
Near terkejut dengan apa yang baru saja diucapkan oleh ayah Kanna. Dia tidak bisa berkata apa-apa.
Ayah Kanna: "aku sungguh minta maaf tapi ini yang terbaik untuk putriku. Jadi mohon lupakanlah dia Near dan menjauhlah darinya "
Ardi: " Tapi om, bukankah Kanna mulai bisa mengingat. Bukankah akan baik-baik saja jika Near tetap dekat dengannya. Tapi kenapa Near harus menjauhi Kanna "
Ayah Kanna: "Sebenarnya, aku berpikir begitu. Jadi ketika dirumah sakit kami heran kenapa dia hanya bisa mengingat Ardi dan Hana. Oleh karena itu mencoba menanyakan perihal Near. Tapi yang terjadi....."
Ayah Kanna terdiam menunduk, ia tidak bisa menjelaskan yang terjadi dan mengambil nafas untuk mencoba menjelaskan kembali.
Ayah Kanna: "Ketika kami tanyakan padanya, tiba-tiba dadanya sesak dan kepalanya. Hingga ia akhirnya ia jatuh pingsan. "
Near sangat terkejut mendengar apa yang terjadi dengan Kanna ketika mendengar namanya. Ia tidak bisa menerima kenyataannya. Begitu dengan Ardi ia pun tidak bisa berkata apa-apa.
Ayah Kanna: "Aku minta maaf kepada kalian berdua. Terutama kepadamu, Near. Ini permintaan ku sebagai ayah yang khawatir pada putrinya. Aku mohon penuhilah permintaan ku ini. "
Ardi: " tapi..... "
Ardi berniat untuk membujuk ayah Kanna, agar ia tidak membuat permintaan tersebut. Karena Ardi merasa kasihan kepada Near. Ia tahu seberapa dalam hubungan mereka dan seberapa keras Near mencoba untuk berteman dengan Kanna. Tapi ucapan Ardi dipotong oleh Near.
Near: "Baiklah aku akan menjauhi Kanna mulai dari sekarang. " Near memasakkan untuk tersenyum
Ayah Kanna: "Benarkah, terima kasih untuk pengertiannya. " Ayah Kanna bahagia karena dapat pengertiannya.
Near: "Tapi aku ada permintaan "
Ayah Kanna: "Apa itu..... "
**************
Near dan Ardi sedang dalam perjalanan pulang membawa buku hariannya Kanna.
Ardi: "Apa kamu yakin....."
Near: "Untuk apa "
Ardi: "Untuk menjauhi Kanna dan permintaan mu yang hanya untuk menyuruh ayah Kanna membawa buku harian Kanna itu "
Near: " Mau bagaimana lagi, dan aku sudah. Berjanji untuk menyembuhkan Kanna apapun yang terjadi. jika aku berada didekatnya dan membuat dia menjadi lebih sakit. Aku mungkin akan menyalakan diriku nantinya dan untuk buku ini mungkin ia akan sakit jika membaca ini" Near tersenyum sedih melihat buku harian Kanna
Ternyata permintaan Near adalah untuk membawa buku harian Kanna yang ada dikamarnya. Ardi tidak bisa berkata-kata apa-apa setelah Near berbicara seperti itu.
****************
Esok harinya
Near menemui Kepala sekolah sebelum kelas masuk.
Kepala sekolah: "Jadi apa yang membawamu kesini Near. "
Near : " izinkan aku untuk bolos hari ini "
Kepala sekolah: " Apaaaa...." Kepala sekolah marah
Kepala sekolah: "Apa kau pikir aku akan mengizinkan mu untuk melakukan itu. "
Near: "Tunggu bentar guru, hanya sampai istirahat pertama saja."
Kepala sekolah: "Apa alasannya, jelaskan padaku. Jika alasannya tidak jelas... " Kepala sekolah mengeluarkan aura mengancam.
Near: "iya iya baiklah.... Jadi "
************
Near mulai menjelaskan kejadian yang terjadi kemarin pada kepala sekolah.
Kepala sekolah: "hmmm...baiklah. tapi hanya untuk sampai istirahat pertama saja yang aku perbolehkan. Jika lebih dari itu, aku akan mengabsen mu menjadi bolos hari ini "
Near : "iya tenang saja. Terima kasih atas izinnya " Near melangkah pergi dan menyelesaikan urusannya.
Kepala sekolah: " Jadi apakah kamu sudah menyerah dengan Kanna. "
Seketika itu langkah Near berhenti dan suasananya menjadi tegang. Tapi tiba-tiba Near tersenyum dan berbalik menghadap kepala sekolah dengan senyuman.
Near: "Mana mungkin aku menyerah. Ini hanyalah langkah awalku untuk menyembuhkan nya. Apalagi aku kan sudah berjanji untuk selalu bersamanya"
Pagi hari itu Kanna mulai masuk seperti biasanya. Dan seperti biasanya juga Kanna jarang berbicara dengan teman-temannya begitu juga dengan Ardi. Seolah kejadian tentang Kanna yang pingsan tidak ada.
Near sekarang berada di ruangan klub dibelakang sekolah sesuai izinnya dengan kepala sekolah. Near membersihkan ruangan klub, tidak semuanya ia hanya membereskan benda yang berhubungan dengannya agar Kanna tidak mencoba mengingat dirinya.
Near mulai mengambil satu persatu barang yang ada di klubnya itu. Walau tidak banyak itu semua mengandung kenangan mereka berempat.
**************
Bel istirahat berbunyi
Near sudah membersihkan tempat itu. Sebelum keluar, Near melihat ruangan itu lagi. Disana tampak ada ingatan tentangnya disana bersama ke-4 temannya itu.
Near: "Aku akan pergi sebentar, aku harap semua kembali seperti semula.." (Near mulai meneteskan air matanya dan pergi)
*************
Tidak berapa lama kemudian datanglah Hana, Ardi dan Kanna. Sengaja Ardi menjemput Kanna kekelasnya karena buku harian Kannna sekarang berada diNear. Mereka takut kalau Kanna mungkin lupa dengan tempat mereka biasanya dan ini juga permintaan Near kepada Ardi.
---Flashback----
Sebelum mereka berpisah untuk pergi ke rumah masing-masing setelah menjenguk Kanna dirumah.
Near: " Ardi, aku mempunyai permintaan kepadamu... Untuk besok "
Ardi: " Eh....".
Near: "Mungkin Kanna hanya sedikit ingat atau bahkan tidak ingat sama sekali tentang ruangan klubnya. Oleh karena itu aku ingin menjemputnya besok dikelasnya dan beritahu juga Hana tentang masalah ini. Bilang bahwa aku tidak bisa bertemu dengan Kanna untuk sementara waktu dan jangan mencoba untuk membahas ku disana "
Ardi: "Aku mengerti kalau menjemput Kanna dikelasnya. Tapi menjelaskan soal permasalahan ini kepada Hana, kan kamu bisa. "
Near: "Aku tidak bisa karena besok ada yang harus aku lakukan. Dan jangan lupa berikan ini kepadanya. "
Near tersenyum dan memberikan sebuah buku.
----Flashback End-------
Kanna ternyata hanya sedikit lupa tentang ruangan ini, jadi ia sedikit terpukau melihat ruangan klub dan ia mencoba untuk berjalan-jalan diruangan tersebut. Hingga mereka memutuskan untuk segera makan.
Hana: "Kanna ayo kesini " (Hana mempersilahkan Kanna duduk disampingnya.)
Kanna segera duduk disamping Hana dan membuka bekalnya.
Kanna: "Wahhh terasa sudah lama aku tidak kesini "
Hana: "Hmm...kamu sudah lama tidak datang kesini. Sejak kamu masuk kerumah sakit "
Ardi: "Sudah jangan bahas itu lagi, Kanna ini untukmu " (Ardi menyerah kan buku yang Near berikan kemarin)
Kanna: "Apa ini " (Kanna sedikit penasaran dengan buku pemberian Ardi)
Ardi: "Ini adalah buku harian untukmu, kamu bisa menulis apa yang kamu lakukan hari ini disini. "
Kanna: "Wahhh terimakasih, tapi sepertinya aku punya buku seperti ini. Tapi kektika aku cari tidak ada. Apa kalian tahu sesuatu "
Ardi dan Hana tampak terkejut karena Kanna masih mengingat buku itu.
Hana: "Ah, kamu tidak mempunyai itu sebelumya. Aku tidak pernah melihatmu menulis dibuku seperti ini. " (Jawab refleks Hana)
Ardi: "Ah iya. Kami tidak pernah melihatmu menulis buku harian selama ini "
Kanna: "Benarkah, sepertinya itu hanya angan-anganku saja " (Kanna tampak mempercayai mereka berdua dan tidak mengingat masalah ini lagi)
Hana dan Ardi bernafas lega karena Kanna tidak melanjutkan untuk mencari buku hariannya.
*************
Sementara itu Near yang kembali kelas, ia sedikit terkejut melihat Andi dalam perjalanannya menuju kelas. Tampaknya Andi sengaja untuk menunggu Near disana.
Andi: "Bisakah kita berbicara sebentar..." (Andi menghadang Near)
Near hanya menatap Andi Tanpa memberikan jawabannya.