REPEATING TIME

REPEATING TIME
BIG



"Hahaha...akan kutarik ucapanku. Kalian serang dia dengan dua orang saja " boss penjahat tertawa sambil memberikan intruksi kembali.


"bwahhahha...iya betul boss. Kalau dia nanti tambah patah tulang diseluruh tubhnya maka nanti bisa repot." Salah satu anak buahnya membenarkan ucapan bossnya, dengan maksut mengejek kepala sekolah tersebut.


Dua penjahat itu mulai melangkah maju sedangkan yang lainnya mundur untuk melindungi bossnya.


"Ayo kita selesaikan dengan cepat kakek tua " tantang anak buah tersebut melawan penjahat itu.


"Aduhhh kalian yang pelan-pelan ya berkelahinya" ucap kepala sekolah itu yang sudah lemas dari awal.


"Kalau berkelahi yang pelan dikuburan sanaaa " ucap salah satu dari kedua anak buah penjahat melangkah maju melayangkan tinjunya ke kepala sekolah.


Pukulan yang dilayangkan anak buah tersebut membuat semua orang dalam ruangan itu terkejut kecuali Near. Sebab Near masih belum bisa mengangkat kepalanya.


(Eh kenapa mereka semua terdiam. Bukannya mereka biasanya tertawa jika seseorang jatuh terungkur) Near bertanya-tanya kenapa mereka semua diam senyap.


Para penjahat terkejut, bukan karena pukulan itu membuat kepala sekolah itu terjatuh kalah. Tapi mereka terkejut karena pukulan anak buahnya dihadang dengan mudah oleh kepala sekolah tersebut dengan tangan kiri.


"Tidak, tidak mungkin kamu bisa menghadang seranganku." Anak buah itu terkejut dan mau menyerang kepala sekolah dengab tangan kirinya.


Tapi kepala sekolah dengan mudah menghadang, bahkan menyerang anak buah itu dengan sebatang kayu ditangan kanannya.


"Kamu tidak boleh melayangkan tangan kepada orang yang lebih tua " ucap kepala sekolah sambil memukul penjahat itu dengan kayunya.


"Aduh..aduh...aduh maafkan aku " penjahat itu berteriak kesakitan menerima serangan kepala sekolah itu ditangan dan kakinya.


Tanpa peringatan lagi kepala sekolah tersebut memukul dengan keras perut dan punggung penjahat itu sampai membuatnya pingsan.


"Kalian jangan mengalah seperti itu. Bukankah ini terlalu mudah untuk orang tua sepertiku " kepala sekolah tersebut meletakkan kayunya kelantai mengejek para penjahat itu.


"Sialllan kau kakek tua. Keberuntunganmu akan habia " tidak terima temannya dikalahkan penjahat satunya menyerang kepala sekolah tersebut.


"Tung..." boss penjahat itu mau menghentikan. Tapi sudah terlambat karena kepala sekolah dengan tangan kosong masih bisa menyerang penjahat itu dengan pukulan dilehernya.


Near masih bingung dengan keadaanya sekarang tapi didengar dari suaranya Near dapat merasakan bahwa kepala sekolahnya menang melawan para penjahat.


(Semoga saja ini cepat berakhir dan tidak ada hambatan. Ardi segeralah kamu cari bantuan, mungkin saja kepala sekolah ini akan kalah nanti.) Near berharap dalam hatinya untuk menang.


*********


Boss penjahat itu tidak ingin membuat kesalahan lagi. Segera dia memerintahkan kembali perintah yang sudah ditariknya.


"Cepat kalian serang saja dia. Bisa bahaya nanti jika dia menguasai pertarungan ini " suruh boss penjaha kepada anak buahnya kecuali big.


"Siapp boss " anak buahnya sekarang menjawab dengan serius.


Mereka tidak meremehkan seperti sebelumnya. Karena mereka sudah melihat kekuatan asli kepala sekolah tersebut yang sudah menghajar temannya.dengan sangat mudah tanpa perlu mengeluarkan banyak gerakan.


Melirik satu sama lain, para penjahat itu memberitahu dengan tatapannya bahwa dirinya sudah siap menyerang.


"Hajar dia." Para penjahat itu berlari mau menghajar kepala sekolah.


Tapi ketika mereka menyerang dengan berlari, itu malahan membuat kepala sekolah dengan mudah menghindar dan menyerang leher para penjahat.


"Gerakan kalian begitu mudah untuk ditebak." Kepala sekolah tersebut memberikan nasehatnya sambil menghindar dan memukul satu-satu leher penjahat itu.


Dimana pukulan keras dibagian leher membuat semua orang seketika pingsan saat menerimanya. Semua penjahat yang menyerang kepala sekolah itu, semuanya sekarang pingsan karena menerima pukulan keras kepala sekolah.


"Hmmm...sudah kubilang jangan buat begitu mudah untukku. Hadehh(bergunam)..." kepala sekolah tersebut berniat mengejek betapa lemahnya anak buah boss penjahat itu.


Melihat semua anak buahnya terkapar pingsan membuat bossnya tidak percaya."apa yang kalian lakukan. Jangan bercanda seperti itu, mana mungkin kalian kalah begitu mudah dengan satu pukulan " bentak boss penjahat tak percaya melihat kenyataan.


Meskipun betapa kerasnya boss penjahat itu berteriak. Anak buahnya tetap tidak bergerak karena mereka sekarang benar-benar pingsan dengan satu pukulan kepala sekolah.


"Mereka tidak akan menjawabmu.." kepala sekolah menyakinkan boss penjahat bahwa mereka sekarang sedang pingsan.


"Tidak, tidak mungkin mereka akan kalah darimu " teriak boss penjahat tak percaya.


"Anak muda sebaiknya kamu menyerah sekarang kalau tidak ingin terjadi lebih buruk dari ini " saran kepala sekolah kepada boss penjahat.


(Sepertinya aku tidak perlu cemas lagi. Hebat sekali kau pak tua) ucap Near dalam hati bahagia mendengar bahwa para penjahatsudah dikalahkan walaupun tidak semuanya.


"Menyerah itu tidak mungkin. Karena kami sudah bersusah payah sampai disini.." teriak boss penjahat sambil melangkah mundur ketakutan.


Ketika melangkah mundur tiba-tiba, boss penjahat itu menanbrak Big yang sedang berdiri tegak menunggu perintah bossnya.


Boss penjahat itu saking takutnya lupa kalau dirinya masih punya anak buah yang bernama Big. Dengan cepat dia langsung bersembunyi dibelakang Big.


"Hei kamu ingin aku menyerah maka kamu harus serang satu anak buahku yang heba ini " boss penjahat menunjukkan Big.


Kepala sekolah terkejut karena dirinya mengira bahwa boss penjahatbitu sudah tidak mempunyai anak buah. Melihat Big yang berbadan besar membuat kepala sekolah teraebut ketakutan.


(Mungkin aku akan kalah jika tidak menggunakan senjata. Tapi lebih baik kucoba dulu melawannya tanpa senjata terlebih dahulu) pikir kepala sekolah untuk melawan big, kepala sekolah ragu untuk mengambil kayu yang dilantai atau tidak.


Near juga lupa bahwa ada anak buah yang bernama Big. Mendengar bahwa kepala sekolahnya yang kurus melawan Big yang berbadan besar membuat Near patah harapan lagi.


(Sial, mau menang tapi ada saja halangannya. Tapi.aku tidak boleh patah semangat, bisa saja kakek itu yang menang. Kan dia bisa melawan banyak orang penjahat tadi) dalam hati Near masih berharap lebih kepada kepala sekolahnya.


********


"Big sekarang hajar. Hancurkan saja dia..." suruh bossnya sambil menunjuk kearah kepala sekolah tersebut.


Kepala sekolah tersebut mulai memasang kuda-kuda. Berbeda dengan lawan sebelumnya kepala sekolah tersebut sekarang lebih serius melawannya.


Big dengan langkah berat maju secara perlahan-lahan. Begitu juga dengan kepala sekolah tersebut dia maju menyerang dengan berlari.


Ketika jarak dia dengan kepala sekolah tersebut sudah dekat. Big mengangkat lengannya mau melayangkan tinjunya kearah kepala sekolah.


Walaupun sudah tua, karena kepala sekolah itu masih gesit. Maka dia dengan cepat menghindar dari serangan Big dan memutari tubuhnya yang besar. Sekarang dia sudah berada dibelakang Big dan memberikan pukulan dilehernya.