REPEATING TIME

REPEATING TIME
Pergi dari preman



Para preman itu menoleh kesana-kesini mencari warga yang ditunjuk near dengan rasa takut bahwa para warga beneran datang untuk menangkap mereka.


"krik..krikk..krikk...." keadaan hening tidak ada yang datang.


Para preman yang garang itu mulai merasa marah kepada near dan ardi karena selalu dipermainkan berkali-kali.


"SIAAAALL.... berani sekali kalian mempermainkan kami " kata preman 1 dengan marah


Tapi para preman itu terlambat karena near dan ardi hilang dari hadapan ketika mereka mencari warga yang ditunjukkan near.


"Kemana mereka pergi, kemana bocah itu pergi ..." kata penjambret dengan kesal


"Ayo kita cari mereka sebelum mereka lari lebih jauh lagi dan memanggil bantuan. Kita harus habisi mereka yang telah membuat kita kesal " dengan tenang preman 3 memimpin


"Iyaaa kak. Ayo kita pergi " preman 2 mengajak


******


Setelah membohongi ke-4 preman itu ardi dan near berlari menghindari preman itu dengan cepat. Lelah karena sudah berlari dengan jarak yang jauh near dan ardi memutuskan istirahat sebentar.


"Hah..hah..hah(kehabisan nafas ) ayo kita istirahat sebentar, kelihatannya preman itu tidak mengejar sampai sini " near menyarankan


"Hah..hah.ha(kehabisan nafas ) iya ayo kita berhenti sebentar " ardi menyetujui


Setelah beristirahat cukup lama mereka akhirnya tenang


"Semoga saja mereka tidak mengejar " near berharap


"Iya semoga saja mereka berhenti mengejar kita. Kamu sih buat mereka marah, jadinya mereka mengejar kitakan " ardi menyalakan


"Hahhh(menghela nafas) ini gara-gara kamu sekarang kita ini yang dikejar, jika saja kamu bisa diam sebentar sekarang kita bisa membuntuti mereka bukan kita" ucap near kesal


"iya maaf, aku tadi keceplosan. " ardi menyadari kesalahannya


"Tapi untunglah kamu selamat karena aku dengar dari ibu-ibu yang lewat bahwa ada pemuda yang tertusuk diperutnya. Semoga saja pemuda itu baik-baik saja". near berucap menggerutu


" aku senang bahwa kamu sangat mengkhwatirkanku. Terima kasih ya near" ardi tersenyum


"Hah(kaget) jangan salah paham dulu ya aku disini menyelamatkanmu bukan karena khawatir denganmu tapi aku khawatir dengan acara ini. Aku tak ingin Kanna mengalami hal yang buruk pada perjalanan peetamanya " Near mencoba menyangkal karena dirinya malu jika membicarakan yang sebenarnya


"Apapun alasannya aku akan selalu berterima lasih padamu yang telah datang " Ardi sangat bersyukur


"Terseralah..." Near bersikap acuh


"Ayo kita pergi sebelum premannya datang " ucap Ardi berdiri mengajak


"Iya, sebaiknya kita serahkan masalah ini kepada pihak yang berwenang " Near menyetujui


Ardi dan Near belum bisa merasa aman karena sebelum pergi tiba-tiba ada suara dari belakang.


"ITUUUU MEREKA BOSSSS " suara keras datang dari belakang Ardi dan Near


Ardi dan Near pun menoleh, mereka terkejut bahwa yang berteriak adalah salah satu preman yaitu si preman 1. Dan dia memanggil teman premannya yang sempat dibohongi oleh Near.


"Mana mereka??? " penjambret itu bertanya


"Itu diia " preman 1 menuju kearah Near dan Ardi berada


"ayoo kita kejar mereka. Jangan biarkan mereka lolos sekarang dan janga sampai tertipu juga " preman 3 memimpin


"Iya kak siap " preman 2 menurutinya


"Sial kita lari lagi. Ngak ada kapoknya mereka mengejar kita. Mau dibodohi sampai sih mereka ini" Near menggerutu dan segera berlari


"Kita harus ngapain Ini. Premannya sudah mengetahui posisi kita." Ardi bingung harus ngapain


"Kita sebainya lari dulu mencari tempat ramai " Near menyarankan


"Iya ayo segera berlari near atau aku tinggal Near " Ardi sedikit mempercepat lajunya


(jika saja kamu tidak keceplosan tadi. mungkin kita lah yang membuntuti mereka bukan kita yabg dibuntuti. Aahhhhhh(frustasi ), jangan dipikirkan otakku. Hal yang penting sekarang hanyalah berlari menghindari preman yang garang itu) Near mencoba menenangkan diri


Setelah beberapa menit berlari secepat-cepatnya, Near dan Ardi kelelahan kehabisan nafas. Tapi yang lebih buruk lagi mereka sekarang berada jalan buntu sedangkan premannya mengejar dari belakang.


"Bagaimana ini, depan jalan buntu. kita kecapean juga dan belakang ada para preman yang akan menghabisi kita. Aduh sialnya nasibku " Near khawatir


"Tidak ada pilihan lagi. Kita harus bertindak " Ardi berkata serius


"Hei, jangan bercanda mana mungkin kita bisa menghabisi mereka. Dilihat juga sudah tahu bahwa kita kalah jumlah dan kita juga kalah dalam urusan kekuatan " Near menjelaskan dengan khawatir


"Memang kita kalah kalau soal jumlah dan kekuatan, tapi ada satu hal yang membuat kita menang " Ardi berucap serius


"Apa itu???? " Near bertanya


"Kita menang dalam satu hal yaitu tekad. Ketika para preman itu tidak menyerah soal melakukan pencurian itu, kita juga tidak menyerah saat menegakkan kebenaran. Tekad itulah aku yakin bahwa kebenaran akan selalu menang, dan jangan lupa kita memiliki ikatan pertemanan yang kuat. Jadi kita akan menghadapi masalah bersama-sama" Ardi dengan semangat berkobar


"Itu benar, tapi... " Near ragu


Di tengah pembicaraan ,para preman itu datang dengan niat mau menghabisi near dan ardi.


"Mau lari kemana kalian hahaha " preman 1 menggoda


"Jangan biarkan mereka menipumu kita lagi segera hancurkan mereka dan jangan dengarkan apa yang dikatakan mereka " ucap preman 3


"Siapp kakak. Ayo kita hajar " ucap preman 2 yang tidak sabar menghajar


"Tunggu..." Near menghentikan


"Gak usah tunggu, tunggu , ayo kita habisi mereka" penjambret yang tidak sabar


Near dan Ardi bersiap-siap dengan kepalan tangannya mau berkelahi


"Ada satu hal yang ingin kusampaikan padamu. Ardi, jika kita habis disini. Aku akan bilang akan satu hal yaitu... terima kasih telah menjadi temanku" Near megucapkan kata terakhir


"Hmm( tersenyum ) jangan sampai mati disini ya. Kita harus membuat kenangan yang baik untuk kanna dan jangan jadikan ini kenangan yang buruk buat jalan-jalan pertama kita dengan kanna "Ardi yang mendengar itu sangat senang dengan penuh tekad bersiap menghajar para preman itu.


"Hah siapa yang mau mati disini, aku bilang kata-kata itu agar kau semangat dan kita menang " Near dengan semangat maju menghajar mereka


Near dan Ardi yang percaya diri itu saling berkelahi dengan para preman itu dan dilihat hasinya sangat jelas bahwa para preman itu yang menang. meskipun preman itu mengalami luka juga akibat perkelahian itu, tapi lukanya lebih parah yang dialami Near dan Ardi.


Near dan Ardi yang kalah jatuh ke tanah memegangi luka mereka setelah dihabisi.


"Jika saja kalian tidak mengikuti sampai kemari pasti kalian saat ini baik-baik saja. Makanya jangan sok jagoan" penjambret itu mengejek


Near dan Ardi kesal melihat itu tapi mereka tidak bisa apa-apa.


(Siall jika saja aku lebih kuat. Aku pasti bisa melindungi teman-temanku) Near kesal


"Ini akibatnya kalian membuat kami marah " preman 1 berucap dengan bangga


"Sudah kita pergi saja disini. Sebelum orang lain datang sebaiknya kita cepat-cepat pergi. " preman 3 mengajak pergi dengan khawatir