
Pria tua tersebut secara mendadak menyerang Near ketika ia melepaskan tangan Jason yang berada dipundaknya. Melihat kesempatan itu pria tua itu menyerang dengan kekuatan penuh.
"Jangan alihkan pandanganmu bodoh " ucap pria tua tersebut yang sudah ada didepan mereka berdua.
Melihat hal tersebut Near sudah tidak bisa berkutik lagi. Karena ia tidak sempat menghindar, ia tidak bisa melakukan apa-apa saat ini. Sekarang yang ia tahu adalah bahwa dirinya akan mati jika terkena langsung pukulan pria tua tersebut.
Tapi saat pukulan pria tua tersebut sudah hampir mengenai Near dengan jarak yang hampir sejengkal itu. Dengan refleks cepat Jason menghentikan serangan pria tua tersebut mengunakan tangan kirinya. Dia menahan serangan pria tua tersebut dengan kuat bahkan saat pria tua tersebut mendorongnya dengan keras lagi tetap saja Jason dengan mengertakkan giginya ia masih bisa menahannya.
Pukulan pria tua itu melemah dan tidak ada pelawanan lagi ditangannya. Sekarang tangannya hanya menempel ditangan Jason begitu juga Jason ia tetap menghalang tangan pria tua itu walaupun sudah tidak ada perlawanan lagi.
"Hmm... sepertinya kau takut kalah dengan menyerang kami secara mendadak seperti tadi. Apalagi kamu menyerang Near yang kondisinya lebih baik daripada aku. Dan dilihat dari tindakanmu itu kamu sepertinya juga tersudut karena melawan kami " singgung Jason menanggapi serangan mendadak pria tua itu.
Dari perkataan Jason barusan pria tua tersebut telah mengakui bahwa dirinya terburu-buru akan seseatu. Tapi hal tersebut tidak ia katakan kepada mereka berdua sampai Near dan Jason babak belur.
"Memang aku sudah mau kehabisan stamina tapi bukan itu alasannya dan hal itu tidak akan penah aku ucapkan sampai kalian babak belur " ucap Pria tua tersenyum melihat Jason salah menebak.
Ditengah rasa frustasi karena tidak mengetahui alasan kenapa pria tua tersebut terburu-buru. Tiba-tiba Near mengucapkan kata yang membuat pria tua dan Jason terkejut.
"Polisi..." ucap Near secara tiba-tiba.
Dari ucapan Near barusan sepertinya Near tau akan suatu hal tentang kenapa pria tua tersebut terlihat terburu-buru.
"Keliatannya kamu sedikit lebih pintar dari anak ini ya. Sampai memprediksi hal tersebut " ucap pria tua tersebut tersenyum menakutkan.
"Eh apa maksutnya ini " tanya Jason kebingungan dengan perkataan mereka berdua.
Sekarang pria tua tersebut berganti menatap tajam Near yang sudah mengetahui alasan kenapa dirinya terburu-buru seperti tadi. Near membalas menatap tajam Pria tua tersebut, Near tidak mau kalah lagi dihadapan pria tua tersebut.
"Near apa yang kau bilang. Jadi kau tau maksut alasan kenapa ia terburu-buru melawan kami " tanya Jason yang masih bingung memahami keadaan.
"Iya aku tau, bisa dilihat dari kondisinya atau bisa dibilang kalau itu suatu kebetulan aku mengetahui kebenaran dibalik ucapannya" ucap Near tersenyum licik menatap pria tua tersebut.
"Saat pertama kali datang disini aku mendapatkan informasi kalau Ardi sudah meminta teman perempuannya yang lari untuk menelpon polisi dan seperti yang aku ketahui dari informasi Jarwo bahwa teman-temannya telah menghambat polisi untuk datang. Tapi itu bisa dimengerti kalau polisi datang terlambat dan seharusnya sudah datang sekarang karena tidak ada yang menghambat polisi lagi. Apalagi anak buah Jarwo sudah kalah semua oleh kita. Jadi dapat disimpulkan bahwa... " Near mulai menguak satu persatu cerita yang akhirnya adalah alasan pria tua tersebut menjadi terburu-buru.
"Bingo, dia juga menyuruh anak buahnya untuk menghadang para polisi tersebut untuk kemari sehingga tidak ada yang bisa menganggunya bertarung. " Near membenarkan tebakan Jason tadi.
"Tapi mungkin Jarwo juga masih memiliki anak buah disana yang akan datang kemari " Jason menebak nebak.
"Tidak, tidak mungkin Jarwo menyembunyikan anggota lagi karena mereka segera akan membantu kalau melihat Jarwo sudah kalah tadi. Tapi tidak ada yang datang, bahkan jika mereka telambat seharusnya mereka sudah datang dari tadi atau sekarang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa anggota pria tua ini yang menghadang polisi datang " ucap Near sambil menunjuk pria tua tersebut.
"Hahhaha, aku akui kalau lebih pintar daripada Jason. Tapi tebakanmu tidak semuanya benar. Bagaimana kau mengetahui kalau aku menyuruh anak buahku menghadang polisi. Bisa saja mereka tidak datang " ucap pria tau tersebut mengelak semua tebakan Near.
Near tersenyum dengan menjentikkan jarinya seolah dia tau kalau pria tua tersebut akan menyangkal semua perkataannya.
"Seperti yang aku bilang diawal kalau aku sepertinya mengetahui alasan kau terburu-buru, secara kebetulan. Aku awalnya hanya menebak kalau itu pasti masalah polisi dari serangakaian cerita yang aku ungkapkan tadi. Saat aku mengucapkan kata polisi ekspresimu berbeda tadi. Seolah kamu terkejut dengan apa yang aku ucapkan "
Pria tua tersebut mengerutkan keningnya tidak bisa mengelak lagi dengan tebakan Near tadi.
"Hahhaha itulah hal yang membuatku mengerti kalau kamu sedang terburu-buru soal polisi." Ucap Near tersenyum.
Pria tua tersebut hanya bisa menghela nafas dan bisa sedikit tersenyum. Pria tua tersebut bertepuk tangan bergembira ria "
"Bagus, bagus seperti yang aku duga kalian adalah lawan yang cocok bagiku. Tapi tebakan kalian masih salah kalau Jarwo tidak memiliki anak buah lagi. Sebenarnya Jarwo adalah orang yang lebih licik dari kalian pikir. Ia sebenarnya masih memiliki beberapa orang didepan yang sedang menunggu kalian kelelahan juga sehingga mereka bisa mengeroyok kalian semua. Tapi aku tidak suka dengan cara keroyokan seperti itu, sehingga aku menghabisi semua orang didepan yang telah dipersiapkan oleh Jarwo. " Pria tua tersebut membeberkan kebenarannya.
**************
Dan benar yang diucapkan oleh pria tua tersebut. Ternyata didepan gedung tersebut ada setumpukan orang yang sedang pingsan tidak berdaya. Mereka semua pingsan telah dikalahkan oleh pria tau tersebut sendirian.
"Jadi saat kalian menghabisi semua anak buah Jarwo yang ada didalam gedung tadi. Jarwo sempat melirik kearah belakang untuk memberikan kode untuk masuk memberikan bantuan. Tapi beberapa kali ia memberikan kode untuk masuk, tidak ada yang datang membantu. Itulah bagian yang aku suka hahhaha. Kebodohan dia yang terlalu mengandalkan kelicikannya. " ucap pria tua tersebut tertawa puas karena telah membodohi Jarwo sebelumnya.
(Hmmm aku seharusnya berterima kasih atau kesal dengan caranya. Aku memang berterima kasih padanya karena dirinya kita bisa bertahan sampai saat ini. Tapi aku tidak suka melihat dia menertawakan rencan orang lain. Itu membuatku kesal ) dalam hati Near mengutarakan apa yang ia rasakan sekarang.
"Tapi... aku tidak membiarkan kalian mengulur waktu lagi. Aku akan segera menghabisi kalian satu persatu " pria tua tesebut tersenyum puas.