
Sebelumnya Jason berhasil melancarkan serangan tepat diperut pria tua tersebut. Dengan serangan yang beehasil mengenai perutnya, Jason tidak menyia nyiakan kesempatan tersebut. Dia melanjutkan serangan tersebut diperutnya lagi dengan kekuatan penuh.
Tapi dengan enteng pria tua tersebut menahan serangan Jason. Karena sebelumnya perutnya dipukul oleh Jason, hal itu menyakiti harga dirinya karena ia selama ini belum terkena satu pukulan saat 1 vs 1 dengan seseorang kecuali 1 orang. Apalagi yang memukulnya adalah seorang anak kecil, hal itu malah membuatnya semakin marah.
"Kamuuuu, beraninya bocah sepertimu memukulku..." ucap geram pria tua tersebut mengepal tangan kanannya.
Pria tersebut ingin menyerang Jason dengan kekuatan penuh. Pria tua tersebut berniat menghabisi Jason dengan kekuatan penuh agar ia bisa mengejar Near yang pergi darinya. Pria tua tersebut masih berfikir kalau Near masih pergi karena saking fokusnya bertarung dengan Jason. Begitu juga dengan Jason, ia masih berfikir kalau Near sudah pergi.
Oleh karena itu, ia sudah pasrah melihat serangan pria tua tersebut yang mengarahnya. Karena tenaganya sudah tidak ada lagi. Ia tersenyum menerima keadaanya, mengingat ia sudah menyelamatkan satu orang meskipun mengorbankan dirinya.
(Ahhhh, sudah lama aku tidak pasrah begini. Tapi kenapa aku senang mengingat bahwa aku telah menyelamatkan satu orang. Aku tidak mengerti perasaan ini, tapi semoga kau selamat Near...) Jason menutup matanya pasrah.
Melihat Jason tersenyum menutup matanya. Hal itu malah membuat pria tua tersebut semakin marah karena ia menginginkan kalau Jason akan berlutut memohon maaf. Tapi tidak malah ia tersenyum menerima serangannya.
"Kamuuuuu, aku benci orang seperti dirimu ini. Yang berlagak kereeen " ucap Pria tua tersebut geram sambil mempercepat serangannya kewajah Jason.
*************
Mereka masih belum tau kalau ada satu orang yang masih belum menyerah. Dia datang dari belakang pria tua tersebut dengan cepat sambil melepaskan jaketnya dan melepaskan ikatan ditangannya.
Dengan tangkapan Near, hal itu menimbulkan keheningan di antara mereka.
"Apa salahnya jika tidak menyerah untuk bertarung." Ucap Near menatap tajam pria tua tersebut.
"Ternyata kamu tidak lari juga ya... bagus hal tersebut malah membuatku dengan mudah menghabisi kalian " ucap pria tua tersebut tersenyum, yang sebelumnya tergesa-gesa untuk segera menyusul Near yang lari.
Tapi karena Near ada disini, pria tua itu mulai sedikit rileks. Untuk Jason, ia mulai membuka matanya setelah mendengar suara Near. Jason terkejut karena seharusnya Near sudah pergi sekarang, tapi malah ia sudah ada disini.
"Kenapa kamu ada disini bukannya kamu harus pergi " tanya Jason
"Aku disini mau memberi bantuan untuk menghabisi pria tua ini dan mengakhiri pertarungan ini " jawab Near terdengar serius.
"Hahhhh, hahahaha. Kamu mau memberikan bantuan. Bukannya kamu tadi kewalahan melawanku masih berempat. Bahkan jika tanganmu sudah sembuh, hal itu tidak membuat perbedaan apapun " ucap pria tua tersebut mengejek.
"Itu betul Near. Sebaiknya kamu lari lagi. Aku akan menahannya lagi " ucap Jason terlihat khawatir
"Hmm, jangan khawatir. Kita belum tau hasilnya seperti apa. Apakah tangan kananku ini menimbulkan perbedaan atau tidak " ucap Near menatap tajam pria tua tersebut dan tersenyum.