
"Emm..." Suara anak buah pejahat yang telah disekap didepan karena telah menganggu tadi.
Suara itu tampak panik mau memberitahu seseatu. Tapi karena mulutnya dilakban maka dia tidak bisa berbicara kecuali menggeram.
Semua orang dalam ruangan itu berhenti bergerak menoleh kedepan tempat anak buah tadi disekap. Mereka berhenti membeku karena takut itu adalah suara polisi yang datang menangkap.
Tapi setelah beberapa waktu mereka telah menyadari bahwa suara itu berasal dari anak buah yang disekap tadi. Bossnya yang merasa janggal, dia segera memerintah anak buahnya yang lain untuk segera melihat apa yang terjadi."Kalian segera cek itu anak buah didepan. Siapa tau dia ada masalah"
Tapi karena semua anak buahnya ingin ikut menghabis Near. Mereka semua melirik satu sama lain, semua anak buah disana menyadari bahwa tidak ada yang mau melihat, karena mereka ingin ikut menghabisi Near.
"Apa yang kalian tunggu cepat lihat sana..." bossnya membentak karena tiba-tiba semua berhenti tidak menuruti perintahnya.
Tidak ada pilihan lain, salah satu anak buahnya maju mau memberikan alasan yang logis kepada bossnya agar tidak melihat anak buah yang disekap didepan gedung.
"Anu boss...emm" ucap ragu anak buahnya memberikan alasan, dirinya tajut kalau alasan tersebut membuat bossnya marah.
"Apaa yang ingin kamu katakan. Katakan dengan jelas.." bentak bos para penjahat melihat tingkah anak buahnya yang ragu-ragu bikin gregetan.
Mendapat bentakan seperti itu, membuat anak buah itu berkeringat deras ditubuhnya ketakutan."anu boss mungkin saja dia tiba-tiba bersuara seperti itu, karena dia ingin ikut menghabisi anak itu. Jadi sebaiknya kita tinggalkan dia "
Mendengar alasan kenapa mereka tidak prlu mengecek. Bossnya berfikir sejenak(Emmm... mungkin saja sih. Apalagi dia tiba-tiba bersuara saat mereka ingin memukul anak itu)
Anak buah yang memberanikan diri menyampaikan pendapatnya itu terdiam ketakutan karena takut akan dipukuli juga sama seperti Near. Dia hanya bisa menelan ludah, entah kenapa satiap detik itu terasa seperti 1 tahun.
*******
Selesai berfikir boss penjahat itu tiba-tiba wajahnya berubah menjadi galak. Melihat itu anak buah tadi gemetar tak karuan.
Boss penjahat itu mengangkat tangannya dan mengaraahkan kepada anak buahnya tadi. Melihat bossnya mengangkat tangannya. Anak buah itu hanya bisa pasrah mendapat pukulan, anak buah itu memejamkan matanya ketakutan menerima pukulan.
Setelah sejenak memejamkan matanya dia. Tapi pukulan itu tidak datang juga padahal dirinya sudah bersiap-siap akan hal ini.
Tapi secara mengejutkan anak buahnya itu merasakan tepukan hangat dikepalanya. Anak buah tadi membuka matanya meliha bossnya yang tersenyum memuji.
"Bagus, kerja bagus. Pendapatmu bagus juga " puji boss kepada anak buah.
Mendapati pujian tersebut anak buahnya tersenyum lega karena dirinya tidak jadi untuk dimarahi.
"Kalian jangan hiraukan dia(menunjuk kearah anak buahnya disekap). Segera lakukan penghabisan kepada anak buah itu dan lepaskan penat kalian. hahhaha." Bos penjahat memberikan anak buahnya kebebasan untuk menghabisi.
"Siaaap boss " jawab penuh semangat anak buahnya lagi, karena mereka sekarang tidak akan berhenti untuk bersenang-senang.
Anak buah pejahat itu segera menghampiri Near. Boss penjahat itu menyalakan rokonya lagi tapi kali ini dia menghirauka geraman anak buah yang telah disekap tadi.
Bukannya berhenti untuk menggeram anak buah yang disekap tadi semakin keras geramannya membuat boss jengkel memnghampiri.
"bisa diam gak sih nih bocah " geram bossnya karena mulut anak buahnya itu sudajmh dilakban taoi bisa saja menganggu.
"Tenang saja kok ini tidak akan lama. Karena kami akab segera menghibisimu"Dirinya mengangkat kerah baju Near dan melayangkan tinjunya.
Tapi tepat sebelum tangannya mengenai wajah Near.
"Dia datang..." ucap keras Near tersenyum. Perkataan itu membuat semua berhenti bergerak lagi bahkan bossnya juga berhenti.
Dalam ruangan itu terdiam semua bingung dengan apa yang baru diucapkan Near barusan.
"Jangan banyak omong lagi " anak buah penjahat itu melayangk tinjunya lagi.
Tapi sperti sebelumnya tinyanya itu berhenti tepat didepan Near. Kerena tiba-tiba sekarang Near malah tertawa.""Hahahha...akhirnya, akhirnya dia datang juga "
Merasa ada misteri dibalik perkataan Near, boss penjahat itu menjatuhkan rokoknya yang masih menyala dan menginjaknya. Tidak jadi menghampiri anak buahnya yang disekap didepan. Malahan bossnya menghampiri Near.
Dengan berjalan agak cepat dirinya menghampiri Near yang tergeletak dan menyuruh anak buahnya minggir. Bossnya menarik kembali kerah Near."apa maksutmu itu, apa hah " bentak boss penjahat itu kesal.
"Apa kau ketakutan. Bukannya tadi kau ingin aku tersenyum maka aku tersenyum"Near dengan tersenyum sinis melihat boss penjahat itu.
Tanpa keraguan lagi boss penjat itu melayang tinjunya karah wajah Near. Berbeda dengan anak buahnya boss penjahat itu tidak berhenti tepat didepan wajah Near, dirinya langsung menghatam wajah Near.
Pukulan boss penjahat itu membuat Near tersungkur lemas sekarang. Boss penjahat mau meberioan pujulannya lagi kepada Near yang sudah tergeletak lemas tapi pukulan itu dihentikan anak buahnya.
Anak buahnya sebenarnya merasa kasian kepada Near tapi ada juga yang senang Near dipukuli.
"Sudah boss dia hanya mengiggau. Mana mungkin dia berbicara serius " Anak buah yang merasa kasian kepada Near
"Aku juga menganggap itu hanya sebuah kebohongan dari orang yang sedang tidak berdaya. Tapi entah kenapa perasaan ketika temanku ditangakap oleh polisi sekarang berasa lagi saat dia berbicara seperti itu." bos penjahat mengingat kejadian saat tiba-tiba polisi menangkap teman-temannya.
Dalam anak buah penjahat juga ada yang suka saat melihat Near semakin sekarat."Sudah boss hajar dia jangan hiraukan ucapannya. Selagi ada kesempatan sekarang hajar dia " ucap anak buahnya yang sangat suka melihat Near menderita.
Mendengar akan anak buahnya yang memiliki dua pilihan yang berbeda membuat boss penjahat semakin bingung. Apakah dia akan melepaskan Near dan segera lari atau menghiraukan ucapan yang diucapkan Near lalu segera menghabisinya.
Dalam dilema itu tiba-tiba suara anak buahnya yang disekap tadi, berhenti menggeram.
"Kenapa dia berhenti menggeram" Tanya boss penjahat merasa janggal dengan situasinya sekarang.
"Kamu segera cek kedepan " suruh boss penjahat kesalah satu anak buahnya.
Tidak bisa mengelak lagi dia menuruti perkataan bossnya. Dia dengan enteng berjalan menuju ketempat temannya disekap tadi.
Anak buahnya itu tidak merasa curiga sama sekali. Karena dia merasa kenapa temannya berhenti menggeram, mungkin saja dia sedang capek karena sudah beberapa waktu menggeram dan tidak dihiraukan.
Sudah berada didepan gedung ank buah yang disuruh tadi tidak menemukan keberadaan anak buah yang disekap tadi.
"Boss dia tidak ada disini " panik anak buahnya tidak menemukan temannya itu.