
Telah terjadi kericuhan dalam anggotanya setelah mengetahui kalau Ardi yang sekarang ada dihadapannya.
"Apa sekarang lawan kita adalah Ardi " tampak salah satu anak buahnya terkejut.
"Bukannya ia yang bulan lalu telah mengalahkan sekelompok penjahat disekolahnya." Ucap anak buah yang lain dengan ketakutan.
Kesalahpahaman terhadap Ardi telah terjadi sampai sekarang. Bahkan ketika peristiwa saat melawan bos penjahat.
Walaupun pihak sekolah menyembunyikan tapi tetap saja informasinya akan bocor. Entah siapa yang telah memberitahukan tetapi informasi yang mereka dapat sangatlah keliru.
Saat itu karena hanya Ardi yang tidak masuk rumah sakit, yang mana kedua temannya yaitu Near dan Kanna setelah melawan penjahat langsung masuk rumah sakit setelah kasusu selesai.
Tapi berbeda dengan Ardi karena ia tidak mengalami pertarungan atau sedang sakit makanya ia baik-baik saja. Tapi entah kenapa hal itu malah membuat semua salah paham, dan mereka berfikir kalau Ardi lah yang telah menghabisi penjahat-penjahat itu tanpa lukal sekalipun.
***********
(Sejak kapan aku telah menghabisi penjahat-penjahat itu. Tapi mendengar orang-orang itu bilang kalau aku adalah yang menghabisi penjahat waktu itu. Hal itu membuat hatiku sakit karena sebenarnya aku tidak melakukan hal apapun selama ini. Maafkan aku yang telah menghabisi penjahat waktu itu ) dalam hati Ardi merasakan sakit dalam hatinya.
"Gila, apakah kita harus melawannya. Aku akan memilih untuk pergi daripada nanti babak belur melawannya." Ucap anak buahnya berlari pergi dan ketakutan.
"Aku juga harus pergi. Mana mungkin kita akan menang malawan monster itu " ucap teman yang lain ikut lari pergi meninggalkan Jarwo.
Melihat satu tamannya pergi dari medan petempuran. Membuat anak buah yang lain juga merasa takut dan ikut-ikutan berlari pergi dan memilih untuk tidak melawan Ardi hingga tersisa 4 orang yang ada dibelakangnya.
***************
(Apakah aku harus senang atau tidak. Disatu sisi aku senang melawan mereka sekaeang karena jumlahnya sedikit dan disisi lain aku merasa sedih karena mereka membuat gosip yang tidak-tidak kepadaku.) Dalam hati Ardi merasa tidak enak kepada yang telah melawan penjahat selama ini.
Tapi berbeda dalam pandangan Hana yang ada dibelakangnya. Ia malah merasa terkagum dengan Ardi, dalam hatinya ia juga merasa salah paham.
"Hebat, bahkan tanpa mengeluarkan tinjunya ia bahkan bisa membuat semua pergi " ucap Hana berbinar-binar menatap Ardi.
Sedangkan Ardi yang mendapatkan tatapan dari belakang, yaitu dari Hana .
"Sepertinya ada salah satu yang salah paham denganku juga " guna Ardi menggaruk kepalanya.
***********
Setelah memastikan bahwa tinggal 4 orang yang tidak lari. Jarwo langsung berbalik menyambut anak buahnya yang telah berani untuk melawan Ardi.
"Merasa terhormatlah kalian telah berani untuk maju melawan Ardi. Kalian akan kusambut dengan meriah tetapi itu untuk nanti saja. Karena kita akan segera menghabisi Ardi" ucap dengan langtang Jarwo kepada anggota yang masih bertahan.
"Untuk itulah kita ada disini, untuk menghabisi Ardi. " ucap salah satu dari 4 anggota tadi.
"Bagus kalau gitu serang sekarang." Jarwo memimpin maju kedepan.
"Baik " ke-4 anggotanya menjawab dengan serentak da mengikuti Jarwo dari belakang.
*************
"Tunggu dulu." Teriak Ardi menghentikan mereka.
Seketika itu mereka berhenti menuruti Ardi. Dan hal itu membuat mereka juga merasa heran kenapa mereka mengikuti perkataan Ardi.
"Kenapa kita diam, bukannya dia musuh kita. Kita tidak harus mendengar perkataannya. " ucap salah satu anggota menyadari.
"Iya betul juga." Jarwo juga merasa setuju dengan ucapan anak buahnya tadi.
***********
"Tunggu dulu, bukannya kalian ingin ingin melawanku. Apakah kalian ingin aku tidak menunjukkan kekuatanku sebenarnya " ucap Ardi dengan tawa penuh kesombongan.
"Hmm...apa maksutmu berbicara begitu. Apa menurutmu kita belum cukup kuat untuk melawanmu saat ini sehingga kau tidak perlu menunjukkan kekuatanmu " ucap Jarwo merasa tersinggung dan bingung dengan ucapan Ardi barusan.
"Tidak, tentu saja bukan seperti itu. Kalian jangan tersinggung dahulu. Tentu kita belum tahu siapa yang akan menang, bahkan jika aku menunjukkan kekuatanku sebenarnya. Tapi ada satu hal yang membuatku tidak melawanmu dengan serius " ucap Ardi mencoba agar Hana bisa lari.
"Apa itu" tanya Jarwo mewakili anggotanya yang ijut kebingungan.
"Aku tidak bisa melakukan dua hal sekaligus yaitu melindungi dan menyerang. Jika kalian ingin aku menunjukkan kekuatan dengan serius maka biarkanlah Hana pergi dari sini" ucap Ardi memberikan penawaran kepada Jarwo in the geng.
"Hmmm... apa kamu pikir kami akan dibodohi semudah itu. Malah kami lebih senang jika kau menjadi lemah. Apalagi kemungkinan kamu akan meminta bantuan jika Hana pergi" ucap Jarwo dengan sombongnya mengetahui maksut dibalik rencana Ardi.
"Hahhahha, ketahuan aku " Ardi menutup mukanya sambil tertawa dengan keras.
"Eh." Hana heran dengan sikap Ardi , karena tidak biasanya ia menjadi seperti itu.
Begitu juga dengan Jarwo, ia hanya merasakan perasaan bangga karena Ardi mengakui kekalahannya dengan mengungkap kalau ia ketahuan.
*************
"Tapi(mendadak), sepertinya ini akan menjadi kemenanganku lagi." Ardi berhenti tertawa dan mulai berbicara serius lagi.
"Hahahha, sepertinya kamu masih belum menerima kekalahanmu ya. Tapi memang kita belum tahu siapa yang menang jika kita akan bertarung 1 vs 5. Siapakah yang menang " Jarwo menantang Ardi dengan berani.
"Sepertinya kalian belum menyadari yang sebenarnya. Memang betul jika aku akan kalah secara fisik tapi secara publik kalian akan tetap kalah." Ardi tersenyum sekali lagi menatap sinis mereka.
"Hah, kamu pikir aku akan tertipu. Kami tidak perlu popularitas, yang kami perlukan hanya jatuhnya kekuasanmu selama ini, yang membuat semua anak nakal takut untuk melawanmu " Jarwo mencoba agar tidak terpengaruh oleh ucapan Ardi.
"Bukan, bukan itu maksutku. Aku hanya akan bilang jika kalian akan sia-sia melawanku jika aku tidak mengeluarkan kekuatan penuhku." Ardi dengan sombong memcoba memanfaatkan kesalahpahaman mereka selama ini.
Para geng Jarwo mereka saling melihat kearah temannya. Mereka saling bertanya apa maksut Ardi barusan. Tapi mereka semua tidak tahu maksut Ardi yang sebenarnya.
"Apa maksutmu hahh " bentak Jarwo mulai kesal karena Ardi main teka teki yang membuatnya bingung.
"Hemmm... coba kalian pikirkan apa tanggapan anak lain jika aku kalah dengan membawa Hana. Pasti mereka akan berfikir kalau aku tidak mengeluarkan lekuatanku secara penuh karena harus bertarung dan melindungi Hana" Ardi mencoba menjelaskan maksut perkataanya kepada Jarwo in the geng.
Mendengar ucapan Ardi barusan mereka akhirnya sadar dan mereka sedikit membenarkan perkataanya.