REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 107



Ardi dan Near sekarang bertarung melawan Jarwo dengan para anggotanya. Dilihat dari kondisi sebelumnya Ardi dan Near bisa mengimbangi mereka.


Tapi ada masalah kepada Near ia saat itu memang bisa melawan mereka bertiga tapi ketika bos Jarwo datang Near begitu kewalahan melawannya.


Melihat Near yang kewalahan melawannya. Hal itu Jarwo tidak bisa melewatkan kesempatan emas ini. Dengan strategi sebelumnya Jarwo mulai mengililingi Near dan Ardi bersama para anggotanya.


Membuat Ardi kehilangan fokus hal itu adalah tujuan Jarwo sebelumnya agar ia bisa ikut melawan Near dan menghabisnya disaat yang tepat sebelum Ardi membantu.


Setelah Near terjatuh karena pukulannya, hal itu adalah kesempatannya apalagi Ardi sekarang membelakangi mereka.


"Aku tidak boleh salah lagi sekarang, jika aku tidak bisa menendang mu diperut maka aku akan membuatmu pingsan dengan satu kali tendangan yaitu dibagian kepala. Jangan salahkan diriku. Tapi ini adalah yang bisa keperbuat untuk bisa menang melawanmu " Jarwo mengangkat kakinya bersiap tendang penuh untuk mengenai kepala Near.


(Sialll aku lengah, kupikir aku bisa membantu Ardi sekarang tanpa meninggalkan mereka tapi aku salah, sepertinya aku tidak bisa membantumu lagi Ardi. Semoga kau selamat keluar dari sini dan maafkan aku. Begitu juga dengan guru. ) Near dalam hati pasrah kalau ia benar-benar pingsan sekarang.


Kanna yang ada dirumahnya tiba menjatuhkan gelasnya, seolah ia merasakan perasaan yang tidak enak.


"Apa yang terjadi kenapa ketika memikirkan Near hatiku merasa kacau dan ada seseatu yang menganjal. semoga saja ia tidak apa-apa " Kanna menghadap kelangit menatap keluar jendela.


*************


FLASHBACK ON.


Setelah kejadian melawan bos penjahat, dan setelah ia keluar rumah sakit. Ia saat itu bisa kembali sekolah kembali tapi ia mengalami beberapa masalah dengan Kanna juga.


Ditengah-tengah masalah dengan Kanna, Near mulai memikirkan waktu kejadian itu. Ia menyalahkan dirinya secara terus menerus.


(Jika saja aku bisa melawan mereka. Kanna tidak akan mengalami masalah ini. Jika saja aku bisa bertarung bersama mereka, jika saja aku memiliki kekuatan.) Dalam hati Near menyalahkan dirinya sambil makan bekalnya ditempat terpisah dengan Ardi dan Kanna, karena waktu itu ia memiliki beberapa masalah dengan Kanna.


Sehingga ia tidak bisa berkumpul seperti biasanya bersama mereka. Memikirkan hal itu secara terus menerus, tiba-tiba ia terpikirkan dengan Kepala sekolah.


"Kepala sekolah apakah ia baik-baik saja, dia hebat bisa mengalahkan mereka semua dengan satu tangan dab satu pukulan saja mereka semua pingsan." Gunam Near tidak nafsu makan.


Tapi secara tiba-tiba Near beranjak berdiri seolah telah menyadari seseatu.


"Kepala sekolah, iya kepala sekolah. Aku bisa belajar bela diri dengannya. Dan sekarang aku bisa melindungi Ardi dan Kanna." Ucap Near langsung menutup bekalnya dan pergi kesuatu tempat.


****************


Ia sekarang ada ditempat ruangan kepala sekolah. Atau lebih tepatnya ia didepan ruangan kepala sekolah. Ia bolak-balik didepan ruangan kepala sekolah.


Tampak Near sangat ragu untuk masuk kedalam. Karena ia masih belum mengenalnya. Jadi ia ragu kepala sekolah akan membantunya.


Berniat mau mengetuk pintu ruangan kepala sekolah tapi niat itu diurungkan melihat kondisi sekarang yang mana tempar itu sepi sekali. Jadi ia memilih untuk mengurungkan niatnya dan kembali.


***********


Tapi untungnya saat Near pergi, tiba-tiba datang kepala sekolah. Merasa terkejut dengan kedatangan kepala sekolah ia hanya bisa tersenyum pergi karena belum siap bertemu dengannya.


(Sial kenapa aku pergi padahal ada kesempatan bertemu dengannya tapi aku pergi begitu saja) dalam hati Near kesal dengan dirinya yang tidak berani untuk berbicara apalgi sekarang ia pergi melewatinya.


Menghela nafas kesal pada dirinya Near mulai melewati kepala sekolah dengan menunduk.


*************


Mendengar kepala sekolah memanggil dirinya hal itu sangat mengejutkan bagi Near sehingga ia tidak bisa berbalik melihat kepala sekolah.


"Apakah ini kamu yang ada dibelakang sekolah. Yaitu Near." Ucap kepala sekolah berbalik melihat Near yang memungungginya.


Mendengar kalau kepala sekolah masih mengingatnya. Itu sangat mengejutkan Near, dia secara perlahan mulai berbalik untuk melihat kepala sekolah.


"Iya, ini saya yang ada dibelakang sekolah waktu itu. Nama saya adalah Near " senyum canggung Near mengaruk kepalanya.


"Ada urusan apa kamu disini mencari saya. " ucap kepala sekolah menatap tajam Near.


"Tidak, saya hanya lewat saja tadi " Near menelan ludah ketakutan melihat tatapan tajam.


"Jangan bohong, aku tau kau adalah tipe yang tidak akan kesini jika tidak ada urusan. Akan aku tanya sekali lagi ada urusan apa kamu disini " Kepala sekolah sekali lagi bertanya kepada Near.


"Emmm..." Neae menjadi semakin gugup.


(Aduhhhh, apa yang harus aku lakukan ini. Memang aku disini ada urusan, aku hanya ingin meminta tolong agar ia mengajarkan aku bela diri. Tapi dilihat waktu itu kepala sekolah tampak biasa saja dibelakang sekolah. Sekarang entah kenapa ia jadi sedikit seram ) dalam hati Near ragu mau minta tolong kepadanya atau tidak.


"Emmmm...anu saya disini " setelah lama memikirkan Near akhirnya berubah pikiran dan berniat untuk memberitahunya, Ia menanggung semua konsekuensinya.


Tapi saat Near mau memberitahu, hal itu dihentikan oleh kepala sekolah.


"Tunggu, bisakah kau nanti saja memberitahuku. Kita masuk kedalam terlebih dahulu " ucap kepala sekolah menghentikan.


"Eh." Near terkejut ketika kepala sekolah menghentikannya, Near pikir kepala sekolah jadi marah dan sekali lagi ia menelan ludah ketakutan.


"Kita masuk kedalam terlebih dahulu. Karena punggungku sudah tidak kuat lagi untuk berdiri, aduhhh " kepala sekolah memegang punggungnya dengan kesakitan.


"Ehhhh " Pikiran Near tentang kepala sekolah jadi berubah dari seram menjadi seorang kakek tua yang harus dihormati saja.


************


Setelah itu mereka berdua akhirnya masuk kedalam ruangan kepala sekolah. Dengan kepala sekolah duduk dikursinya sedangkan Near hanya berdiri saja.


Tampak Kepala sekolah sangat senang karena akhirnya ia bisa mengistirahatkan punggungnya yang pegal.


Suasana kembali serius tapi Near sekarang lebih berani dari sebelumnya melihat sisi yang tidak ia ketahui dari kepala sekolah.


"Anu saya disini ingin meminta bantuan bapak, agar bapak melatih saya bela diri. Agar saya jadi lebih kuat " Near menunduk sedih mengingat kejadian dibelakang sekolah waktu itu.


Kepala sekolah terdiam memerhatikan ekspresi Near yang sedih.


"Jadi setelah kamu nelajar bela diri. Apakah kamu akan membalas mereka " tanya Kepala sekolah setelah memerhatikan Near tadi.


"Eh, tidak saya hanya ingin bisa jadi lebih kuat dan melindungi mereka. Karena kemarin aku tidak bisa melindungi mereka berdua sehingga Kanna jadi masuk kerumah sakit " ucap Near kembali menunduk dengan sedih.