
Ketiga orang itu ternyata adalah ketiga polisi yang mencari keberadaan Near, Ardi , dan Kanna. Tapi sayang Ardi masih belum tahu karena para polisi itu berpakaian hitam mirip seperti seorang pencuri.
"Mereka tidak ditemukan dimanapun " salah satu polisi itu terengah-engah setelah mencari dibeberapa ruangan untuk mencari keberadaan anak-anak yang dicuri.
Ardi masih mengintip mendengarkan perbincangan ketiga polisi didekat pintu kelas ditemani Kanna yang berlindung dibelakang Ardi. Dalam pikiran Kanna yang sedang dihadapan mereka adalah seorang pria yang berbadan besar apalagi mereka menakutkan
"Dimana sekarang anak-anak itu berada. Ayo segera cari mereka lebih cepat... " ucap pimpinan polisi khawatir.
"Siappp lakasanakan " kedua anak buahnya memberi hormat siap melaksanakan perintah.
Mendengar mereka akan pergi, Ardi merasa lega karena dirinya masih menganggap ketiga orang itu adalah anak buah boss penjahat.(syukurlah mereka tidak mencari diruangan ini)
Tapi ketika mereka akan pergi tanpa sengaja Kanna menyenggol kursi dengan keras ketika mau mundur beberapa langkah agar tidak membuat Ardi sedikit sesak
"aduh..." Kanna menutup mulutnya kelepasan tidak bisa menahan rasa sakit
Ketiga polisi tadi mendegar suara itu dan mereka berhenti untuk mendengarkan lagi suara siapa itu." Siapa tadi kok ada suara perempuan "
Tapi suara itu tidak ada lagi karena Kanna sekarang terdiam membeku ditempat. Sedangkan Ardi hanya bisa terkejut dan pasrah karena mereka tidak bisa mengulanginya lagi.
"Maafkan aku... "ucap Kanna memohon minta maaf dengan berbisik kepada Ardi.
Ardi hanya bisa menerima kenyataan bahwa mereka akan kemari dengan intipan didepan pintu.
"Apakah kamu dengar itu tadi " salah satu anak buah polisi
"Iya aku dengar tadi..."
"Kalau tidak salah tempat nya disini " ketiga polisi menunjuk kearah yang sama dengan tempat Ardi dan Kanna berada.
Saat para polisi itu menunujuk kearah pintu Ardi dan Kanna berada. Ardi yang mendapati reaksi itu dia langsung menutup pintunya dengan pelan berharap tidak menimbulkan suara. Ardi langsung mengenggam Kanna dan langsung membawanya ketempat belakang kelas berharap mereka tidak mengecek sampai kebelakang kelas.
*******
"Tapi.kenapa ada suara perempuan dati sini " anak buahnya jeran karena bukannya anak yang kengikuti acara semuanya sedang tidur dalam ruangan yang telah disediakan pihak sekolah.
"Apa mungkin ini anak yang diceritakan oleh guru tadi. Anak yang sedang dijebak oleh para gerombolan preman" Ucap pimpinan polisi menyampaikan kesimpulannya
Komandan pimpinan polisi dalam regu itu memberikan aba-aba . Kepada anak buahnya bersiap untuk membuka ruangan itu. Ketiga polisi itu tidak bisa membuka ruangan itu sama sekali karena ruangannya itu terkunci.
Ardi mendengar ketiga orang itu tidak bisa membuka pintu membuat dirinya lega. Karena tanpa sengaja Ardi menemukan ruangan yang terdapat kunci dalam kelas sehingga aman.
Dia mengedor pintu dengan keras."ini kami... segera buka pintunya kami akan menyelamatkanmu kami bantuan dari polisi"
"Iya ini kami akan memberikan bantuan " sahut anak buah yang lainnya berteriak kencang.
Kanna semakin ketakuatan mendengar suara ketukan para polisi yang sebenarnya ingin memberikan bala bantuan.
" Kenapa dengan orang-orang itu" tanya Kanna yang masih bingung dengan situasi yang berubah secara dratis itu.
Kanna mendengar akan hal dia hanya bisa mengangguk pelan.
"Bagaimana ini pimpinan" tanya anak buahnya
"Kita harus dobrak karena mungkin saja mereka disekap didalam "
Tapi tidak lama waktu berselang para polisi itu mulai mendobrak takut jika para penculik sedang bersama mereka. [Bruaakkk]
Ardi mendengarkan rencana ketiga polisi itu, Ardi masih belum tahu bahwa ketiga orang itu adalah para polisi yang akan menyelamatkan mereka.
(Siaalll, mereka tidak menyerah ) Ardi menggerutu kesal karena ketakutan.
Ardi segera beranjak berdiri untuk menghentikan. Tapi ketika mau berdiri, Kanna menggapai tangan Ardi memohon agar tidak melawannya. Ardi dengan tersenyum menenangkan Kanna dan melepaskan tangannya yang masih menempel ditangan Ardi " tenang saja aku akan kembali "
Menggati recananya Ardi mulai menggambil sapu yang ada dalam kelas untuk membela diri dari ketiga orang itu.
Para polisi bertiga itu menemukan Ardi sedang memegang sapu berpose sedang bersiap bertarung melawan. Dengan sigap ketiga polisi itu menenangkan.
"Tenang kami dari polisi... mohon turunkan sapunya oke " ketiga polisi itu mendekat dan mulai mengungkapkan dirinya agar Ardi bisa tenang.
Tapi bukannya percaya Ardi malah semakin takut dengan pernyataan itu. Ketika mereka bertiga selangkah demi selangkah maju, dengan Kanna berada dibelakang dengan ketakutan Ardi mulai mengayun-ayunkan sapunya agar ketiga orang itu pergi menjauh.
Terbiasa menghadapi itu, ketiga polisi itu mulai menunjukkan identitasnya kepada Ardi."ini...kami polisi mohon tenanglah "
Tapi karena tempatnya gelap Ardi tidak bisa melihat itu sehingga dirinya hanya bisa mengayunkan sapunya takut ketipu.
"Ardi mungkin mereka benar polisi.." ucap Kanna mulai percaya bahwa ketiga orang itu benar polisi bukan hantu yang diceritakan Ardi.
"Tenang saja... aku akan mengusir mereka. Jadi berlindunglah dibelakangku oke " Ardi menengangkan dirinya dengan berbicara ke Kanna seperti itu.
"Tapi...." Kanna sebenarnya au menyangkal tapi ketika melihat Ardi sedang bersusah payah melindunginya sehingga dia tidak bilang karena Kanna tidak ingin menganggunya.
*******
Ketiga polisi itu sekarang masih menenangkan Ardi. Mereka bingung mau bertindak apa lagi karena mereka tidak percaya."percayalah kami ini polisi...."
Ardi masih tidap percaya akan ucapan para polisi itu. Karena Ardi sudah beberapa kali dibohongi, jadi Ardi tidak bisa begitu saja percaya apalagi Ardi mengingat janjinya untuk selalu melindungi Kanna kepada Near.
(Tenang saja Near aku akan melindungi Kanna jadi jangan khawatir dengan kami... ) ucap Ardi dalam hati mengingat pengorbanan Near memancing bossnya.
Para polisi semakin mendekat ke Ardi dan Kanna. Sedangangkan Ardi hanya bisa mundur, tapi tempat untuk mundur sekarang tidak ada sehingga dia hanya bisa maju kedepan.
Tidak ada pilihan lagi, tanpa peringatan Ardi langsing menerjang kedepan sambil mengayunkan sapunya berniat memukul pemimpin polisi itu karena dalam pandangan Ardi dia hanya ingin menghabisi yang berbadan besar terlebih dahulu."rasakan ini..."
Kedua polisi itu terkejut karena Ardi tiba-tiba datang memukul dengan cepat menuju ke pimpinan mereka. Kanna pun terkejut karena Ardi yang tiba melompat kedepan bersiap memukul pimpinan yang berbadan kekar itu.
Ardi memukul dengan ayunan yang lebar kebelakang karena harus memukul sekuat tenaga agar langsung pingsan dan mengurus polisi yang lain.(semoga saja ini kena...semoga saja...)