REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 109



"Emmm. Maksutku bagaimana kalau aku melawan orang banyak sedangkan kondisiku seperti ini. Mungkin dengan tangan kiri ini aku bisa menghadapi dua atau tiga orang tapi tidak selebihnya. Apakah bapak ada saran jika aku menghadapi mereka " tanya Near mulai duduk kembali dan berharap.


Kepala sekolah jadi sedikit serius dan mulai memikirkan seseatu.


"Emmm kalau gitu kamu lari aja dari sana. " ucap kepala sekolah dengan serius.


"Bapak bercanda kan " Near jadi kesal.


"Lagian mana mungkin orang akan mengeroyokmu lagian kamu inikan kurus kering kayak ikan teri " kepala sekolah sedikit tertawa mendengar pemikian Near kalau dirinya akan dikeroyok begitu.


"Emmm, aku kan bilang mungkin saja. Kan bapak sendiri yang melihat sendiri aku dikeroyok pas dibelakang sekolah oleh segerombolan penjahat waktu itu " Near mencoba mengingatkan kepala sekolah akan kejadian saat itu.


"Iya, betul juga waktu itu kamu diserang banyak orang." Kepala sekolah jadi ingat.


"Iya kan, sudah kubilang. Mana mungkin aku bisa melakukan gerakan yang kau tunjukkan waktu itu " Near terlihat sedih.


Kepala sekolah mengerutkan keningnya lagi mencoba memikirkan seseatu untuk membuat sebuah cara tapi tidak ada cara yang dapat ia pikirkan.


"Hahhhh, keliatannya kamu harus menunggu tanganmu sembuh" kepala sekolah bingung harus bagaimana.


"Iya sepertinya begitu." Near juga ikut pasrah.


****************


Setelah sekian lama memukul karung tersebut, kepala sekolah mengajarkan lagi tehnik yang memanfaatkan kedua kakinya juga tangan kirinya.


Dan Near juga keliatan sudah bisa melakukannya dan terbiasa. Melihat Near yabng sudah terbiasa. Apalagi ia masih terkenang dngan pembicaran waku dimana ia tanya bagaiman cara mengatasi jika dikeroyok orang banyak.


"Near, apakah tanganmu sudah agak baikan" tanya kepala sekolah melihat Near sudah sedikit bisa menggerakkan tangan kanannya.


"Iya pak. Kemarin dokter bilang kalau tinggal tunggu beberapa hari saja agar tangan kananku sembuh. Tapi aku tidak boleh memaksakan diri untuk melakukan hal berat." Near menjelaskan apa yang telah diucapkan dokter itu.


"Bagus kalau gitu aku akan mengajarkan sebuah tehnik agar kamu bisa melawan banyak orang. Tapi ingat jangan gunakan ini untuk kekerasan " Kepala sekolah mengingatkan kembali.


"Benarkah pak. Iya saya janji tidam akan aku gunakan hal ini untuk kekerasan " Near bangkit dari istirahatnya yang sebentar dan mulai bersamangat kembali.


"Jadi bapak sudah menemukan cara agara aku bisa melawan mereka meskipun hanya menggunakan tangan kiri " gunam Near dengan keras saking senangnya.


"Apa yang kamu ucapkan. Mana mungkin kamu akan menang melawan segerombolan orang jika hanya menggunakan tangan kiri saja. Kamu perlu latihan lebih keras lagidan pengalaman yang sepadan " omel kepala sekolah kepada Near.


"Ehhhhh, jadi aku akan tetap menggunakan tangan kananku. Sia-sia aku sudah semangat, tapi untuk melindungi Ardi dan Kanna aku harus semangat. Lalu apa yang akan kita lakukan, kata dokter aku tidak boleh melakukan hal yang membuat tanganku cidera kembali. Jadi aku tidak bisa memukul karung itu kembali " Near mengingatkan.


"Oleh karena itu aku hanya bilang sebagai jaga-jaga saja bila situasi yang rumit dimana kamu harus menggunakan kedua tanganmu maka kamu harus gunakan teknik ini. Seperti kamu melawan banyak orang, maka kamu mau tidak mau harus melawan " Kepala sekolah menjelaskan lebih detail.


"Tidak mana mnugkin aku akan menyuruhmu macam itu. Setelah mengetahui kondisimu sekarang. Tapi ingat kamu harus gunakan teknik ini jika kondisi kau tidak bisa melawan mereka menggunakan tangan kiri saja." Kepal seklah memperingatkan kembali agar Near tidak ceroboh menggunakan tehnik ini.


"Hehehe, iya. Akan aku ingat jadi tidak perlu diucapkan berulang kali seperti itu " Near menggaruk kepanya kikuk.


Kepala sekolah menatap tajam Near setelah mendengar ucapannya barusan." Apakah nasehatku tidak penting begitu."


(Ekkk, dia marah. Lagian mulutku ini tidak bisa dijaga dengan baik. Jadi ialau ia meah mungkin ia tidak akan mau mengajariku lagi. Oleh karena itu harus memperbaiki situasinya.) Dalam hati Near ketakutan dengan tatapan kepala sekolah.


"Bukan begitu. Tapi....ahhhh kita harus cepat mulai belajar tehniknya sebelum anak-anak lain datang " Near mengalihkan pembicaraan kepala sekolah berpura-pura tidak terjadi seseatu dan mendorong ketengah lapangan agar cepat memulai latihannya.


**************


Kepala sekolah tersenyum sedikit melihat tingkah lalu Near. Ia sudah menganggap Near seperti cucunya sendiri karena beberapa hari mereka telah bersama selama ini.


Mereka berdua sudah ada ditengah lapangan sekarang. Kepala sekolah segera mengajarkan beberapa gerakan yang bisa ditiru Near sebelum sekolah dimulai.


Near sedikit bisa menguasai gerakan yang telah diajarkan kepala sekolah walau hanya sesikit saja karena ia masih belum maksimal. Dilihat dari tangan kanannya yabg belum sembuh hal itulah membuat ia menahan diri agar tidak terlalu mengandalkan tangan kanan.


Flashback end


Ardi sekarang sudah bisa sedikit mempercayai bagian belakang kepada Near. Mudah baginya untuk menyerang ketiga anggota Jarwo apalagi sebelumnya ia sudah melawan mereka sekaligus.


Hal itu membuat ia sudah sedikit terbiasa dengan gaya pertarungan mereka. Dengan tersenyum ia menikmati pertarungan itu.


(Sepertinya jika aku bisa bertahan seperti ini bersama Near, kita mungkin bisa menunggu bantuan mereka datang apalagi kita sudah bilang kepada Hana agar membawa kepala sekolah. Pasti ia datang walaupun terlambat. Sekarang kita hanya perlu mengatasi Jarwo saja.) Ardi masih belum melihat kalau Near melawan Jarwo dibelakangnya.


Ardi kebingunga dimana Jarwo sekarang kenapa ia tidak ada dimana pun.


(Eh, kemana perginya Jarwo sekarang. Mungkinkah ia dibelakang melawan Near ) Ardi akhirnya melihat kebelakang tempat dimana Near bertarung.


Disan terlihat Near sudah keealahan melawan mereka berempta apalagi ia hanya bisa menggunakan tangan kirinya saja. Hal itulah yang membuat ia jadi sasaran untuk dikalahkan terlebih dahulu.


Merasa panik karena Near sudah terlihar lelah hal itulah yang membuar anggota Jarwo yang menyerang Ardi tadi, sekarang dengan cepat menyerang Ardi.


Mereka tidak melewatkan kesempatan itu dan melompat menyerang Ardi secara bersamaan.


"Beraninya kau melihat kearah lain " mereka bertiga melompat menarik lengannya bersiap menyerang Ardi.


Ardi sebenarnya tidak bisa menghindari serangan mereka karena saking terkejutnya tiba-tiba diserang. Tapi karena kebodohan mereka yang melompat secara bersamaan untuk menyerang Ardi.


Hal itu membuat mereka harus kearah yang sama sehingga saat sudah dekat kearah Ardi, mereka saling bertubrukan diudara yanh membuat mereka jadi tidak bisa melancarkan serangan lagi kearah Ardi dan merekapun jatuh dengan kesakitan.