REPEATING TIME

REPEATING TIME
Kanna Sekarang Pergi Kerumah Near Bersama Ardi



Karena melihat sepercah harapan Kanna akhirnya mendapatkan bantuan dari Ardi. Setelah perjuangan panjang dan memalukan itu.


Ardi juga begitu ia tampak ikut senang melihat Kanna tersenyum. Terlalu lama mereka berhenti Kanna mengingatkan.


"Ardi ayo kita pergi sekarang." Kanna tergesa-gesa takut tidak memiliki waktu.


"Oh iya. Ayo kita segera pergi" Ardi terkejut setelah mendengar suara Kanna barusan.


Mereka berdua langsung pergi menuju rumah Near. Tapi sebelum itu masih ada hambatan yang membuat mereka semakin terlambat. Yaitu satpam sekolah yang menunggu disamping gerbang sekolah yang ditutup.


"Adakah kamu cara untuk melewati mereka " tanya Ardi kepada Kanna selagi mereka berlari menuju kesana.


"Emmm(memikirkan)...tenang saja aku ada cara kok." Kanna tampak yakin dengan rencananya.


"Ooo ok " Ardi hanya bisa mengangguk setuju tanpa tahu rencananya.


*************


Setibanya mereka disana, seperti biasa ada satpam yang menghentikan mereka berdua untuk pergi.


Ardi melihat Kanna saat mereka dihentikan. Dia ingin tahu rencana apa yang membuat satpam sekolah itu memperbolehkan pergi.


"Tenang saja " Kanna dengan sombongnya mengacungkan jempol kepada Ardi, Kanna menenangkan Ardi.


Kanna langsung mendekati satpam itu dan mulai membisikkan seseatu. Tampak pak satpam itu mengangguk mengerti dengan ucapan Kanna.


"Ooo ok. Aku mengerti." Pak satpam mengangguk menuju kegerbang sekolah.


Sekali lagi tersenyum sambil mengancungkan jempolnya keArdi. Sedangkan Ardi masih bingung kenapa Kanna dengan mudah membujuk agar satpam membuka gerbangnya.


"Masalah selesai" senyum Kanna penuh kemenangan.


Tampak rencana Kanna berhasil, satpam sekolah itu membuka gerbang sekolah. Mereka membiarkan Kanna dan Ardi keluar.


"Terima kasih pak " Kanna dan Ardi berjalan keluar.


*********


Tanpa basa-basi lagi karena mereka harus menemui Near sebelum dia pergi. Mereka langsung lari sekuat tenaga menuju kerumah Near.


Dalam perjalanan kerumah Near. Tampak Ardi masih heran kenapa pak satpam membiarkan mereka keluar begitu mudahnya.


"Kanna apa yang kamu bicarakan dengan pak satpam sehingga mereka mau membiarkan kita keluar " tanya Ardi kepada Kanna yang mengikuti dari belakang karena Ardi yang menunjukkan jalan.


"Ooo itu tenang saja. Aku hanya bilang kalau kita disuruh wali kelasku keluar mengambil barang."


*********


Ditempat lain tampak wali kelas Kanna bersin karena sedang dibicarakan.


"Aduh sepertinya aku demam nih " wali kelas Kanna heran tiba tiba bersin.


***********


"Hehehe...semoga saja tidak kena marah " gunam Ardi tertawa canggung mendengar rencananya.


"Apa " Kanna tidak dengar ucapan Ardi.


"Ah tidak ada apa-apa kok " Ardi tersenyum takut.


"Gak jelas " Kanna tidak paham Ardi.


Kanna dan Ardi sekarang sudah ada didepan rumah Near. Rumah Near tampak biasa-biasa saja tidak ada kesibukan apapun. Hal itu membuat Kanna dan Ardi bingung.


Karena menurut mereka kata-kata bahwa dia akan pergi jauh adalah dengan pindah rumah. Dan itupun belum pasti apakah maksut Near sebelum mengecek didalamnya.


Apakah perkataan Ardi yang benar bahwa Near hanya sedang bolos sekolah atau Kanna yang mengatakan bahwa Near akan pergi jauh.


"Apakah ini rumahnya Near " tanya Kanna tampak grogi, karena masih merasa bersalah telah memarahinya.


"Iya benar ini rumahnya. Tapi apa kamu yakin dia akan pergi jauh. Soalnya tampak tidak ada kesibukan apa-apa disini. Seolah hari biasanya.." tanya Ardi mencoba mencari tahu apakah perkataan Kanna memang benar adanya.


"Iya aku yakin kalau kemarin itu dia. Lagian kita belum memastikan didalam." Kanna teguh dengan pendiriannya.


[Tok....tok....tok]


Ardi sudah mengetuk beberapa kali tapi tidak ada respon dari dalam. Tidak ada respon membuat Kanna dan Ardi merasa khawatir kalau Near benar-benar sudah pindah.


Mereka berdua saling menatap khawatir.


"Sepertinya tidak ada orang didalam apakah mungin mereka sudah pindah." Ardi membuka pembicaraan.


"Entahlah, mungkin mereka sedang pergi sebentar " Kanna tampak khwatir, takut kalau Near sudah pergi dan dia tidak bisa menemuinya lagi.


Tapi selang waktu lama, akhirnya ada respon dari dalam suara pintu depan terbuka. Suara itu membuat mereka berhenti berdebat dan mencoba melihat siapa yang membuka pintu.


[Krekkkk] bunyi pintu berderit terbuka.


"Oh kalian ada apa disini." ternyata ibunya Near yang membuka pintu dengan ceria.


"Hah..."mereka berdua menghela nafas lega seolah selamat dari maut.


Ibunya Near kebingungan melihat mereka disini.


"Kenapa kalian disini bukannya kalian ada sekolah" tanya ibunya bingung dengan situasi terjadi.


"Ooo itu...hehehe(Ardi menggaruk kepalanya kikuk). Anu kami sedang mencari Near disini, apakah Near ada dirumah " tanya Ardi malu-malu.


"Oh Near. Bukannya dia berada disekolah. Tadi dia sudah berada disekolah kok " ibunya memberitahu.


"Apa...." ucap Ardi.


"Benarkah Near berangkat sekolah tadi" Kanna terkejut tak percaya setelah memotong ucapan Ardi.


Tiba-tiba tersadar dengan apa yang dilakukannya secara mendadak. Membuat Kanna menunduk malu dengan apa yang sudah dilakukannya."Maaf "


Ibunya Near tersenyum, tidak mencoba menyalakan.


"Iya dia benar pergi sekolah tadi. Dia juga berpamitan denganku " ibunya menjelaskan lagi.


"Oh gitu terima kasih" Kanna bangkit kembali dari murungnya setelah tahu bahwa Near tidak pindah.


Melihat Kanna tersenyum membuat ibunya Near tersenyum juga. Tapi masih ada pertanyaan yang membuat ibunya Near bingung.


"Memang ada masalah apa kok kalian mencari Near disini " tanya ibunya Near.


"Ooo itu....tidak ada apa-apa kok. Ya kan Kanna " Ardi mencoba membuat Near temannya itu aman tidak kena omelan ibunya, kalau Near sedang bolos sekarang.


Bukannya menjawab Kanna sekarang berubah ekspresinya tampak mukanya mulai serius, membuat Ardi bingung. Apa yang membuat Kanna terdiam murung begitu.


"Kanna..." senggol Ardi mencoba menyadarkan Kanna.


Mendapat senggolan Ardi membuat Kanna tersadar.


"Eh apa.." Kanna bingung bertanya-tanya apa yang terjadi.


Ardi dan ibunya Near melihat Kanna heran, karena mereka khawatir kalau Kanna tiba-tiba hilang ingatan atau lebih tepatnya mengalami sakit.


Informasi soal Kanna mengalami hilang ingatan juga diketahui oleh orang tuanya Near. Sehingga sekarang ibunya Near mencoba berbicara lembut kepada Kanna karena dia merasa prihatin.


Apalagi anaknya juga mengalami kondisi yang sama dengan Kanna yaitu sama-sama tidak mempunyai teman.


Kanna sekarang tampak lebih buru-buru daripada sebelumnya.


"Maaf menganggu tante disini. Kami akan pergi dulu kesekolah lagi. Ayo Near pergi " Kanna menunduk dan langsung melangkah pergi menuju sekolah lagi.


Melihat Kanna pergi dengan cepat membuat Ardi bingung dan tidak ada pilihan selain mengikutinya.


"Eh Kanna." Near terkejut karena Kanna berlari dengan cepat.


"Emmm...maaf tante menganggu. Kami pergi dulu. Terima kasih waktunya " Ardi malu-malu mundur kebelakang.


Setelah cukup mundur kebelakang Ardi langsung pergi berlari menyusul Kanna.