
Ternyata dia berbohong soal ada urusan. Karena dirinya ingin tinggal lebih lama lagi disekolah penuh kenangan ini.
"Maafkan aku Ardi, tidak memberitahumu kebenarannya. Aku harap kamu bisa menjaga Kanna tanpa diriku ini ." Near berjalan sambil menatap langit yang cerah.
Matanya tampak berkaca-kaca dan bibirnya merengut menahan tangisnya." Jika kita ketemu nanti mungkin kita tidak akan saling kenal Ardi dan Kanna juga. Semoga kalian bahagia."
Tidak ada yang tahu dengan maksut perkataan Near barusan. Walaupun Ardi merasa janggal ketika berbicara dengan Near, tetapi tetap saja ia tidak bisa mengerti maksut perkataan Near dan memilih untuk mempercainya.
************
Kanna sudah sampai dirumahnya, tampak perasaan sedihnya masih ada. Kanna seperti orang linglung berjalan menuju kekamarnnya.
"Selamat datang." Datang ibunya menyambut kedatangan putrinya dengan senang.
Ucapan selamat datang ibunya tidak dijawab oleh Kanna. Membuat heran ibunya.
"Kanna ada apa denganmu " tanya ibunya sambil menguncang tubuh Kanna agar sadar karena Kanna tampak sedang kosong pikirannya.
Tubuh Kanna diguncang oleh ibunya. Membuat Kanna sadar kembali bahwa dirinya sudah sampai dirumah.
"Eh ibu. Ada apa kok ada disini " tanya Kanna seolah baru terbangun.
"Kamu yang ada apa tiba-tiba datang dengan linglung tadi. Dan kenapa matamu merah apa kamu habis menangis" Ibunya menjelaskan apa yang sedang terjadi.
"Oh ini...." Kanna memegang wajahnya mencoba menjelaskan.
Tapi dalam hatinya ia tidak ingin membuat ibunya khawatir maka dia sembunyikan kebenarannya.
"Tidak ada apa-apa kok aku hanya mengantuk." Jawab asal-asalan Kanna.
"Apa kamu berkata benar. Bahwa kamu hanya mengantuk saja " Ibunya curiga kalau Kanna berbohong agar tidak membuat orang tuanya khawatir.
"Iya aku tidak ada apa-apa. Ini hanya mengantuk saja kok. Aku mau tidur dulu ah. Ngantuk banget soalnya " Kanna mengelak dengan senyum canggung pergi kekamarnya.
Ibunya masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan anaknya itu. Merasa ada yang disembunyikan ibunya mengikuti Kanna dan mencari tahu apa yang terjadi.
**********
Kanna masuk kekamarnya dan mengunci pintu. Dia dengan lemas tidur dikamarnya. Kanna menatap kelangit-langit membayangkan ingatan ketika bertemu dengan Near yang sedang menyamar jadi Riko disekolah tadi.
"Hahh" Kanna menghela nafas panjang.
Kanna tiba-tiba bangun dari tidurnya dan segera duduk. Kanna menampar dirinya dengan keras.
"Aku harus berfikir positif masih ada hari esok. Mungkin di bukan Near, besok akan kupastikan." gunam Kanna ngotot memaksakan pikirannya menerima bahwa Riko bukan Near.
Ibunya tidak bisa mendengar suara Kanna dari luar. Bahkan saat ibunya menempelkan telinganya tetap saja suara Kanna tidak terdengar.
"Semoga saja dia baik-baik saja " ibunya Kanna merasa khawatir dalam hatinya.
Saat malam juga begitu Kanna juga tampak tidak banyak berbicara atau bisa dibilang Kanna pikirannya kemana-kemana. Dia selalu bengong bahkan ketika ditanya ibunya ia tidak menjawab, perlu dibilangin 2 kali baru ia sadar.
Selesai makan malam ibunya Kanna dan ayahnya saling berbicara soal Kanna. Mereka sedikit khawatir bila terjadi seseatu dengannya.
"Apa yang terjadi dengan Kanna kenapa ia tampak linglung begitu? " tanya ayahnya bingung setelah kerja kepada ibunya .
"Entahlah, saat dia keluar tadi. Tiba-tiba kembalinya Kanna matanya merah seolah dia habis menangis. Aku khawatir bila terjadi seseatu dengannya." Ibunya Kanna bingung dan khawatir dengan anaknya itu.
"Semoga saja ia baik-baik saja " ayahnya mengharapkan kebaikan putrinya.
"Iya semoga saja begitu." Ibunya juga berharap.
*************
Dalam kediaman Ardi
Tampak Ardi juga tidak bisa tertidur. Dalam dirinya ia juga memikirkan perkataan Near tadi siang dibelakang sekolah. Yang mana perkataanya itu seolah dia akan pergi selamanya bukan pergi sehari saja.
"Apa yang terjadi denganmu Near. Apakah kamu akan menyerah begitu." Ardi merebahkan dirinya diranjang memikirkan Near.
Begitu juga dalam kediaman Near.
Tampak Near terdiam menunduk dalam kamarnya, kamarnya gelap hanya ada lampu kecil.
"Aku harus pergi " Near tersenyum sedih.
Mengerutkan dahinya Near menuju kegudangnya. Saat orang tuanya sedang tidur dia perlahan-lahan pergi.
**************
Besoknya Kanna dan Ardi berangkat seperti biasanya. Walaupun Kanna tampak pendiam hari ini. Walaupun ada yang aneh hari ini.
Ada bayangan yang melihat perjalanan Kanna menuju sekolah. Tampak bayangan itu tersenyum sedih.Tapi bayangan yang mengikuti itu tidak ikut sampai sekolahan, terlihat bahwa ketika mau sampai dia sudah hilang.
Kanna tiba terlebih dahulu dari Near, dirinya langsung duduk ditempatnya menunggu kedatangan Near dan berharap orang yang ditemuinya kemarin bukan Near.
Tapi Near tak kunjung-kunjung datang bahkan saat bel masuk sekolah berbunyi dan gerbang sekolah ditutup. Near masih belum datang. Merasakan perasaan gelisah Kanna ingin pergi menengok Near.
Tapi karena ia tidak tahu rumahnya dan lagian gurunya sudah datang Kanna hanya bisa terdiam mengikuti pelajaran.
Perasaan gelisah Kanna semakin menjadi-jadi. Kakinya tidak bisa tenang untuk segera pergi mencari Near.
(Aku tidak boleh begini. Aku harus pergi mencarinya, tapi kakiku tidak bisa bergerak. Padahal aku yang membuatnya pergi, aku harus menghentikannya atau tidak pasti aku akan menyesali ini.) Kanna dalam pikirannya berusaha keras untuk meminta izin keluar.
"Kanna, kanna " tampak guru memanggil Kanna untuk absen tapi karena tidak dijawab guru mengulang memanggil namanya memastikan bahwa ia baik-baik saja.
"Eh, iya." Kanna terkejut karena namanya dipanggil, dia merespon panggilan itu dengan berdiri dari kursinya.
Semua teman-teman Kanna atau murid disana merasa heran dengan Kanna, karena Kanna terlihat keringatan dan wajahnya pucat.
"Apa yang terjadi denganmu, apakah kamu baik-baik saja. Jika kamu sakit lebih baik kamu pergi ke UKS " ucap gurunya memberikan saran karena Kanna tampak sedang kesakitan.
"Oh tidak. Tidak ada masalah kok." Kanna tersenyum canggung duduk kembali.
Saat mau duduk tiba-tiba ia berhenti sejenak, Memikirkan seseatu.
(Bukannya ini kesempatan untuk segera pergi. Aku harus gunakan kesempatan ini untuk mencarinya.)
Kanna langsung bangkit kambali dari duduknya.
"Iya saya sedang sakit." Ucap Kanna dengan suara keras, membuat semua dalam ruangan itu terkejut.
Sadar kembali Kanna mencoba untuk meralat kembali perkataanya Kanna dengan canggung.
"Emmm.... itu maksutku. Saya sedang sakit jadi bolehkah saya ke UKS sekarang. Aku mohon " Kanna tersenyum canggung setelah tiba-tiba berteriak dengan keras.
"Kamu membuatku kaget saja. Silahkan kamu pergi keUKS saya izinkan " Gurunya memberi izin Kanna.
"Hehehe...iya terima kasih " Kanna menunduk tulus.
Dengan cepat Kanna menutupi wajahnya ia masih merasa malu dengan apa yang dia lakukan dikelas tadi.