REPEATING TIME

REPEATING TIME
Kanna Pergi Ke Kelas Ardi



Sudah sangat jauh dari kelas Kanna langsung berlari menuju kegerbang sekolah. Tapi sekali lagi ia menghentikan langkahnya karena ia teringat akan satu hal.


Kanna tidak tahu rumah Near. Karena sampai sekarang hanya Near yang selalu pergi kerumah Kanna.


"Mohhhh(teriak pelan)... selesai masalah satu ada masalah lain." Kanna menutup matanya bingung.


"Apa yang harus kulakukan. Apakah aku harus bertanya kepada guru tentang alamat Near karena mereka pasti ada datanya " Kanna masih berfikir.


Tiba-tiba Kanna teringat seseatu dia sadar bahwa ada seorang lagi yang tahu rumah Near yaitu Ardi. Kanna sebanarnya masih ragu untuk bertanya kepada Ardi karena dirinya seharusnya masih marah padanya.


Dalam keraguan itu Kanna jadi teringat soal Near kemarin. Kenapa Kanna masih ingat soal kemarin karena Kanna masih belum tidur sama sekali.


Kanna gak bisa tidur karena masih memikirkan soal Near. Jadi tampak ada hitam-hitam dibawah mata Kanna, mata Kanna menjadi seperti itu karena tidak tidur sama sekali.


Kanna menampar dirinya sendiri.


"Aku harus sadar, aku harus buang harga diri ini. Aku tidak ingin kehilangan teman lagi " Kanna berjalan penuh tekad menuju kekelas Ardi berada.


************


Tetapi sesampainya disana Kanna mulai ragu kembali karena disana banyak orang yang tidak dikenalnya. Karena waktunya terbatas dan bisa saja Near nanti pergi.


Dengan helaan nafas panjang Kanna langsung masuk dengan tegas. Membuat semua seisi murid disana terkejut dan bingung dengan apa yang sedang terjadi.


Semua siswa mulai berbisik-bisik melihat Kanna yang cantik. Begitupun dengan Ardi dia tidak kepikiran kalau Kanna akan berbuat seperti sekarang.


"Apa yang kamu lakukan " tanya guru yang sedang mengajar dengan tegas, tapi setelah melihat wajanya ia akhirnya tahu karena Kanna jadi perbincangan para guru.


Para guru setelah mengetahui kalau ia mempunyai masalah ingatan, mereka memilih untuk diam saja karena mereka tidak ingin masa muda Kanna berakhir begitu saja. Setelah mendengar kisah waktu smp-nya dari ibunya yang mana pemberitahuan tentang penyakitnya malah membuat teman sekelas mejauh pergi.


************


Tidak mendengar ucapan guru tersebut Kanna langsung pergi ketempat Ardi duduk, dengan tatapan tajam apalagi ada tanda kurang tidur dimatanya membuat Kanna terlihat galak.


"Ka..Ka..Kanna apa yang kamu lakukan " Ardi gelagapan ketakutan


(Apa yang sedang dilakukan Kanna disini. Apakah dia sedang marah padaku, sepertinya akan ada masalah disini sekilas melihat dirinya) Ardi dalam hati bertanya-tanya ketakutan bila terjadi seseatu.


"Apakah kamu tahu" Kanna masih menunduk bertanya pelan kepada Ardi.


"Hah...apa yang kamu katakan " Ardi benar-benar tidak dengar jadi dia mendekatkan telinganya untuk tahu apa kata yang Kanna ucapkan.


Diam bukan tandanya Kanna tidak malu. Sebenarnya ia sangat malu untuk bertanya karena dilihat semua orang disana.


Tidak ada waktu lagi Kanna langsung memegang tangan Ardi.


"Eh." Ardi terkaget-kaget karena Kanna tiba-tiba menarik lengannya.


Dia menyeret Ardi keluar dari kelas. Tidak ada pilihan lain Ardi hanya bisa ikut Kanna keluar kelas tanpa tahu alasannya.


"Mau kemana kalian pergi " tanya guru pengajar bingung juga dengan situasinya.


Kanna tidak menjawab, dia masih menyeret keluar Ardi keluar. Sedangkan Ardi hanya bisa tersenyum malu dilihat orang disana.


"Semuanya diam " guru pengajar sekarang mencoba menghentikan kegaduhan dalam kelas.


*************


"Hey apa yang terjadi denganmu kenapa kau menjadi begini " tanya Ardi heran dengan perubahan sikap Kanna yang terjadi secara tiba-tiba.


"Ini demi Near, " Gunam Kanna menunduk sedih.


"Hahhhh " Ardi mendekat telinganya tidak dengar suara Kanna karena terlalu kecil.


"Emm...itu kamu tahu rumahnya Near " tanya Kanna terkejut sekaligus malu dengan apa yang dilakukannya tadi.


"Iya tahu, emangnya kenapa " Ardi masih bingung kenapa Kanna menanyakan itu.


"Dia akan pergi. Kemarin aku bertemu dengannya dan dia mengucapkan selamat tinggal kepadaku" ucap Kanna masih menyeret Ardi pergi.


"Tunggu, tunggu dulu kenapa kamu bisa yakin kalau orang yang kau temui kemarin adalah Near. Bukannya kamu setiap bangun tidur akan hilang ingatan" tanya Ardi melepaskan tanggannya yang diseret oleh Kanna.


Ardi mencoba mendengar penjelasan Kanna terlebih dahulu karena masalahnya Kanna tidak ingat setelah bangun tidur, sehingga bisa saja ia salah orang kemarin. Kanna juga hanya mengingat Ardi selain orang tuanya.


"Bagaimana kamu bisa yakin kalau kemarin yang kamu temui itu Near." Tanya tegas Ardi.


Kanna menunduk sedih, dirinya tidak bisa menjelaskan secara jelas kenapa dia bisa yakin kalau kemarin itu adalah Near.


"Itu karena dia memakai perban ditanggan kanannya dan dia jugatidak masuk sekolah sekarang" ucap ragu Kanna


"Semua orang bisa saja memakai perban dan untuk hari ini kenapa dia tidak masuk, Near juga bilang kepadaku soal itu. Dia hanya sedang bolos saja." Tegas Ardi menjelaskan secara detail.


"Jadi bagaimana kamu bisa yakin kalau dia itu Near. Lebih baik kamu kembali kekelas ..." Ardi kembali berjalan kekelas, setelah semakin membuat Kanna tersudut,.


Kanna hanya bisa diam membeku karena semua penjelasan Ardi masuk akal semua. Tapi hatinya tidak bisa berhenti membujuk Ardi.


"Entahlah, mungkin bisa saja dia orang lain " ucap Kanna secara tiba-tiba membuat Ardi menghentikan langkahnya, mulai mendengarkan Kanna.


"Mungkin bisa saja dia orang lain. Aku juga berfikiran begitu tapi hatiku tidak entah kenapa melihatnya kemarin dan mendengar perkataanya membuatku percaya bahwa itu adalah Near." Kanna mengangkat kepalanya melihat tajam Ardi.


"Meskipun dia kemarin bukan Near aku hanya ingin memastikan lagi. Memikirkan ia akan pergi membuat aku tidak bisa tertidur. Jadi tolong , tolong lah aku mencari Near. Hanya kamu yang bisa aku andalkan.." Kanna mulai meneteskan air mata menatap tajam Ardi.


Ardi sebenarnya tidak tega melihat Kanna bersedih dan dilihat dari matanya tampak katanya itu berasal dari hatinya. Memikirkan perkataanya tadi, tampaknya Kanna benar-benar tidak tidur. Itu bisa dilihat dari kantung matanya yang hitam.


(Apakah aku harus ikut dengannya dan menunjukkan rumah Near. Tapi...Kanna tampak berbicara benar karena Near kemarin juga mengucapkan sesuatu yang tampak dia akan pergi selamanya.)


Menggaruk kepalanya bingung, Ardi semakin kesal tidak bisa membuat keputusan.


"Mohhhh(teriak kesal).... baiklah aku akan ikut denganmu. Tapi dengan satu syarat. Kamu harus berbaikan dengan Near baik dia benar mau pergia atau tidak " ada kesempatan baik Ardi mau membuat Kanna dan Ardi berbaikan.


Tidak ada pikiran lain selain ingin bertemu dengan Near sekarang Kanna hanya bisa tersenyum senang mengangguk.


"Emmm.."