
(Hmm.. sepertinya kau tidak perlu khawatir sama dia lagi.) Ardi tersenyum mengandalkan Near dari sekarang.
************
Near bisa mengimbangi mereka tapi itu hanya sebentar saja. Karena ketika ia sedikit lengah melawan mereka. Hal itu tidak dilewatkan oleh Jarwo.
Dengan cepat Jarwo menyerang Near yang lengah itu dititik lemahnya. Dengan pukulan diperutnya Near terjatuh kebelakang.
"Near" Ardi berteriak terkejut melihat Near jatuh tersungkur kebelakang.
***************
Tidak bisa membiarkan Near sakut kembali Ardi langsung menghajar mereka dengan cepat untuk segera menyelamatkan Near.
Tapi karena ia masih belum terbiasa menyerang dengan cepat. Hal itu membuat Ardi terkena pukulan anggota Jarwo beberapa kali dan Ardi tidak bisa membiarkan dirinya terkena pukulan lebih lagi.
Ia mulai fokus kembali untuk menyerang mereka dan sedikit melangkah kearah Near. Tapi Ardi tahu kalau berjalan sedikoy demi sedikit bukanlah hal yang tepat.
Karena ia tahu kalau Jarwo tidak melewatkan kesempatan melihat Near lemah. Sehingga ia harus lebih cepat menyerang dan segera datang melindungi Near.
Tapi karena serangan anggota Jarwo hal itu membuat Ardi tidak bisa mendekat lagi.
************
Sekarang Near sedang kesakitan memegang perutnya. Karena pukulan Jarwo barusan yang keras.
Jarwo yang melihat Near kesakitan karena pukulannya ia tidak melewatkan kesempatan itu begitu saja. Jarwo dengan cepat mengangkat kakinya untuk menendang lagi perutnya.
"Nearrrrr" Ardi mencoba untuk datang membantunya tapi itu terlambat karena ia juga harus menghadapi musuh didepannya juga.
***********
Dengan cepat ia mau menginjak perut Near lagi untuk membuat ia tidak bisa bertarung lagi.
"Maafkan aku, telah melawanmu yang hanya bisa mengunakan lengan kiri. Tapi keliatannya akan terjadi masalah jika aku tidak membereskanmu lebih dulu." Jarwo akn menginjak Near.
Tapi ternyata itulah hanya sebuah tipuan Near. Melihat serangan kaki Jarwo dengan cepat ia juga menghentikan kaki Jarwo agar tidak sampai diperut Near.
"Hahaha, sudah kubilangkan dari tadi bahwa jangan menganggap remeh aku kan " Near menahan kaki Jarwi dengan kakinya juga.
Sekarang Near berada dibawah menahan serangan Jarwo. Kesempatan saat Jarwo lengah Near mendorong kaki Jarwo kebelakang.
Sehingga membuatnya kehilangan keseimbangan dan sempoyongan mau jatuh kebelakang. Tapi ditahan oleh anak buahnya.
**************
Near langsung bangkit kembali membersihkan punggungnya yang kena debu habia jatuh tadi.
"Hey Ardi jangan khawatirkan aku lagian kan sudah kubilang jangan sebut namaku tadikan. Aku kan sudah bilang pakai nama samaranku " ucap Near jengkel karena Ardi melupakan perkataanya tadi.
"Hehehe maaf, aku lupa tadi soalnya shock banget. Tanpa sadar deh kuucapin " Ardi tersenyum kikuk sambil menggaruk kepalanya.
"Hadehhhh kamu ini. " Near tidak habis pikir lagi.
************
"Kamu, bagaimana kamu bisa menahan seranganku. " tanya Jarwo shock melihat Near berdiri dengan normal.
"Hmm..mungkin hanya kebetulan saja atau bisa disebut kau tadi mengenai tangan kananku tadi " ucap Near mengelus tangannya yang masih sakit.
"Apa tadi tu hanya tangan kananmu " Jarwo masih sangat terkejut menerima kenyataannya.
************
Dengan cepat ia melewati anggota Jarwo yang menghadang tanpa disadari oleh anggotanya tersebut.
"Eh " anggota yang dilewati terkejut dengan kehadirannya sudah jauh didepannya.
Tidak lama Ardi tiba-tiba sudah ada disamping Ardi. Hal itu membuat anggota geng Jarwo yang barusan melawannya menjadi keheranan melihat kebelakang karena Ardi sudah ada disana tanpa ada yang tahu.
"Sejak kapam dia ada disana " anggota Jarwo tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi
"Hahahha keliatannya ini mulai menarik. Tidak salah lagi kita melawan Ardi sang legendaris dan tangan kanannya yaitu Near sang misterius. Itu mulai membuatku semangat " Jarwo bersemangat kembali karena sebelumnya ia ragu apakah Near adalah tangan kanan tangan Ardi.
Karena dilihat dari penampilannya ia tidak cukup menyakinkan tetapi setelah Near mengembalikkan beberapa serangan anggotanya walaupun menggunakan tangan kiri. Ia tetap bisa melawan bahkan saat Jarwo mengeluarkan serangan pamungkasnya ia tetap bisa melawan balik.
Hal itulah membuat Jarwo jadi tidak ragu lagi dan akhirnya sekarang mulai serius melawan Near dan Ardi.
**********
Mereka sekarang berhadapan lagi, dengan sedikit berhati dalam pihak Ardi dan Jarwo saling menjaga jarak sebelum bertarung.
Mereka semua tahu kalau pertarungan ini, jika ada yang cerobah maka usai sudah mereka akan kalah. Oleh karena itu pihak Jarwi nereka lebih berhati-hati sekarang.
Berbeda dengan formasi sebelumnya yang mana sebagian menyerang Ardi dan sebagian menyerang Near. Sudah mencoba formasi itu tapi tidak berhasil.
Mereka kembali keformasi awal yang mana mereka berenam sekarang mengelilingi Ardi dan Near agar mereka tidak bisa lari lagi.
"Hmmm, sepertinya formasi mereka sedikit berubah dari sebelumnya. Sepertinya mereka tahu kalau tidak ada gunanya jika kita berpisah " senyum Near sambil menempelkan punggungnya kepunggung Ardi.
"Iya, sepertinya mereka lebih waspada." Ardi juga menempelkan punggungnya.
Mereka berdua saling menempelkan punggung mereka untuk menjaga bagian belakang satu sama lain.
"Apakah kau takut " tanya Near.
"Takut si iya. Tapi keliatannya ini menarik. Ita lihat siapakah yang menang antara sabg legenda atau penantang yang berani " ucap Ardi mulai menikmati peran sebagai Legenda Ardi.
"Hahaha, aku juga seperti itu " Near mulai memasang kuda-kuda bertarung begitupun dengan Ardi.
************
"Seranggg " teriak Jarwo memimpin menyerang dan diikuti oleh anak buahnya.
Dengan cepat mereka bertarung, dengan saling menjaga bagian belakang masing mereka mulai fokus menyerang didepannya.
Near tampak sedikit kesusahan melawan Jarwo dan bersama ketiga anak buahnya.Near memang awalnya bisa mengimbangi mereka bertiga walau sedikit kesusahan tapi sekarang ia juga melawan Jarwo.
Hal itulah yang membuat dirinya sekarang jadi sulit melawan mereka. Karena dia hanya bisa menggunakan tangan kirinya walaupun dibantu dengan gerakan kakinya. Tetap mustahil bagi Near bisa melawan mereka berempat.
****************
Sedangkan anak buah yang lainnya menyerang Ardi secara bersamaan. Ardi bisa mengimbangi mereka bertiga bahkan hal ini mudah baginya. Apalagi sebelumnya ia bisa mengimbangi mereka berenam sebelum Near datang.
Terkena beberapa pukulan Near akhirnya tidak bisa menahan serangan mereka dan tersandung kakinya sendiri kemudian jatuh. Tanpa basa basi lagi Jarwo melihat kesempatan itu selagi Ardi fokus ke anak buah lainnya.
Jarwo langsung melancarkan serangan dengan mengunakan kakinya. Near yang terjatuh hanya bisa pasrah melihat serangan kaki Jarwo yang datang.
Tapi sekali lagi sekarang Ardi yang melindungi Near dan menendang Jarwo. Sontak hal itu membuat Jarwo kaget karena Ardi tadi sedang bertarung tapi kenapa ia bisa membalikkan serangannya.