
Bel masuk berbunyi.
Kanna dan Ardi beranjak berdiri untuk kembali ke kelasnya masing-masing karena kelas mereka berbeda.
"Aku pergi dulu ya " Kanna melangkah pergi dengan senyuman canggung.
"Akan kutunggu besok disini " ucap Ardi dengan keras.
Kanna berhenti sejenak dan terkejut dengan perkataan Ardi. Dia menoleh, tampak Ardi memberikan senyuman tulus.
Kanna yang awalnya lesu karena harus kembali kekelas, dimana ia merasa sendiri disana. Sekarang dia menjadi senang kembali ketika mendengar itu dan segera pergi kekelasnya.
Ardi melihat Kanna pergi, dalam hatinya Ardi kasihan karena tidak ada Near menemani Kanna dalam kelas.
(Tunggulah sebentar lagi Kanna. Near pasti akan kembali saat itulah kamu akan tahu kebenaran yang terjadi.) Dalam hati Ardi dirinya masih bertekad menunggu Near.
Hari itu sekolah berjalan seperti biasanya dan Kanna mulai menyingkirkan pikiran bahwa dirinya memiliki 2 buku harian.
**********
Dihari yang sama dirumah sakit, dalam ruangan Near dirawat. Tampak seorang dokter lagi memeriksa keadaan Near dengan orang tuanya berada disampingnya.
"Minggu depan kamu boleh pulang, tapi jangan terlalu memaksakan dirimu. Dan kalau ada yang sakit segera kerumah sakit " ucap dokter setelah memeriksa Near.
"Iya dokter makasih " ucap Orang tua Near.
"Iya sama-sama " dokter tersenyum menjawab.
Near tetap melihat jendela dengan tersenyum bahkan saat pemeriksaan Near tetap melihat jendela.
"Apakah kamu ingin bertemu seseorang " tanya dokter penasaran karena Near selalu melihat kearah jendela.
"Iya, aku ingin bertemu dengannya dan menepati janjiku " Near tersenyun menjawab.
"Kalau gitu kamu harus istirahat yang cukup agar dapat segera bertemu dengannya" Dokter memotivasi Near.
"Iya dokter. Tapi biarkan aku menatap lebih lama langit yang indah itu. " Near tetap memandang keluar jendela.
Dokter mengiyakan dan dokterpun pergi meninggalkan ruangan itu. Begitu dengan ibunya mau menyuruh anaknya istirahat tapi segera dihentikan oleh ayahnya. Karena ayah Near tahu bahwa sekarang Near sedang sedih walaupun tidak diekspresikan.
**********
1 minggu kemudian.
Sekolah berlalu seperti biasanya setelah 1 pekan itu, Kanna yang selalu sendiri dikelas. Meskipun sudah mendapat semangat dari Ardi Kanna tetap merasa kesepian dikelas.
Bel masuk jam pertama berbunyi.
Tampak guru sudah datang mengabsen seperti biasanya dipagi hari.
(Hahhh(menghela nafas panjang)... Hari ini pun sama. Aku akan kesepian lagi dikelas yang ramai ini) dalam hati Kanna merasa sedih melihat sampingnya kosong tidak ada teman.
Tapi ditengah absen pagi itu, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kelas.
"Maaf terlambat..." ucap keras orang itu .
"Oh kamu, apakah kamu sudah sembuh. silahkan masuk saja" guru mempersilahkan.
"Ya maaf. " ucap orang itu pergi masuk melewati beberapa bangku menuju ketempat duduk disamping Kanna.
Sontak murid-murid kaget melihatnya kecuali Kanna. Kanna masih melamun melihat tempat duduk disampingnya yang kosong tanpa memperhatikan sekitarnya.
Tiba-tiba orang itu duduk disamping Kanna. Membuat Kanna bangun dari lamunannya dan segera mlihat siapa yang sedang duduk itu.
"Maaf karena menggunakan tangan kiri tapi perkenalkan namaku adalah Near. Maaf telah menunggu lama " ucap orang itu tersenyum menjulurkan tangan kirinya.
Kanna tampak sedikit terkejut dengan orang yang duduk disampingnya. Ternyata yang menjulurkan tangan adalah Near yang sudah kembali dari rumah sakit.
Tangan kanan Near sedang masa pemulihan, jadi tangan kanan Near sekarang dalam keadaan diperban. Sehingga Near tidak ada pilihan lain selain menggunakan tangan kirinya.
Kanna terkejut dengan kehadiran Near. Tapi dalam ingatannya dia masih lupa siapa Near.
Near tersenyum cerah ke Kanna. Berbeda dengan Kanna tampak dia merasa canggung. Hari itu adalah dimana mereka bertemu setelah kejadian bos penjahat.
*********
Waktu istirahat telah datang.
Kanna segera ketempat biasanya. Tapi entah kenapa Near mengikutinya, itulah yang sedang dipikirkan Kanna sekarang.
Tampak Near mengikutinya dengan membawa bekalnya.
"Kenapa kau mengikutiku." Ucap Kanna yang merasa risih dengan kehadiran Near.
"Aku ingin makan siang " ucap polos Near seolah mengikuti Kanna adalah hal yang biasa.
"Bukan begitu maksutku. Tapi kenapa harus ikut denganku " Kanna mulai kesal.
"Karena aku tidak ada teman. Karena beberapa hari ini aku telah jatuh sakit dan tidak bisa masuk sekolah " Near mengucapkan hal itu dengan sedih.
Mendengar Near mengucapkan tidak mempunyai teman sekarang. Membuat hai kecil Kanna sedih mengingat ketika selama 1 pekan dikelas tanpa Near.
"Hadehh.." Meskipun merasa kasihan tapi tetap saja Kanna merasa kesal diikuti.
Tanpa mengucapkan kata apapun lagi Kanna segera melangkah dengan kesal kebelakang sekolah.
"Terima kasih..." Near senang mengira Kanna mengijinkan.
(Tidak ada pilihan lagi selain mengajaknya kebelakang sekolah. Tapi....ahhhh(frustasi) mungkin Ardi bisa memaklumi aku bawa seseorang.) Dalam hati Kanna dirinya masih bingung antara mau mengajak Near atau tidak karena dirinya khawatir membuat Ardi marah karena telah mengajak seseorang.
********
Tiba disana tampak Ardi sudah datang duluan sambil memakan bekalnya. Mendengar langkah Kanna datang Ardi langsung menyapa Kanna seperti biasa yang mulutnya penuh makanan.
"Selamat datang" Ardi memberikan salam sambil berusaha menelan makanannya.
"Hehehe...iya. Tapi aku datang bawa seseorang " Kanna tersenyum canggung mempersilahkan Near.
Near melangkah menunjukkan dirinya." Hai salam kenal namaku Near. Aku baru sekolah hari ini mohon bantuannya."
Sontak Ardi tersedak melihat Near yang sudah kembali kerumah sakit.
"Uhuk...uhuk...uhukk..airrr " Ardi membuka airnya.
"Apakah kamu tidak apa-apa " Kanna mendekat khawatir.
Ardi langsung menegak air dibotonya untuk menghilangkan rasa tersedaknya.
"Ahhhhh" Ardi merasa segar kembali setelah meminum satu botol penuh.
"Maaf seperti yang kukira kamu tidak setuju bahwa aku membawa seseorang kesini " Kanna sedikit khawatir telah membuat Ardi marah.
"Tidak apa-apa. Kalau dia tidak apa-apa " ucap Ardi mulai melanjutkan makannya.
"Eh..." Kanna bingung karena Ardi tiba-tiba setuju dengan itu.
"Terima kasihhh " Near dengan riang duduk membuka bekalnya dengan tangan kiri.
"Eh...Ardi tumben " Kanna masih bingung dengan apa yang terjadi tiba-tiba.
Sebelum berbicara lebih lanjut, ucapan Kanna disela oleh Near " kalau Kanna tidak makan sekarang nanti akan segera bel masuk jam pelajaran loh " Near mengingatkan dengan polos.
"Oh iya." Kanna menyadari waktunya sudah hampir habis karena Kanna harus meladeni Near tadi.
Segera Kanna duduk diantara mereka membuka bekalnya. Walaupun sedang sibuk dengan bekalnya tampak Kanna masih curiga dengan Ardi yang setuju dengan cepat tanpa alasan apapun.
(Kenapa dengan Ardi yang bersikap begiti secara tiba-tiba. )Kanna melirik Ardi dan Near dengan serius.
Tapi tidak ada yang mencurigakan dari mereka. Ardi dan Near makan seperti biasanya seolah mereka sudah terbiasa dengan tempat itu.