REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 173



Near mencari dikantin sekolah, ia berlarian mencari Kanna ditengah keramaian tersebut. Karena dihari tersebut sekolah mengadakan kegiatan yang memperbolehkan siapapun masuk, tidak heran kantin menjadi ramai karena semua orang baik itu siswa atau orang yang berkunjung mampri sebentar untuk melepaskan dahaga atau rasa lapar.


Near berlari ditengah keramaian, walau agak kesusahan ia tetap bertekad untuk mencari Kanna disana. Sesekali ia menengok kebelakang untuk melihat apakah ia melewati Kanna atau tidak.


Sekitar 15 menit Near mencari disana tapi hasilnya nihil.


"Kanna, kemana kamu....." Kata itu yang diucapkan Near berkali-kali dengan cemas.


***********


Near akhirnya memutuskan untuk berhenti mencari Kanna disana dan ia mulai mencari Kanna di UKS. Ia menduga kalau Kanna akan disana sama seperti masa sebelumnya.


Tetapi tetap sama saja Near tidak menemukan siapapun disana. Tapi diruangan UKS tersebut tampak seorang kakak kelas mengambil obat yang berserakan dilantai.


Near teringat kalau Ardi pernah cerita bahwa Kanna pernah keUKS karena Kanna sempat terjatuh dan mau pingsan. Kanna ditemukan oleh kakak kelas dan Kanna dibawah keruangan UKS. Tapi belum sempat mereka membawanya ketempat tidur untuk Kanna istirahat. Tapi Kanna tiba-tiba memberontak lari dan menabrak kotak berisi obat. Mereka sempat mencoab mengejarnya tapi Kanna tiba-tiba hilang.


***********


Teringat hal tersebut tanpa basa-basi lagi Near langsung berlari menuju kegerbang sekolah dengan cepat. Sesampainya digerbang sekolah Near berhenti sejenak mengambil nafas dan melihat sekeliling, ia melihat apakah Kanna ada disana atau tidak.


"Kanna sudah keluar dari sekolah ini. Sial, aku tidak tahu kemana Kanna pergi setelah keluar dari sekolah ini. Kenapa ini bisa terjadi, kenapa kejadiannya berubah..... " Near merasa kesal karena rencananya gagal lagi.


"Ah, aku tidak boleh berlama-lama diam disini. Aku harus mencari Kanna. Siapa tahu aku bisa menemukan nya. Aku tidak boleh menyerah, aku harus pergi....." Near mulai pergi mencari Kanna diluar sekolah.


************


Waktu terus berlalu dan pesan mulai berdatangan di handphone Near. Mereka menanyai keberadaanya Near dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya yang terjadi sekarang.


Diwaktu yang terus berlalu tersebut Near memutuskan untuk kembali sekolah dan meminta bantuan mereka karena tampaknya Near tidak bisa mencari nya sendiri. Near mulai membuka handphonenya dan berniat membalas pesan mereka....


Tapi Near saat itu tiba-tiba berhenti untuk mengetik pesan. Ia terkejut dengan apa yang dilihatnya, pemandangan yang tidak asing didepan matanya. Yaitu sebuah kerumunan dan teriakan untuk memanggil ambulan.


Near mendekati nya sekali lagi untuk melihat apa yang terjadi, ia berharap kalau tebakannya salah. Ia mulai melangkah satu demi satu mendekatinya. Saat melihatnya Near tidak bisa menahan kekecewaan pada dirinya, ia berlutut lemas dan menunduk. Bibirnya mulai bergetar dan ia menutup matanya.....


"Apa yang sebenarnya yang terjadi ini. Kenapa aku tidak bisa menghentikan kejadian ini. "


Sekali lagi Near gagal menghentikan Kanna untuk tidak kecelakaan dipercobaan yang ke-2 ini.


***************


Beberapa jam kemudian


Andi marah kepadanya karena tidak menjelaskan apa yang terjadi pada Kanna. Andi menyalahkan Near, jika saja kalau Near memberitahu nya apa yang terjadi pada Kanna. Pasti Kanna akan selamat, itu yang diucapkan oleh Andi. Andi dengan marah keluar ruangan klub dan mencoba menjenguk Kanna dirumah sakit. Sedangkan Ardi hanya bisa berdiam diri, ia merasa aneh dengan sikap Near.


Near langsung pergi dari ruangan klub dan merebahkan dirinya dibawah pohon besar di belakang sekolah. Ia mengingat apa yang terjadi padanya barusan.


Ardi yang curiga datang mencoba untuk ikut dengannya dan duduk disampingnya.


"Aku sudah mencari-carinya, tapi aku tidak tau dimana dia. " Ucap Near merabahkan dirinya dibawah pohon sambil menutup matanya dengan lengannya.


"Aku tidak tau apa yang terjadi hari ini. Tapi aku yakin keputusanmu adalah yang terbaik, jadi terima kasih atas kerja kerasmu. Near..... "


Near hanya bisa diam menutup matanya. Begitu juga dengan Ardi ia hanya bisa duduk disampingnya menemaninya sambil menatap langit dengan hembusan angin yang kencang.


****************


Esok harinya Near tidak pergi sekolah.


Ia berdiam didalam kamarnya malas, Near sedang memikirkan kejadian kemarin.


"Mengapa, bisa berubah kejadiannya " ucap Near merenggut kan dahinya..


"Kau ingin tau kenapa kamu tidak bisa menyelamatkan Kanna selama ini "Jam antik itu tiba-tiba berbicara.


Near terkejut dan terbangun mencari sumber suara tersebut. Lalu ia sadar kalau jam antik itu yang berbicara, ia jadi lega dan mulai merebahkan dirinya ditempat tidur.


"Memangnya kenapa, " ucap Near yang kecapekan setelah berlari kemarin saat mencari Kanna.


"Karena dirimu belum cukup kuat untuk menggunakan jam antik itu saat ini. " Ucap jam antik tersebut.


"Apa maksudmu itu, bukankah kamu udah liat aku sudah berlatih dan melawan banyak orang saat itu " ucap Near yang masih rebahan.


"Bukan kekutan fisik maksudku, yang ku maksud adalah kau belum cukup kuat untuk menyelamatkan Kanna. " Ucap jam antik tersebut


Near agak terkejut dengan ucapan jam antik tersebut.


"Sebenarnya aku tidak mau mengatakan ini tapi sebaliknya kau berhenti. Karena untuk bisa mengubah takdir Kanna. Hawa keberadaan mu harus lebih tipis lagi yang mana semua orang tidak dapat mengingatmu bahkan orang tuamu sendiri. Kau harus mencapai itu untuk bisa merubah takdir seseorang " ucap jam antik itu memberitahu.


Near mendengarkan hal tersebut dan ia mulai menutup matanya dengan lengannya sambil rebahan. Ia mulai menghela nafas....


"Jadi sampai semua orang termasuk orang tuaku juga tidak dapat mengingatku ya.. Jadi sebelum itu aku tidak dapat menyelamatkan Kanna "


"Iya benar " jawab jam antik tersebut.


"Jadi berapa kali aku harus kembali Kemasa lalu sampai bisa merubah takdir itu.... "


"Entahlah aku tidak tau.... Saat waktunya tiba kau akan mengerti hal tersebut. Sebaiknya kau berhenti saat ini juga daripada menyesal nantinya" ucap jam antik itu mengingat kan.


Near terdiam tidak berbicara sepatah kata pun.... Dan ia mulai bangkit dari tempat tidurnya.


"Mau bagaimana lagi, aku sudah terlanjur menggunakannya. Jika aku berhenti ditengah jalan. Hal itu akan menganggu ku. Jadi aku hanya perlu menunggu saja kan untuk bisa menyelamatkan Kanna. "


Near mulai memutuskan sesuatu.


****************