REPEATING TIME

REPEATING TIME
Chapter 125



Near menebak kalau pria tersebut sedang terburu karena dia takut polisi akan datang dengan bala bantuan sehingga dirinya tidak bisa kabur lagi.


"Saat pertama kali datang disini aku mendapatkan informasi kalau Ardi sudah meminta teman perempuannya yang lari untuk menelpon polisi dan seperti yang aku ketahui dari informasi Jarwo bahwa teman-temannya telah menghambat polisi untuk datang. Tapi itu bisa dimengerti kalau polisi datang terlambat dan seharusnya sudah datang sekarang karena tidak ada yang menghambat polisi lagi. Apalagi anak buah Jarwo sudah kalah semua oleh kita. Jadi dapat disimpulkan bahwa... " Near mulai menguak satu persatu cerita yang akhirnya adalah alasan pria tua tersebut menjadi terburu-buru.


Near mulai menjelaskan kenapa pria tua tersebut ingin segera cepat selesai dilihat keadaanya. Tapi hal itu disangkal oleh pria tua tersebut.


"Hahhaha, aku akui kalau lebih pintar daripada Jason. Tapi tebakanmu tidak semuanya benar. Bagaimana kau mengetahui kalau aku menyuruh anak buahku menghadang polisi. Bisa saja mereka tidak datang " ucap pria tau tersebut mengelak semua tebakan Near.


Near tersenyum dengan menjentikkan jarinya seolah dia tau kalau pria tua tersebut akan menyangkal semua perkataannya.


"Seperti yang aku bilang diawal kalau aku sepertinya mengetahui alasan kau terburu-buru, secara kebetulan. Aku awalnya hanya menebak kalau itu pasti masalah polisi dari serangakaian cerita yang aku ungkapkan tadi. Saat aku mengucapkan kata polisi ekspresimu berbeda tadi. Seolah kamu terkejut dengan apa yang aku ucapkan "


Karena kesalahan pria tua tersebut mereka dapat mengetahui alasan kenapa pria tua tersebut terlihat terburu-buru tapi dibalik itu ternyata ada sebuah kebenaran tentang Jarwo yang masih memiliki anak buah selain dari 15 orang tersebut.


"Bagus, bagus seperti yang aku duga kalian adalah lawan yang cocok bagiku. Tapi tebakan kalian masih salah kalau Jarwo tidak memiliki anak buah lagi. Sebenarnya Jarwo adalah orang yang lebih licik dari kalian pikir. Ia sebenarnya masih memiliki beberapa orang didepan yang sedang menunggu kalian kelelahan juga sehingga mereka bisa mengeroyok kalian semua. Tapi aku tidak suka dengan cara keroyokan seperti itu, sehingga aku menghabisi semua orang didepan yang telah dipersiapkan oleh Jarwo. " Pria tua tersebut membeberkan kebenarannya.


"Tapi... aku tidak membiarkan kalian mengulur waktu lagi. Aku akan segera menghabisi kalian satu persatu " pria tua tesebut tersenyum puas.


*****************


"Awalnya aku akan tenang-tenang saja dan menikmati menyiksa kalian berempat. Tapi saat aku melihat orang yang datang membantu kalian berempat. Aku mengetahui ada seorang kakek tua yang berbahaya disana sehingga aku memutuskan untuk mengerahkan anggotaku menghadang mereka. Tapi sepertinya tidak akan bertahan lama anggotaku melawan mereka. Oleh karena itu aku terburu-buru " Pria tua tersebut mengatakan lagi alasannya.


(Kakek tua, apakah itu kepala sekolah. Apakah dia akan ikut membantu juga dalam pertarungan ini. Jika ia ikut pasti dia akan memenangkan pertarungannya ) Dalam hati Near teringat akan sesuatu tentang gurunya yang mengajarkan bela diri yaitu kepala sekolah.


"Hehehe karena kalian sudah tau akan rahasiaku maka aku akan segera menghabisi kalian berdua dengan cepat. Tidak akan kalian berdua akan menghancurkan rencanaku " pria tua itu mulai bersiap untuk bertarung sekali lagi.


"Sial padahal sudah dapat mendapatkan informasi yang berharga tapi kita tidak bisa memanfaatkannya sebaik mungkin. Padahal kita hanya perlu menunggu bantuan akan datang saja " gunam Jason kesal


******************


Sekarang dilokasi Polisi dan kepala sekolah mereka sedang berhadapan dengan anak buah pria tua tesebut. Anak buah pria tua tersebut sangat banyak hingga membuat kepala sekolah dan para polis kewalahan melawan mereka.


Sebenarnya mereka mau sampai ketempat Near dan Ardi berada. Tapi dengan intruksi pria tua tersebut anak buahnya menghadang mereka pergi kesana dengan membawa seseorang yang berpura-pura sebagai orang yang akan menunjukkan jalan ditempat Ardi bertarung.


Flashback on


Saat para polisi dan kepala sekolah mau sampai didepan gedung yang diperkirakan kosong. Tiba-tiba ada seseorang anak muda memanggil dari belakang.


"Heiii kalian aku minta bantuan. Disana ada orang yang mau mengeroyok seorang siswa didalam gedung " teriak anak muda terlihat terburu-buru.


"Apaaa, dimana mereka berada " tanya pimpinan terkejut padahal mereka sudah lewat dari arah sana tapi tidak ada tanda-tanda seseoarang bertarungn


"Apakah anak itu memakai pakaian yang sama dengan anak ini " Mereka menunjukkan Hana yang sedari tadi mengikuti dari belakang.


"Iya pakaian yang dikeroyok sama seperti anak ini " anak muda tersebut membenarkan .


"Sepertinya mereka berad disana. Apakah kita ikuti anak ini kesana" tanya pimpinan polisi meminta tanggapan kepala sekolah.


"Sepertinya hal ini sangat mencurigakan tapi sebaiknya kita harus mengikutinya untuk tau apakah informasi tersebut benar atau tidak " kepala sekolah tidak ada pilihan lain selain ikut anak muda tersebut.


"Okelah semuanya segera ikuti anak muda tersebut " pimpinan polisi memberikan intruksi kepada anak buahnya.


"Siap pakkk laksanakan " tanggapan anak buahnya serentak.


(Aridi semoga kamu selamat dan tidak terjadi apa-apa disana) Hana berharap Ardi baik-baik saja sambil menatap langit.


**************


Mereka semua sudah sampai dilokasi tempat anak muda tersebut tunjukkan. Tempat itu arahnya berlawanan dari tempat yang sudah tunjukkan oleh Hana pada awalanya.


Mereka sudah lama mengikuti anak muda tersebut tapi tidak ada tanda satupun orang yang sedang berkelahi seperti orang berteriak atau suara pukulan hal tersebut tidak ada tanda-tandanya. Hal itu sedikit membuat para polisi dan kepala sekolah curiga.


"Apakah masih lama " tanya anak buah polisi karena mereka sudah lama berjalan.


"Iya pak masih tinggal sedikit saja sampai tujuan " ucap anak muda tersebut melirik kekanan kekiri.


Pimpinan polisi dan kepala sekolah melihat kearah lirikan anak tersebut. Terdapat perasaan yang tidak mengenakkan semakin lama mengikuti anak muda tersebut. Tanpa basa-basi lagi pimpinan polisi dan kepala sekolah mengambil tindakan untuk mencegah hal buruk.


Tapi saat mau mengambil tindakan, tiba-tiba ada segerombolan dari arah belakang mereka yang jumlah tidak diketahui saking banyaknya orang.


"Sial aku sudah menduga hal ini, " ucap pimpinan polisi kesal.


"Tenang dengan begini kita tahu kalau tempat mereka ada disebelah sana. Jadi kita hanya perlu mengalahkannya saja." ucap kepala sekolah menepuk punggung pimpinan polisi.


"Hahahaha, aku suka pemikiranmu kakek. Kita hanya perlu menghabisi mereka saja dan segera menyelamatkan Ardi " ucap pimpinan polisi semangat bertarung.


"Jangan sampai kalah nanti tambah merepotkan " ucap kepala sekolah menyinggung.


"Ayo kita bertarung sekuat tenaga. " pimpinan polisi tersenyum licik.