
Kepala pria tua itu membentur tanah dengan keras setelah terkena pukulan ketiga. Near yang memberikan pukulan masih berdiri didepan pria tua yang tergeletak itu. Near menarik lengannya dan menghembuskan nafas untuk membuat dirinya tenang.
Near menatap pria tua yabg tergeletak itu, pria tua itu tampak pingsan. Dia menatap lama wajah pria tua itu dan menghembuskan nafas panjang.
"Aku tidak membencimu, tapi karena perbuatanmu kepada teman-teman berhargaku. Itulah yang membuatmu harus melakukan ini untuk menghabisimu. Andai saja kaku tidak menyerang kami, maka ini tidak terjadi dan teman-temanku baik-baik saja " Near menatap pria tua itu dengan sedih
Lalu Near membalikkan badannya dan menatap keatas sambil meneteskan air matanya.
"Akhirnya berakhir juga, guru. Terima kasih telah mengajarkan bela diri kepadaku. Sekarang aku bisa melindungi teman-temanku "
************
Jason menatap Near dengan terkejut. Dirinya tidak menyangka kalau Near mampu mengalahkan pria tua itu padahal Ardi tidak bisa. Tapi selang beberapa saat ia terbengong melihat pertarungan Near barusan. Ia sadar, saat Near berbalik menatap keatas. Near menatap langit-langit dengan sedih membuat Jason tersenyum sedih juga.
"Kita telah melewati hari yang panjang ya Near " ucap Jason menoleh kearah Dodik.
***********
Near mulai menghembuskan nafas lega dan mulai mengusap air matanya. Dia menoleh ke Ardi lalu dia sadar kalau masih ada Jason sehingga ia menoleh kearah samping dan tersenyum ke Jason. Jason juga menoleh kearah Near, ia ikut tersenyum juga sambil mengangguk.
Near dan Jason tampak saling mengerti kalau mereka harus menbopong teman mereka yaitu Ardi dan Dodik. Dengan anggukan Jason, Near mengerti maksut Jason. Sehingga mereka segera menuju ketempat teman-teman mereka.
Near menbopong Ardi dan Jason membopong Dodik. Near berjalan menjauh dari tempat pria tua itu. Near sudah sampai didepan Ardi, tampak Ardi sudah sadarkan diri. Dengan tersenyum ia menyambut Near tapi badannya masih tergeletak dan babak belur.
"Hmmm, akhirnya kamu bisa menang ya, Near. " sambut Ardi tersenyum dengan wajahnya babak belur.
"Keliatannya kamu tidak pingsan ya tadi " ucap Near menduga-duga.
"Terima kasih, telah memberiku keberanian temanku " ucap Near tersenyum.
"Ya sama-sama. Tapi aku benar-benar tidak bisa bergerak ini. Jadi tolong bantu aku hehehe " ucap Ardi tersenyum canggung.
"Hmm baiklah. Dari wala sampai akhir kamu tetap saja merepotkan " ucap Near membantu Ardi berdiri
*********
Dodik juga tampak sudah sadar. Tampaknya dia hanya pingsan saja tadi, sehingga ia yang membopong Jason untuk berjalan keluar.
Tapi saat mereka mau berjalan keluar tampak pria tua itu sedang mengeliat dan berusaha untuk berdiri.
Hal itu membuat mereka berempat berhenti beberapa saat. Takut kalau ia akan bangkit kembali dan melawan mereka. Tapi saat pria tua itu berdiri tampak ia sudah tidak kuat lagi untuk bertarung.
Pria tua itu tampak berusaha berjalan menghampiri Near dengan susah payah. Hal itu membuat mereka kasian kepadanya karena tubuhnya penuh luka dan cara jalannya seperti zombie.
"Near akhiri ini " ucap Ardi tersenyum sedih
Near mendengarkan perkataan Ardi dan menyandarkan Ardi ketembok. Dia melihat kearah Jason dan Dodik, mereka mengangguk menyetujui.
Tanpa basa basi lagi Near langsung berlari dan menyerang dengan kekuatan penuh menggunakan tangan kanannya.
"Ini serangan penuhku untuk menghormati pejuang sepertimu yang terus bertarung meskipun sudah terluka parah " ucap Near sambil melayangkan tinjunya.