghabisi semuanya sampai akhir.