REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 177



Hari-hari telah berlalu hingga sudah saatnya hari dimana Andi bersekolah untuk terakhir kalinya


Pada saat itu Andi mengajak Kanna untuk ketemuan sore harinya untuk pertemuan terakhir. Rencana itu tidak sengaja didengar oleh murid-murid yang lain. Mereka telah menunggu hari untuk membuat Andi dan Kanna saling musuhan dan hari itu telah tiba, dimana Andi mengajak Kanna untuk ketemuan untuk terakhir kalinya.


*****************


Sore harinya


Tampak Kanna sedang bersiap-siap merapikan pakaiannya dan pergi menemui Andi sesuai janjinya. Tak lama setelah bersiap-siap Kanna berangkat pergi untuk menemui Andi.


Tetapi ditengah perjalanan Kanna sudah ditunggu oleh beberapa murid laki-laki dari kelasnya. Mereka berencana untuk mencegah Kanna untuk bisa bertemu dengan Andi hari itu.


Tampak salah satu murid laki-laki mendekati Kanna......


"Kanna... " Panggil murid laki-laki yang mendekatinya tadi.


Kanna terkejut dan berbalik....


"Oooh, kamu. Kukira siapa yang panggil tadi. Ada apa, kenapa kau tiba-tiba memanggilku " tanya Kanna


"Anu... Aku mau minta tolong, boleh??? " Ucap murid tadi.


"????...." Kanna bingung kenapa dia meminta bantuan nya.


Murid laki-laki tadi berpura-pura meminta bantuan Kanna, dengan meminta saran dari Kanna untuk membeli hadiah perpisahan buat Andi. Karena yang paling dekat dengan Andi hanya Kanna apalagi mereka sudah saling mengenal sejak kecil. Hal itu membuat Kanna tidak bisa menolaknya, mereka akhirnya pergi untuk membeli hadiah untuk Andi.


Tidak sampai itu saja mereka mau menghentikan Kanna. Saat Kanna sudah selesai memberi saran, tiba-tiba teman-teman yang lain datang meminta saran juga kepada Kanna secara bergantian untuk membuat Kanna telat datang atau bahkan tidak datang sama sekali.


*******************


Sedangkan ditempat Andi, Andi sudah berangkat lebih dahulu karena saking gugupnya untuk bertemu Kanna.


Andi berangkat lebih awal untuk menunggunya dan ia juga tidak sabar untuk bertemu dengan Kanna juga.


"Apa yah yang harus kukatakan kepadanya??? " Ucap Andi gugup mau bilang nantinya saat sudah bertemu sambil mengenggam sebuah kalung ditangannya.


Andi dengan gugupnya mulai berlatih dan menghafalkan beberapa kata. Agar nantinya tidak gugup saat ketemu Kanna dan rencananya berjalan lancar.


*****************


Hari sudah semakin malam


Tapi Kanna tidak datang-datang juga dari tadi. Andi berniat mau pulang karena dia sudah janji untuk tidak pulang terlalu malam pada orang tuanya.


Andi mengangkat sebuah kalung yang sebenarnya mau jadikan sebagai hadiah perpisan dan ia berniat untuk menembak Kanna pada hari itu. Tapi Andi ingin menunggu Kanna sebentar lagi, ia berfikir Kanna pasti datang.


****************


Disisi lain Kanna masih bersama dengan teman-teman yang meminta saran padanya. Ia tidak bisa menolaknya karena ia merasa tidak enak. Ia berulang kali melihat jam tangannya dengan penuh khawatir.


(Bagaimana ini, aku tidak bisa meninggalkan mereka juga....) Kanna dalam hati merasa tidak enak dengan teman sekelasnya dan juga dengan Andi.


****************


Hari sudah gelap


Andi berniat pulang, tapi tiba-tiba ada 3 perempuan dari kelasnya yang datang menghampirinya.


"Ada apa Andi kok kamu berada disini " tanya teman 1


"Iya, bukannya kamu ada urusan sekarang, kok kamu ada disini " tanya teman 2


"Ahhh, itu aku mau bertemu dengan seseorang tapi ia tidak datang, dah aku pergi dulu ya" ucap Andi terpaksa senyum dan berniat pergi.


Ketika Andi mau pergi, kedua teman perempuan tersebut menghentikannya.


"Apa kau ingin bertemu dengan Kanna " ucap teman 1


"Sebenarnya... " Teman ke 3(Nita) tampak ragu.


Tapi langsung diteruskan oleh teman 1." Ohhh... sebenarnya kami melihat ia tadi berjalan bersama-sama laki -laki tadi "


"Eh, itu tidak mungkin. Kanna bukan orang yang seperti itu, dah hentikan omong kosong kalian. Aku pergi dulu " ucap Andi tidak percaya.


"Kalau kau tidak percaya liat saja kami memotretnya tadi " ucap teman 2 menunjukkan kameranya


Awalnya Andi tidak mau melihat hal itu, tapi karena rasa penasaran nya Andi melihat kameranya. Melihat hal itu Andi menjadi kesal dan geram. Matanya menjadi merah karena marah, ia mengepal tangannya bersama kalungnya dengan kesal. Dalam hatinya ia tidak percaya kalau Kanna malah melupakan janji mereka berdua..


Andi menahan amarahnya, ia langsung mengembalikan kameranya.


"Ah, aku sebenarnya sudah tahu hal ini. Jadi aku pergi dulu ya " ucap Andi berbohong


Ke-3 temannya tadi tidak percaya kalau Andi tahu rencana mereka sebenarnya. Salah satunya Nita, Nita sebenarnya menolak rencana mereka. Tapi ia dipaksa untuk ikut mereka. Karena tidak ingin perasaan bersalah menghantuinya, Nita meminta izin untuk pergi sebentar ke-2 temannya tadi. Mereka mengizinkan nya soalnya mereka tidak tahu kalau Nita sedang mengejar Andi saat ini.


*******************


Nita langsung berlari mengejar Andi,


Nita berlari dan akhirnya ia menemukan Andi yang terlihat membuang kalung yang akan diberikan kepada Kanna. Tampak Andi membuang kalung tersebut dengan kesal dan pergi meninggalkan nya.


Nita mengikutinya sambil mengambil kalung yang dibuang Andi tadi, ia langsung berlari menghampirinya dan menghentikannya. Andi sedikit terkejut dan melihat siapa yang menghentikan nya


"Ada apa " tanya dingin Andi


Melihat sikap dingin Andi membuat Nita agak takut. Tapi ia mencoba memberanikan diri untuk mengatakan sesuatu.


"Ano, aku tau ini tidak masuk akal. Tapi tolong jangan buang kalung ini, kau ingin membeli kalung ini kepada Kanna kan. Jadi aku mohon kau jangan membuangnya kau pasti akan menyesalinya, dan ini juga nomor telepon ku. Ada hal yang ingin kuberitahukan padamu jadi jangan lupa menelfon ku " ucap Nita memberikan kalung dan kertas berisi nomor telepon nya dengan paksa.


Nita segera pergi setelah memberikan nya. Andi sebenarnya tidak mau menerima nya. Ia berniat membuang kalung beserta nomor telfon ya. Tapi mengingat kata-kata Nita barusan. Membuat Andi mengurungkan niatnya dan memasukkan kesakunya.


*******************


Disisi lain Kanna


Karena tidak ada henti-hentinya mereka mengajak Kanna. Terpaksa Kanna meminta maaf kepada mereka dan bilang kalau ia sudah ada janji dengan Andi. Jadi ia pergi dulu untuk menemui Andi.


Dia berlari dengan cepat untuk sampai ketempat yang sudah dijanjikan. Tapi ketika sampai disana Andi sudah tidak ada disana. Ia melihat sekeliling dan Andi sudah benar-benar pergi dari sana. Terpaksa Kanna pulang dari sana tanpa bertemu dengan Andi.


Saat Kanna hendak pergi tiba-tiba ada 2 perempuan dari kelasnya yang menghadang nya. Mereka berdua mengajak Kanna untuk pergi ke suatu tempat.


"Hei, kalian mau mengajakku kemana " tanya Kanna bingung.


Mereka berdua tidak menjawab dan mereka menarik Kanna dengan keras agar Kanna mengikuti mereka.


******************


Dan akhirnya mereka sudah sampi disebuah tempat taman.


"Kenapa kita ada disini " tanya Kanna masih bingung.


Saat Kanna masih bertanya-tanya, tiba-tiba datang semua perempuan dari kelasnya. Hal itu membuat bingung Kanna, tapi secara tiba-tiba mereka mengerubungi Kanna. Mereka mulai melampiaskan kekesalannya kepada Kanna selama ini karena selalu bersama dengan Andi.


Mereka semua mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan untuk Kanna. Mereka sumua meluapkan emosi nya kepada Kanna. Hal itu membuat Kanna menjadi sedih, hatinya merasa sakit. Karena teman-temannya yang ia percayai selama ini, mereka Semua membenci dirinya. Saat itu Nita datang, ia habis memberikan nomor teleponnya kepada Andi. Nita terkejut dengan mereka yang meluapkan emosi kepada Kanna.


Kanna merasa pusing dan sesak, karena tidak tahan lagi. Kanna menerobos keluar dari teman-teman sekelasnya yang mengerubungi nya itu. Kanna lalu pergi berlari mencoba menghindari mereka. Kanna mulai menangis dan terus berlari, Kanna berharap itu adalah mimpi. Nita yang melihat hal itu, ia berlari mengejar nya juga.


Tapi saat Kanna berlari, ia tidak menyadari kalau ia sudah ada ditengah jalan dan ada bus yang lewat. Sontak bus itu mengerem mendadak, tapi apa daya bus tersebut sudah bersusah payah mengerem. Tapi bus itu tidak bisa berhenti tepat waktu karena jarak nya yang dekat. Hal itu membuat Kanna tertabrak bus tersebut dan membuat Kanna tidak sadarkan diri ditengah jalan dengan kepalanya berdarah.


********************


Dirumah Andi


Andi berbaring didalam kamarnya sambil melihat kalungnya dan nomor telepon Nita. Ia memandanginya tanpa berkata sepatah katapun.