
Kepala sekolah : "Sebenarnya Kanna mengalami sedikit kemajuan setelah pingsan tadi "
Near & Ardi : "Apa...." (Mereka berdua sama-sama terkejut)
Near : "Kemajuan apa yang bapak maksud? "
Kepala Sekolah : "Yah dia mulai sedikit tentang teman-temannya dalam klub. Ini yang dikatakan oleh orang tuanya. "
Mereka agak sedikit tidak percaya dengan apa yang didengarkan. Tapi untuk sesaat Near dan Ardi sedikit senang karena ingatan temannya itu mulai sedikit sembuh. Tapi hal itu seketika hilang karena kepala sekolah melanjutkan kalimatnya yang belum ia selesaikan.
Kepala sekolah :" kecuali kamu Near...."
"Eh " mereka berdua terkejut.
Ardi : "Apa maksut bapak ini. Bukannya Near yang selalu bersama dengan Kanna tapi kenapa ia tidak ingat dengan Near sama sekali. "
Kepala sekolah : "Yah inilah yang diberitahukan oleh orang tuanya. Kanna hanya menyebutkan nama Ardi dan Hana sebagai temannya. Hanya itu saja, selebihnya Kanna tidak tahu "
Ardi: "Itu pasti tidak benar. Ayo pergi Near, pak kepala sekolah ini mau menipu kita dengan menceritakan kebohongannya yang tidak jelas. Masa Kanna tidak mengenalmu itu tidak mungkin.. ayo kita pergi Near." (Ardi mau beranjak pergi)
Tapi Near menghentikan Ardi dengan memegang lengannya.
Ardi : "Near...."
(Ardi tampak terkejut karena Near menghentikannya)
Ardi : "Apa kamu percaya dengan ucapannya. Itu pasti tidak mungkin, pak kepala sekolah hanya mau memanfaatkan kita. "
Near memegang erat lengan Ardi. Ia menahan kekesalannya dan itu membuat Ardi terkejut.
Near : "Sudahlah Ardi, ini memang menyedihkan tapi inilah kenyataannya. Aku sudah melihatnya dengan kedua mataku sendiri hari ini...." Near tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca
Melihat hal itu, Ardi sekarang tahu kenapa Near memegang erat lengannya tadi.
(Near, Aku tahu kamu sedang menahan rasa sakit dihatimu. Tapi kamu masih bisa menahan kesedihanmu, entah sampai kapan kau bisa menahan kesedihan itu. Entah sampai kapan aku bisa menjagamu, tapi aku percaya nanti kau akan bisa mengungkapkan perasaanmu itu )
***********
Ardi akhirnya mengerti dan duduk kembali ditempatnya.
Tapi Near bingung mulai dari mana, ia tidak bisa menjelaskannya. Ia mencoba menatap Ardi. Tampaknya Ardi mengetahui Near sedang kesulitan jadi ia mengangguk dan tersenyum.
Ardi :"Baiklah, biar aku yang menceritakan..."
"Tapi sebelum itu, aku ingin membuat syarat denganmu " ucap Near akhirnya berbicara.
Near : "Aku ingin kamu tidak memberitahu kejadian ini kepada orang tua Kanna dan termasuk Kanna sendiri "
Kepala sekolah : " alasannya..."
Near : " Hal ini akan berhubungan dengan cerita yabg akan diceritakan oleh Ardi. Ardi mohon ceritakan semuanya karena ia sudah mengetahui perihal jam antik tersebut "
"Jam antik..." gunam kepala sekolah terkejut.
"Eh dia sudah tahu " Ardi tampak terkejut
"Iya, entah kenapa ia bisa tahu aku tidak tahu jadi mohon jelaskan padanya kejadian tadi " mohon Near
"Hahhhh, baiklah " ucap malas Ardi.
**************
Akhirnya Ardi mulai menceritakan semua kejadian yang ia dengar dari Near. Mulai dari ia tiba-tiba mendapat gambaran tentang masa depan yang menunggunya hingga saat ini .
"Oooh jadi begitu kejadiannya... " ucap kepala sekolah paham.
"Jadi bisakah bapak merahasiakan ini?" tanya Near.
"Hmmm, saya mungkin bisa. Tapi apa yang akan kalian lakukan. Jika kalian merahasiakan ini, bisa saja ini adalah kesempatan satu-satunya Kanna untuk sembuh " tanya Keoala sekolah.
"Tenang saja, itu biar aku yang urus. Karena jam ini bilang kalau itu adalah takdirku. Aku akan menjalankan takdir dan membuat semuanya baik-baik saja " ucap Near serius.
"Tapi kalau itu gagal " tanya sekali lagi dari kepala sekolah.
"Hmm... aku akan mengulangi waktu dan memperbaikinya hingga ia bahagia " ucap Near penuh tekad