
"Aku tidak boleh sedih begini ketika Ardi sudah berani menyelamatkanku. Aku harus meminta bantuan" Hana segera sadar dan berbalik kembali kesekolah untuk meminta bantuan.
Kenapa ia berbalik kesekolah, bukannya memanggil polisi karena sebelum pergi Ardi sedikit berbisik kepadanya. Bahwa Hana harus meminta bantuan dari kepala sekolah karena kalau bisa.
Sebab Ardi ingat kalau Near pernah bercerita kalau ia dibantu kepala sekolah ketika ia melawan para penjahat dibelakang sekolah.
Mengingat kejadian itu, Ardi berfikir akan lebih cepat kalau ia memanggil kepala sekolah daripada memanggil polisi karena lokasi tersebut dekat dengan sekolahan.
***********
Ardi masih dalam perjalanan menuju ketempat dimana Jarwo akan menantangnya. Walau ketakutan dalam hatinya ia mencoba agar berdiri tegak agar Jarwo dan anak buahnya tidak meremehkannya.
(Waduh sialnya aku, kenapa bisa aku berurusan dengan orang-orang berandalan macama ini. Tapi untung saja mereka percaya kepadaku dan membiarkan Hana pergi) dalam hati Ardi ia ketakutan dan tersenyum mengetahui bahwa Hana selamat.
*************
Hana sekarang sudah sampai disekolah, saat Ardi dalam perjalan menuju ketempat Jarwo tentukan.
Dalam keadaan kelas yang sepi Hana langsung pergi ketempat ruangan kepala sekolah berada.
(Tunggu sebentar Ardi, aku akan meminta bantuan untuk menyelamatkanmu.) Dalam hati Hana berlari sekuat tenaga.
Tidak lama kemudian akhirnya Hana sampai didepan pintu ruangan kepala sekolah dengan terengah-engah. Tidak berfikir panjang lagi Hana langsung mengetuk pintu ruangan kepala sekolah dengan keras, ia tidak memikirkan lagi perbuatannya karena sekarang dalam hatinya ia terpkir soal Ardi saja.
[Tok..tok...tok] Hana mengedor pintu kepala sekolah dengan keras berharap agar kepala sekolah ada didalam.
Tapi lama Hana mengedor tidak ada respon dari dalam. Bahkan sampai tangannya merah akibat terlalu keras mengedor pintu tapi tetap saja tidak ada respon.
"Kepala sekolah, pak kepala sekolah. Aku mohon selamatkan Ardi, hanya kamu yang bisa kami andalkan" teriak Hana berputus asa memanggil kepala sekolah.
Memdengar suara berisik tiba-tiba ada bu guru yang mengetahui hal tersebut. Merasa ada yang salah dengan Hana dengan cepat ia menghampirinya.
"Eh, nak ada ada kamu kok ada disini. Kenapa kamu tidak pulang, apakah kamu ada urusan dengan kepala sekolah " tanya bu guru dengan lembut
"Bu guru, apakah kepala sekolah ada didalm. Entah kenapa aku sudah mengedor pintunya berkali-kali tapi tidak ada tanggapan " ucap Hana berharap mendapatkan jawaban yang bagus.
"Kepala sekolah tadi sudah pulang. Emang kenapa kamu mencari kepala sekolah." Tanya ibu guru tadi dengan lembut.
Terkejut kalau kepala sekolah tidak ia langsung terjatuh lemas.
"Tidak mungkin, karena hanya dia yang bisa menolong Ardi." Ucap Hana meneteskan air matanya.
"Eh kenapa dengan Ardi " tanya ibu guru tadi, bingung karena nama anak yang terkenal disekolah tersebut diucapkan.
"Ardi, ia telah pergi " ucap Hana dengan sedikt terisak-isak katena tidak bisa melakukan tugasnya.
"Ada apa ini, kenapa kalian ada didepan ruanganku " ucap lantang kepala sekolah.
"Eh kepala sekolah, oh ini. Anak ini tadi mencari anda. Entah kenapa ia bilang kalau hanya bapak saja yang bisa menolongnya " ucap ibu guru menunduk memberi hormat kepadanya.
Mendengar penjelasan ibu guru tadi, kepala sekolah tersebut mengerti situasinya kenapa mereka ada didepan ruangannya. Tapi ia masih bingung, kenapa Hana meminta bantuan kepadanya.
**************
Mendengar kalau kepala sekolah ada dibelakangnya, dengan cepat ia membersihkan air mata dipipinya menggunakan tangan.
Setelah membersihkan air mata dipipinya dengan cepat ia langsung beranjak berdiri, lalu berbalik melihat kepala sekolah.
Tapi tampak Hana sedikit terkejut karena karena kepala sekolah sedikit berbeda dengan apa yang diharapkannya. Hana pikir kalau kepala sekolah ada orang yang gagah karena Ardi menyarankan meminta bantuannya.
Tapi yang dilihat sekarang adalah seorang pria yang sudah tua. Maklum Hana kaget karena kepala sekolah jarang menampakkan diri disekolah bahkan hanya sebagian saja yang tahu wajah kepala sekolah.
Tidak ada pilihan lain, karena Ardi bisa saja sudah dalam bahaya. Makanya ia langsung berbicara meminta tolong.
"Tolong selamatkan Ardi " ucap Hana menunduk berharap.
"Eh," Kepala sekolah kaget dengan maksut minta tolong tersebut.
"Karena aku Ardi jadi kesulitan " Hana menunduk menangis.
Masih bingung dengan maksut Hana barusan, apalagi keliatannya ini adalah masalah yang seriua. Kepala sekolah bertanya sekali lagi. Untuk menanyakan maksut Hana lebih jelas lagi.
"Apa maksutmu dengan Ardi mengalami kesulitan. Jika ini masalah yang serius tolong ceritakan lebih jelas lagi agar aku bisa mengerti situasinya" tanya kepala sekolah mencoba untuk memahami.
Segera tersadar kembali, Hana langsung mengelap air matanya dan mencoba untuk tetap tegar. Agar Ardi bisa diselamatkan tepat waktu.
"Tolong selamatkan Ardi. Dia lagi dihajar oleh sekolah lain " ucap Hana mencoba untuk tegar.
"Eh, dimana dia sekarang. Apa kamu mengerti " Kepala sekolah tidak bisa bersantai lagi karena sekarang ia tau kalau muridnya lagi dalam keadaan berbahaya.
"Tidak, aku tidak tau persisnya Ardi dibawa kemana. Tapi aku tau kira-kira ia dibawa kemana" jawab Hana
"Okelah kalau gitu, itu akan membantu. Sekarang ayo kita pergi menyelamatkannya, dan kamu tunjukkan jalannya" kepala sekolah mengajak Hana untuk pergi.
"Eh tunggu aku harus gimana " tanya buguru tadi yang sudah mengerti situasinya.
"Kamu segera telfon polisi untuk mencari Ardi " kepala sekolah habus bilang itu langsung bergegas menuju keparkiran para guru.
Dengan tergesa-gesa mereka berdua yaitu Hana dan kepala sekolah menuju sepeda motor kepala sekolah. Dengan cepat mereka mengeluarkan sepeda motornya, dan dinyalakan oleh kepala sekolah.
"Ayo segera naik " ucap Kepala sekolah besiap-siap untuk memakai sepeda motor dengan cepat.
"Iya pak." Hana menaiki sepada motor tersebut.
Ditengah perjalanan menuju ketempat Ardi sekarang. Hana sedikit berharap dalam hatinya.
(Aku mohon Ardi kembalilah fengan selamat sesuai janjimu )
*************
Setelah sekian lama berjalan Ardi dan jarwo in the geng sampai ditempat yang dimaksut oleh Jarwo.
(Tempatnya sangat jauh sekali, aku tidak yakin bantuan akan datang dengan cepat jika lokasinya sangat jauh seperti ini. Aku hanya bisa menahan mereka dan mengurangi dampak serangan mereka terhadapku.) Dalam hati Ardi melihat-lihat lokasi sekitar.
"Kita sudah sampai ini lah tempatnya. Ini adalah tempat yang akan menentukan siapa yang akan jadi raja yang menguasai dua sekolah ini. Dan ini akan menjadi saksi pertarungan kita" ucap Jarwo berhenti tepat didepan gedung dan berbalik menghadap Ardi.
Mendengar perkataan Jarwo barusan Ardi bisa merasakan ketegangan yang akan terjadi nanti.