
Near menunggu diluar dan ia juga sedang menelpon polisi.
"Aku harus telepon polisi kalau begini " ucap Near menghidupkan ponselnya.
Tapi Near lupa untuk mencharger ponselnya tadi sehingga ponselnya sekarang hanya 1%. Dengan baterai yang sangat kecil itu, Near berusaha menelpon polisi.
"Segera menyambunglah, cepat sambunglah " Near berharap sambil ponselnya masih menelpon polisi.
Tapi untung ia tersambung dengan polisi sebelum baterainya belum habis. Tapi keberuntungan itu hanya sebentar karena saat sudah tersambung tiba-tiba hp nya mati.
"Ahhhhh, kenapa disaat genting ini " Near mengangkat hpnya tinggi-tinggi mau membanting hpnya.
Tapi kesadarannya segera datang kembali, dia tidak jadi membanting hpnya. Dia menangis tanpa mengeluarkan air matanya.
"Kenapa ini terjadi padaku, siallll " teriak Near dengan kesal.
"Hahhh, aku harus segera maauk kedalam. Pasti Ardi memerlukan bantuanku. " Near mencoba tenang dan masuk kedalam dengan mengendap-endap.
**************
Mengendap-endap, Near sekarang ada disamping pintu masuk gedung. Secara perlahan ia mulai mengintpi keadaan didalam. Dia sangat terkejut dengan keadaan didalam.
Karena ia melihat Ardi dikelilingi oleh orang-orang seram. Dan Ardi juga ia sudah tumbang ditengah-tengah mereka. Melihat hal itu ia hanya bisa terdiam ketakutan.
************
Tapi Near kebingungan karena mereka seolah sedang menjaga jarak kepada Ardi padahal Ardi sudah tidak berdaya dari keliatannyan.
Tapi ketika salah satu anak buahnya Jarwo mau maju menghajar Ardi dan itu dihentikan oleh bosnya. Disaat ia menghentikan anak buahnya itulah Jareo sempat berbicara. Sehingga Near mengetahui situasi sekarang.
"Bagus ini mereka sepertinya salah paham. Kalau gitu aku perlu minta bantuan kerumah sekitar untuk membantu disini. Jadi sebelum mereka mengetahui kondisi Ardi sekarang aku harus bergegas " Nee beranjak mau pergi meminta bantuan.
***************
Tapi niat itu dibatalkan karena ia mendengar kalau Ardi malah memprovokasi anak buah tadi sehingga ia semakin kesal
"Dasar Ardi kenapa ia malah memprovokasinya padahal kita bisa saja keluar dengan selamat disini jika kau tidak memprovokasinya " gunam kesal Near masih mengintip dan tidak jadi pergi mencari bantuan.
***************
Anak buah yang tadi diprovokasi itu mulai maju mau menendang Ardi dengan kakinya.
Tidak ada pilihan lain selain membatunya sekarang Near mulai memakai masker dan jaketnya.
Merasa masih kurang ia memakai penutup kepalanya yang terpasang dijaketnya. Tanpa basa-basi lagi karena anak buah Jarwo itu mulai mengangkat kakinya untuk menendang Ardi.
"Siall, kenapa juga aku berada disini padahal tanganku belum sembuh." Ucap Near kesal dan mulai beranjak berdiri laluberlari dengan cepat menuju ke Ardi.
Flashback End
Dan sekarang disinilah Near bisa sampai kesini. Ardi langsung berdiri dengan bantuan Near.
"Lalu kenapa kamu pakai masker dan jaket disini " ucap Ardi heran dengan gaya berpakaian Near.
"Hahaha, ini agar mereka tidak mengenaliku. Jadi aku harap kau diam ya jangan pangil namaku." Ucap Near memberitahu
"Kalau gitu aku panggil kamu apa? "Tanya Ardi
"Tenang saja panggil saja aku Riko " ucap Near tenang.
"Baiklah, kau biaa jelaskan itu nanti. Karena dibelakangmu tidak akan menunggu." Ucap Ardi melangkah berdiri disamping Near
Ardi tidak bertanya tentang polisi karena ia tahu kalau Near tida sempat untuk menelpon, apalagu dengan keadaannya sekarang. Ditambah lagi Near langsung menghalangi tendangan anak buah Jarwo tadi, hal itu membuktikkan kalau Near datang sendiri.
Karena jika datang bersama polisi, maka pastinya polisi tersebut yang akan datang menghadang bukan Near. Dengan pemikiran tersebut Ardi tidak bertanya lagi tentang polisi itu.
*************
Kepala sekolah langsung berlari kembali, dtempat sepeda motornya berada. Dia tampak tergesa-gesa.
"Apa yang terjadi pak. Ardi dimana sekarang" tanya Hana khawatir karena kepala sekolah tidak membawa Ardi.
"Dia tidak ada disini. Apa kamu yakin dia ada disini " tanya kepala sekolah mulai ragu.
"Iya pak saya yakin. Karena Ardi bilang untuk membawa bapak kegedung disekitar tempat itu " ucap Hana memberitau pembicaraannya dengan Ardi tadi.
"Tapi dia tidak ada disini " ucap kepala sekolah tidak tahu lagi harus bagaimana lagi, karena disini tidak ada apa-apa.
Begitu dengan Hana ia juga kebingungan karena ini satu-satunya tempat kosong disekitar tempat Ardi dihadang.
"Kalau gitu kita kembali saja dulu dan serahkan ini semua kepada polisi " Kepala sekolah tidak tahu lagi harus bagaimana dan ia berniat untuk menyerahkan kepada polisi untuk mencari Ardi.
"Hmm baiklah." Hana menunduk sedih karena tidak bisa memenuhi harapan Ardi.
Kepala sekolah tahu kalau Hana sangat mengkhawatirkan Ardi tapi mau bagaimana lagi mereka tidak tahu tempat Ardi sekarang. Bukannya kepala sekolah tidak percaya tapi ia menyerahkan urusan ini kepada polisi.
Ini karena mereka lebih banyak orang dan mereka mungkin lebih cepat daripada kepala sekolah dan Hana yang mencari.
Mereka berdua akhirnya kembali menuju kesekolah untuk memberikan keterangan lebih lanjut.
************
Jarwo langsung bangun dengan dibantu oleh anak buahnya. Setelah bangun Jarwo langsung membersihkan debu dipakaiannya.
"Apakah kamu tidak apa-apa boss." Tanya anak buahnya khawatir.
"Tidak tenang saja. Ini tidak ada apa-apanya bagiku " Jarwo menghalang anak buahnya yang menyentuhnya, dan ia langsung melangkah maju dengan tegas.
"Siapa kau ini, kenapa kau menganggu pertarungan kami." Tanya Jarwo kepada Near
"Hahahha, ini disebut pertarungan. Kau pikir ini pertarungan, aku lihat ini hanya sebuah pengeroyokan " tawa Near dengan tatapan menghina Jarwo.
"Dasar kau ini " anak buahnya tidak terima bossnya ditertawakan begitu.
Tapi hal ini bos Jarwo sekali lagi menghadang anak buahnya yang meberontak tadi agar tidak mengulangi perbuatan sama.
"Kau sebaiknya jangan maju, dia ini lebih kuat dari kamu. Jika kau maju maka kamu akan kalah." Bos Jarwo memberitahu.
"Tapi boss, kamu bisa lihat dia kan. Dia tidak bisa bertarung, aku pasti menang karena aku menggunakan kedua tangan." Ucap anak buah yang membantah lagi, sekarang ia percaya diri dengan kekuatannya dan tidak belajar dari kesalahannya.
"CUKUPPP(bentak Jarwo), apa kamu tidak lihat tadi. Walaupun hanya menggunakan tangan kiri ia dengan mudah melemparmu. Jika saja kau menuruti perkataanku tadi. Kita tidak akan kerepotan begini " Jarwo sekarang sangat marah dengan sikap anak buahnya.
"Baik boss maaf " anak buahnya tadi langsung menunduk meminta maaf kepada bos Jarwo.
Ia tidak bisa membantah lagi karena kesalahannya sudah tidak bisa diperbaiki. Sekarang ia hanya bisa diam berdiri menuruti perkataan bos Jarwo.
************
"Tapi boss, benar perkataab dia boss. Kita tidak bisa terima saja jika bos dihina " ucap salah satu anak buahnya membenarkan anak buah yang membantah tadi.