REPEATING TIME

REPEATING TIME
Rencana melawan penjahat itu



Ardi membawa kanna diruang sebelahnya dengan hati-hati.


"Tunggu disini, aku akan kembali lagi " ucap Ardi lembut kepada Kanna


Ketika Ardi hendak pergi meninggalkan Kanna diruangan itu. Kanna dengan ingatan yang samar itu memegang tangan Ardi untuk menghentikannya.


"Jangan pergi " ucap Kanna ketakutan


"Jangan takut aku pasti kembali. Tunggu saja disini " Ardi memegang tangan Kanna untuk menenangkannya


Kanna yang sedari tadi ketakutan sekarang dirinya mulai tenang dengan perkataan Ardi. Ardi mulai melepaskan tangan Kanna yang beradq dilengannya, perlahan Ardi meninggalkan tempat itu. Sesaat setelah Ardi pergi, Kanna sempat memegang hatinya yang kesakitan entah kenapa.


**********


Near yang berada diruangan sendirian itu, sekarang dia tampak murung lagi saat memikirkan Kanna. Ardi datang kembali setelah mengantarkan Kanna keruang sebelah.


Ardi sempat ragu sebentar untuk masuk saat melihat Near yang sedih memunggunginya. Tapi karena waktunya tidak banyak Ardi mengetuk pintu,agar Near sempat untuk mengusap air matanya. [Tok..tok...tok]


"Aku masuk ya " ucap Ardi yang membuat Near terkejut mengusap air mqtanya yang menetes.


"Oh iya masuklah " ucap Near habis mengusap air matanya


"Maafkan aku, tapi karena situasinya tidak mendukung aku menganggumu " ucap Ardi yang merasa bersalah


"Tidak, tidak apa-apa kok " Near menjawab sambil tersenyum menutupi kesedihannya


Ardi yang melihat senyum kebohongan itu. Sebenarnya dirinya tidak tega untuk melihat sahabatnya yang sedih dalam hatinya.


"Jadi apa rencanamu " tanya Ardi mengalihkan pembicaraan agar Near tidak terlalu mengingat kejadian sebelumnya


Near dengan teguh mulai menjelaskan rencananya secara detail kepada Ardi. Untuk menghindar dari ancaman para penjahat itu.


********


Ditengah penjelasan Near. Ke-5 polisi itu mulai menelusuri seluruh sekolah mencari keberadaan para penjahat itu.


Mereka dengan cepat mencari disetiap ruangan yang ada disekolah. Salah satu dari ke-5 polisi itu sudah menemukan temannya yang sudah disekap. Segera para polisi tersebut mulai merencanakan cara untuk menyelamatkan polisi yang disekap itu dengan komando tangannya.


********


Ardi mendengarkan apa yang telah direncanakan Near untuk kabur dari para penjahat itu. Tampak Ardi tidak setuu dengan rencana ini.


"Tidak, tidak boleh kita turuti rencana ini dan bukankah aku harus bersamamu" Ardi menolak keras dengan rencana Near yang tampak berhasil itu


"Tapi dengan ini kita akan bisa kabur dari penjahat itu. Apalai kita tidak ada tempat lari lagi semua jalan keluar sudah ditutup sedangkan belakang jalan buntu. Sedangkan mengapa aku harus sendiri karena Kanna hanya bisa mengingatmu dan sekarang dia lupa dengan keadaannya" Near memberikan alasan yang membuat Ardi tidak bisa berkata lagi


"Tapi....ini akan membahayakan nyawamu. Pokonya rencana ini tidak boleh terlaksana. Kita akan pikirkan hal lain" ucap Ardi khawatir dengan keselamatan Near


"Tapi tidak ada waktu lagi kita merencanakan ini. Para penjahat itu mulai dekat dengan kita. Lebih baik selamat 2 orang daripada tidak selamat 1 orang." ucap Near memperkuat alasannya agar terlaksana rencananya


"Bukan seperti itu maksutku tapi aku ingin kamu cepat kembali kesini membawa bantuan. Aku mohon kepadamu terimalah rencana ini, aku mohon kepadamu alu hanya tak ingin Kanna mengalami situasi lebih sulit lagi " Near sangat memohon kepada Ardi


Ardi memikirkan sebentar setelah Near memohon. Dengan nafas yang berat Ardi menerima rencana Near itu.


Walaupun Ardi tau bahwa rencana ini sangat membahayakan hidup Near dan bahkan kesempatan untuk hidup saja hanya 5 persen, Ardi dengan berat hati tetap menerima rencana itu. Ardi yang sedih berpesan kepada Near " Jika rencana ini sudah sangat berbahaya aku mohon kepadamu untuk segera lari. Jika bisa terus hiduplah "


Near mengangguk tersenyum kepada Ardi. Ardi segera melakukan rencana ini dengan dia segera pergi ketempat Kanna berada. Sebelum melangkah keluar Near memanggilnya " hey..."


panggilan itu membuat Ardi terdiam sejenak menoleh ke tempat Near berada


"Jika aku tidak kembali aku mohon kamu tetap berteman dengan Kanna. Dan aku mohon kamu buat Kanna agar tidak terlalu memikirkanku " ucap Near memunggungi Ardi yang berdiri tepat didepan pintu


Ardi yang mendengar kata-kata itu, dirinya hanya bisa terdiam menahan kesedihannya saat mendengar kata terakhir dari sahabatnya itu. Ardi segera melanjutkan perjalanannya untuk menemui Kanna yang berada diruang sebelah.


Setelah perginya Ardi, Near mulai merebahkan dirinya dengan tersenyum "Aku akan menepati janjiku padamu Kanna. Janji untuk selalu melindungimu " ucap Near sambil mengangkat tangannya keatas seolah ingin mengapai langit.


******


Para penjahat itu sudah tepat 80 persen sebelum ketempat Near berada. Para penjahat itu semakin kesal karena mereka dari tadi tidak ditemukan.


"Apa kamu yakin jika anak-anak itu masih berada dibelakang " ucap bossnya yang mulai hilang semangatnya karena mereka tidak temukan keberadaan Near dan Ardi yang tempatnya berada dibelakang sekali


"Iya boss saya yakin dengan firasat saya saat guru itu mulai berbicara" ucap anak buahnya yakin dengan keputusan yang dirinya ambil


"Apa yang kamu bilang tadi" ucap bossnya yang merasa ada yang salah dengan perkataan anak buahnya


"Itu.. anu boss. saya yakin dengan firasat saya,.saat guru itu mulai berbicara bahwa anak-anak itu tidak disana. dalam hati, saya yakin bahwa anak itu tidak berada disana." Ucap anak buahnya ketakutan membuat sebuah kesalahan dengan bossnya


"Jadi kamu tidak melihat sendiri bahwa anak-anak itu benar-benar tidak berada disana diruangan guru-guru tersebut " ucap bossnya pusing memegang kepalanya karena kebodohan yang dimiliki anak buahnya


"Hmm..iya bos apa ada masalah " ucap anak buahnya tidak mengerti yang diucapin bossnya tersebut


"DASAR BODOH" teriak bossnya sambil menampar anak buahnya itu


Anak buahnya sekarang hanya bisa memegang pipiya yang ditampar bossnya itu dengan wajah kesakitan.


"Jadi dari tadi kita mencari hal yang tidak pasti" ucap bossnya kesal


"I..i..itu kita mencari hal yang pasti boss. Saya yakin bahwa anak-anak itu masih berada disini " ucap anak buahnya itu ngotot dengan firasatnya


"Hadeh..." bosnya tidak bisa berkata-kata lagi


"Tanggung boss tingal beberapa ruangan lagi mungkin mereka ada disana hehehe" ucap anak buahnya tersenyum menyarankan


Bossnya yang mendengar perkataan anak buahnya itu, Sebenarnya dia merasa sangat marah hampir memukulnya lagi. Ketika hampir memukulnya boss itu mulai menghirup nafas panjang untuk menghilangkan kekesalannya."okelah kita cari lagi. Jika disetiap ruangan ini masih tidak ada anak-anak itu maka akan kuhabisi kamu." Ucap bossnya marah sambil mengancam kepada anak buahnya


"I...iya boss maaf " ucap anak buahnya menyesal dengan keputusan yang dirinya ambil sekarang